Calon Makmum Putra Kyai

Calon Makmum Putra Kyai
Aku Hamil Juga Akhirnya


__ADS_3

Alwi setia menunggui sang istri setelah selesai pulang mengajar. ida pulang untuk mengambil barang barang. nafik masih tidur dengan nyaman di tempat tidurnya. alwi duduk di sofa sambil mengecek tugas muritnya dari laptop.


nafik terbangun melihat sang suami yang sudah mulai terkantuk kantuk. dia hanya tersenyum menatap wajah yang napak lelah itu. sampai Saat ida datang mengintip dari pintu.


"bak pakaian cadar mu ada kholil dan teman temanya" kata ida tanpa salam


"baiklah" naf mengguk.


ida keluar lagi nampak kholil bersama fajar, arif dan adam bersamanya. Mereka membawa buah dan makanan sedang ida membawa ransel besar berisa pakaian.


"ida...." pangil nafik.


"itu sudah di panggil ayo masuk" ajak ida.


cekleeekkkk.....


pintu terbuka. terpampang pemandangan alwi yang tertidur di sofa. dia tersentak kaget mendengar ada yang salam.


"assalamualaikum" salam mereka.


"waalaikumsalam" jawab nafik.


"eh.... waalaikumsalam" alwi terkaget bangun dari tidur nya.


"aduh... keganggu ya pak afwan" kata fajar


"ah... tidak apa apa silakan saya akan cuci muka dulu" alwi pamit kekamar mandi.


alwi ke kamar mandi untuk cuci muka .lalu segera keluar setelah selesai. suasana kamar jadi ramai dengan kedatangan 4 sekawan itu.


" bagaimana kabarnya buk?" tanya arif


"kok ibuk... memang saya setua itu ya?" tolak nafik.


"kan anda istri dosen kami jadi pangil ibuk dong... salah ya?" fajar salah tingkah melihat senyun nafik.


" lalu meski pangil apa?" tanya kholil.


"kalo kalian pengertian pangil saja kakak!" minta nafik.


"kakak... " mereka terkaget.


"kenapa?" nafik bertanya.


"tak enak...." sebut arif.


"pangil saja ning lia semua dari indonesia yang kenal pangil itu." pinta ida.


"ning lia. .. itu lebih pas" kata adam.


"terserah kalian aja asal jangan panggil bu.... kesanya tua sekali" nafik setuju.


"ning lia sakit apa?" tanya arif


"dia hamil dan sedikit kelelahan" jawab alwi yang baru keluar dari toilet.

__ADS_1


"iya hanya butuh istirahat" nafik membenarkan ucapan zaujienya.


sambi melirik wajah kholil. ada semburat senyum keiklasan di sana. tidak pula rasa kecewa. alwi nya melihat sedikit tenang.


" alhamdulillah" ucap kholil seketika.


" iya ustaz selamat ya" mereka menyalani alwi penuh suka cita.


"syukron.... syukron. .." alwi senang dengan adanya respon baik dari kholil.


" ini ada sedikit oleh oleh ning.lia...mohon di terima" fajar menaruh buah yang di bawa.


" dan bungga" kata adam ramah.


"oh.... terima kasih sekali adam.... bunga nya indah" adam kaget saat nafik tau namanya.


" habib zaujah.... dapat bunga nih... dari adam.... kapan zaujie beri bunga buat zaujah" goda nafik.


"kan sudah setiap bulan" jawab alwi asal bicara.


"mana?" nafik bertanya penasaran.


"bungga bank...." cletuk alwi.


"ih.... nggak lucu...." nafik manyun di balik cadar nya.


"ha .. ha... ha...." sementara semua tertawa ramai.


" ya...deh... ntar habib beliin.... bidadari mau yang seperti apa?" alwi mengalah


alwi meninta 4 pemuda itu duduk di sofa. sedang ida duduk di kursi di dekat bangkraak nafik sambil mengupas jeruk.


" bagai mana bisa bareng ida datangnya" tanya alwi.


"tadi kita ketemu di bawah pak" jawab kholil.


"karena kalian sudah penggil istri saya ning pangil saya akhi kalo di luar kampus" pinta alwi


"kami tak berani" tolak fajar


"kenapa?" alwi penasaran.


"ya bapak kan dosen kami" jawab arif.


"yah terserah kalia lah" alwi menyerah tidak mau ngotot.


"bukan nya dulu habib suka ya di panggil pak alwi?" cletuk nafik.


"la..... kalo yang pangil zaujah sih suka suka saja" jawab alwi ngasal.


" trus apa bedanya... eh tunggu kalo penampilan kayak gitu sih pangilnya gus has atau ustaz alwi saja" goda nafik.


"mulai deh caldist nya" perotes alwi.


" biarin...." nafik menggoda.

__ADS_1


mereka kagum dengan keharmonisan pasangan ini. sangat membuat iri. pangilan sayang yang buat semua iri. dan keromantisan yang tidak perlu dengan kefulgaran.


"ida cariin minum dong untuk mereka" pinta alwi.


"habis aak...." ida melihat kolkas.


" ya sudah... beli di luar... oh...akhi kholil tolong temani ida ya!" pinta nafik sambil melirik alwi.


"iya... kalo tidak dia bisa kesasar ke hati orang lain" dukung alwi.


"mbak...." ida sewot.


"tolong ya lil temani ida" pinta alwi.


"udah sana pergi" saran fajar.


"baik....." kholil terima dengan berat hati.


ida segera pergi di temani kholil. obrolan di dalam kamar berlanjut lagi.


" oh ya taz bagaimana. ning lia bisa tau nama saya padahal baru ketemu hari ini?" adam dari tadi penasaran


"zaujah. .. gimana nih" alwi binggung.


"habib deh yang nerangin...." pinta nafik.


"baiklah.... istri saya punya ingatan yang tajam. dan bisa menganalisis sesuatu yang dia dengar dari ciri ciri yang di ucapkan. " crita alwi dengan teliti.


"maksud nya?" arif penasaran juga.


"maksudnya walo hanya tau ciri2 orang bisa dia pas kan saat bartemu... misal saya cerita adam ini tubuhnya agak gemuk dengan suara keras watak slengean nah dia bisa menebak saat ketemu" lanjut alwi semangat cerita.


"oh begitu...lalu saya siapa?" tanya fajar sok minta nafik menebak.


" kamu fajar...dan yang sati arif si bijak" nafik benar.


"wah hebat...." mereka kagum.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2