
Setelah acara unduh mantu di kudus yang melelahkan karna sama besarnya dengan di jepara. nafik dan alwi berangkat ke kairo. mengecek tempat tinggal. dengan di antar keluarga para sahabat ke bandara. mereka harus merelakan sang putri mengapai mimpinya. pesan pesan banyak di utarakan berharap sang putri kembali dengan kebanggaan.
suasana bandara sudah mulai ramai penumpang hilir mudik berlalu lalang membawa barang. pengumuman penerbangan sudah terdangar. koper besar sudah siap di periksa dan sudah masuk bagasi pesawat.
perpisahan adalah suatu yang menyedihkan begitu juga kali ini banyak di hiasi airmata. tidak rela di tingal kan dan kehilangan
"jaga dirimu di sana nak bunda akan merindukanmu" sudah tidak banyak yang di bicarakan bunda.
dengan mendekap erat putrinya bulir bulir air mata membasahi pipi. entah apa yang kini ada di fikiran bunda. kepergian sang putri untuk kesekian kali. tapi kali ini membuat hatinya sakit terlampau sakit.
" lia juga bunda...." menyembunyikan wajahnya di dekapan bunda. melihat air mata itu dia juga semakin tak tahan.
"nak...jagan lupa ada yang akan menantimu dengan setia di sini nanti" ganti umi mencurahkan perasaanya . menatap lekat menantunya menciumi setiap inci wajah nafik seperti tak sanggup kehilangan.
" tenang umi... aku akan ingat dan menjaga diri baik baik.... nanti nitip aak alwi ya umi...." nafik meyahkinkan sang umi kalo diaa akan jaga diri.
"kau putri yang baik.... kau istri yang taat jaga nama baik kami nak" kali ini ada ketulusan di ucapan ayah di belai wajah putrinya. tapi nafik tak tahan dan mendekat meraih sang ayah.
"ayah... afwan...." hanya itu yang bisa terucap dari bibir nafik.
" tak ada yang perlu di maafkan mungkin ayah terlalu keras" walau kyai farhan berwatak keras tapi masih lembut pada keluarganya.
__ADS_1
saat itu seperti perpisahan. sangat berat melepaskan. tapi mau bagaimana tekat sudah bulat.
"kakak maafkan adik manjamu ini...." nafik muju ke alim pemuda itu merentangkan tangan nya nafik membaur ke pelukan pemuda tampan itu. sunguh terasa masiqul di dada. drama air mata pon kembali.
" kau harus bisa bujuk alwi untuk tinggal di kairo. ... itu pesanku" nafik tak mengerti sama sekali.
" kalo sampai kalian harus ldr.... aku tak akan Biarkan ada wanita lain di sisinya itu janji ku padamu" alim mencium kening adiknya semua sudah biasa melihat itu. karena memang begitu eratnya hubungan persaudaraan mereka.
" kakak juga janji segera bawa kakak ipar pulang aku suka pilihanmu" nafik mengkode dengan main mata
" apa maksutmu..?" alim pura pura
"tenang kak aku setuju. ...dari pada gadis yang di jodohkan denganmu. asal kau janji selalu sayang dan menjaga nya" urai nafik pada kakak kesayanganya.
" aku kesayangan mu kak tak boleh ada rahasia" nafik meng hampiri alwi semua sudah di pamiti.
" oh....al...jagalah istrimun itu dia terlalau ikut campur" alim nyolot
" kalian sama...." alwi hanya senyum melihat tingkah istri dan kakak nya
" kau membelanya ya...." alim pura kesal.
__ADS_1
terdengar pangilan bahwa pesawat siap landas dari pengeras
"zaujah...itu pangilan pesawat kita" alwi memangil nafik
"iya zaujie. . mari sampai jumpa semuanya" alwi meraih tangan sang istri.
"assalamualaikum" pamit alwi dan nafik mulai jalan melambai tangan.
"waalaikum salam" jawab semua nya.
bay indonesia.... sampai jumpa.
aku akan segera kembali dengan penuh optimis dan mimpi yang terwujut.
pesawat yang di tumpangi sudah tek'off. semua berdoa semoga perjalanan ini lancar selamat sampai tujuan.
.
.
.
__ADS_1
.
.