
Ammun alim... faz akan Panggil ayah.
Seorang kakak yang sangat sayang pada sang adik. rela membela kenakalan dan membantu sepenuh hati. Tidak ingin adik tercinta tersakiti karena cinta.
pemuda hambel mudah bergaul dan memiliki suara sangat merdu mendayu. Seorang vokal marawis grup hadroh ternama di idolakan banyak akhwat selalu berfikir terbuka dan teguh dalam iman.
dialah yang mendekati alwi saat pemuda itu tak sengaja bertemu. bersahabat dengan alwi bak mendapatkan saudara laki laki karena kedua saudaranya perempuan. alim sudah tidak berfikir akan menikah dengan siapa? karena dia sudah di jodohkan dengan seorang putri kyai anak sahabat ayahnya tapi beberapa bulan sebelum pernikahan gadis itu tiba tiba membatalkan perjodohan karena menyukai pemuda lain.
alim tidak bisa berbuat apa apa hanya menerima kenyataan pahit kalo semua impiannya gagal. Maka saat tau sang adik juga tidak ingin di jodohkan tapi juga tidak ingin ayahnya malu dia bertekat membantu sang adik mengejar cintanya apa lagi saat alim tau kalo yang di cintai sang adik itu alwi sahabatnya dia berusaha keras membantu walo itu melawan ayah nya sendiri.
setelah urusan adik usai kini alim menikahi sahabat karib nafik setelah gagal berjodoh dengan wanita yang sudah lama di jodohkan dengan nya. mungkin memang belom di takdir kan bersatu. dan alim mendapat kebahagiaannya. walau banyak halangan dan rintangan, silih berganti. tapi alim tetap sabar dan mmenjaga. sang istri dengan baik. dan hati gus alim tersangkut pada mar atus sholikhah.
apa lagi setelah kehadiran faz di antar alim dan mar ah seakan semangat hidup kembali lagi gairah kehidupan muncul setelah banyak coba an yang dilalui mar ah begitu tekun menjaga sang keponakan mendidik denga penuh kasih sayang.
"mas kalau kita tidak punya anak apa mas akan menikah lagi?" tanya mat tiba tiba di suatu malam.
"jangan bicara sembarangan" alim marah
__ADS_1
"tapi bunda sudah menanyakan mas.... aku sesungguhnya takut" mar sedih saat ibu mertuanya menanyakan perihal cucu.
"apa yang kau takutkan?" alim menatap sang istri menaruh kitabnya di nakas
"kehilangan kamu" cuit mar sembarangan.
"aku tidak akan meninggalkan mu.... Selama nya kau adalah belahan jiwaku" alim membelai wajah istrinya penuh cinta tidak mudah baginya untuk jatuh cinta maka nya mar adalah segalanya.
"kalau bunda ingin kau menikah lagi?" tanya mar menyelidiki
"aku menolak.... tidak. mudah memiliki 2 istri. satu saja tidak bisa ku bahagia kan mau 2.... pusing" alim lamtang menolak.
"ha...ha...ha.. kini sudah ada faz..... rawat dia dengan baik selain membantu nafik semoga ini jadi ladang amal kita hingga Allah tergerak memberi kita amanah alim membelai kepala sang ponkan yang berbaring di antara mereka.
"iya mas. ... lihat dia tidur dengan nyeyak sekali.... anak sekecil ini harus mendapat. dampak masalah keluarga kasian faz" mar ikur memperhatikan.
"tapi dia sangat kuat dan kekeh seperti minimnya semoga kelak kau jadi orang besar nak" puji. alim pada karakter sang ponakan
"amin..... dan semoga aku juga. bisa mejaga faz dengan baik mas. nafik sudah mempercayakan putranya pada kita untuk dirawat mau sebentar atau lama tidak masalah karena aku sangat senang dan bahagia" doa mar ah.
__ADS_1
"amin.... ayo kita tidur sudah malam" ajak alim mulai berbaring.
" nanti bangunain tahajut ya mas" pinta mar.
"heemmmm" tak ada sautan.
"ah... sudah tidur"
sedikit penggalan faz saat bersama ammun dan kholah nya. saat ma ah terpuruk faz akan jadi obat yang mujarab untuk nya.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.