Calon Makmum Putra Kyai

Calon Makmum Putra Kyai
Kehadiran Zidane dan Zora Sebagai Kebahagiaan yang Sempurna.


__ADS_3

keluarga besar dari 3 kota sudah berkumpul di pesantren al azhar.l semua hadir demi melihat dan hadir dalam acara aqikoh untuk bayi kembar alwi dan nafik. kedua kakek mereka berebut ingin memberikan nama sebagai kontribusi rasa sayang mereka.


abi salam kebagian memberi nama bayi laki laki. dan ayah farhan kebagian kasih mana si bayi perempuan. itu keadilan yang di berikan oleh alwi dan nafik untuk kedua nya.


sedang faz begitu senang mempunyai 2 adik sekaligus tidak ada rasa cemburu yang dia miliki. dari sejak adik adiknya lahir faz tidak mau menjauh barang sebentar saja dari sisi sang adik kembarnya.


walaupun semua orang sibuk dalam acara akikah adiknya faz tidak rewel. Dia bahkan bersikap manis apa lagi saat ada teman di sisinya siapa lagi kalau bukan kanzha . keakraban mereka menarik perhatian semua orang.


pengajian pelantunan sholawat dia aturkan pada baginda nabi. semua demi mendoakan sepasang bayi yang di harap kan bisa menjadi anak yang soleh dan sholekhah.


para santri berkintribusi dalam acara. acara yang tadinya ingin sederhana malah jadi besar besaran karena sekalian tasyakuran untuk pondok yang sudah berdiri kurang lebih 5 tahun.


alunan sholawat indah membahana. semua riuh bahagia saat si kembar hasan dan husain ikut andil melantunkan sholawat. alim tidak ketinggalan bersama ibra dan yang lainnya masih sangat mempesona alwi membiarkan para sahabatnya untuk reonian. karena sudah lama mereka tidak melakukan kegiatan seperti dulu lagi. makalom semua sudah punya keluarga masing masing. dan tinggal saling berjauhan. jadi kelahiran si kembar putra dan putri akwi serta nafik ini menjadi momen yang membahagiakan dan pelengkap yang sangat sempurna.


"ah... Mereka menikmati sekali" puji nafik duduk di antara orang yang dia sayangi.


"maklom sudah lama fakum....." ucap alwi nemimang putrinya yang cantik terlelap di belaian.


"seharusnya sadar diri. . gantian generasi selanjutnya biar bisa menunjukkan aksinya" gerutu mar'ah menidurkan putrinya yang sudah 3 bulan.


"dasar papa muda... narsis saja maunya" nawa ikut kesal lihat betapa ibra sangat tebar pesona di atas panggung.


"sepertinya ada yang sedang cemburu...." goda tiara yang seharian ini ikut bantu bantu di pesantren dia sekeluarga kecinya nenginap karena mumpung bisa kumpul dengan sahabat sahabat nya.


"siapa yang cemburu?" tolak nawa manyun dia sangat sensitif bila lihat ibra mulai dengan kenarsisannya.


"iya... juga tidak apa kok nawa. ... wajar itu tanda cinta" bela nafik semua tertawa riuh mendengar uraian nafik walau sebenarnya tidak ada yang lucu. tapi melihat ekspresi wajah nawa yang buat mereka tertawa.


"biar mumpung anak mereka masih bayi... nanti kalo sudah besar malu sendiri" urai amalia kakak sulung nafik dan alim.


"sepertinya mereka takut kehilangan fansnya. makanya tebar pesona" lanjut mar ah ikut mengomentari. dia tidak begitu tau sepak terjang sang suami kalau ternyata sangat di gandrungi para akhwat


"kamu juga dek....?" kedek amalia.


"apa mbak....?" mar ah pura pura tidak mengerti apa arah pembicaraan sang kakak ipar.


"cemburu..." ledek tiar yang ikut gabung di ruang tengah rumah alwi dan nafik.


"wajar kan siapa yang tidak cemburu memiliki suami tampan yang di sukai banyak orang... dan takut di tinggalkan iyakan nawa" mar ah mencari teman senasib yang sama tanya perasaan nya.


"iya.. mbak benar. ..." nawa ikut setuju ungkapan mar'ah.


"mbak mau tau siapa yang tidak cemburu?" alwi angkat bicara menyindir zaujah nya.

__ADS_1


"siapa ,ustadz?" mar ah penasaran.


"nih... di samping. .. mau buat dia cemburu kok sulit sekali" alwi melirik nafik yang menenangkan sang putra yang mulai terbangun.


"maksud habib...?" tanya nafik


"sebenarnya bidadari cinta tidak sama habib... katanya cemburu tanda cinta" tanya alwi sambil menggoda menaikkan sebelah alis mata nya.


"mesti di katakan ya bib...?." tanya nafik.


"mestilah. ..." canda alwi ikut permainan sang zaujah.


"cintanya atau cemburunya nih...." nafik ikut bercanda


"cintanya saja deh.... kalo benar benar cemburu bahaya nih...." kata alwi sambil menaruh bayinya di tempat tidur bayi


"nggak sebaliknya bib...." ucapan nafik menarik senyum alwi dan dia mengerti.


nafik menoleh mencium pipi suaminya di depan banyak orang. semuanya melihat dengan heran. alwi pun diam mematung dia tidak akan menyangka nafik akan menciumnya di depan semua orang.


"anna ukhibbuki fillah... habibi..." ucap ungkapan cinta nafik pada cinta pertama nya.


"anna ukhibbuka fillah... bidadari" balas alwi tapi dia tidak berani membalas ciuman tadi. Dia takut akan minta lebih. lagi pula dia malu dengan ledekan amar dan kholil yang bersama di tempat itu.


"harus itu... " lanjut tiara


"aduh... kyai... kok... kok malah di sini..." gerutu kholil menarik seuntai senyum semuanya yang melihat adegan tadi tebakan alwi benar dia merasa malu tapi juga bangga.


suasana hangat itu menyenangkan untuk keluarga. saling ngobrol bercanda tertawa bersama. Mereka yang kini tinggal berjauhan jarang bisa berkumpul begini. apalagi alwi dan nafik sebagai pendatang kalau tidak bisa menyesuaikan diri akan tidak diterima masyarakat.


kebahagiaan alwi dan nafik sudah sempurna dengan kehadiran sepasang bayi tampan dan cantik. tuan zanuar yang datang ke indonesia ikut serta hadir memberikan doa untuk bayi itu.


"siapa nama bayi kalian....?" tanya tuan zanuar yang duduk bersama abi salam dan ayah farhan.


"abi... ayah...!" alwi seakan memberikan isyarat untuk abi dan ayah untuk menjawab.


"fadli zidane ahmad hasan as salam" ucap abi yang menyertakan marga keluarga salam di belakang nama bayi laki laki.


"dan nazora fatimatus salwa" kata abi dia memang tidak pernah menyertakan marga keluarga di setiap nama anaknya.


" wah nama yang indah.... Sebuah nama adalah ibarat doa..." puji tuan zanuar.


"iya... tuan... kehadiran anda sangat membahagiakan untuk kami" ucap trimakasih abi pada tuan zanuar.

__ADS_1


"saya jadi malu mendengar nya kyai" tuan zanuar tertawa renyah.


"di mesir anda sudah banyak membatu mereka jadi terima kasih" kaya ayah farhan.


"saya.. malah merepotkan mereka. .." tuan zanuar merasa sangat malu bila ingat masa lalu.


"mereka semua suka di repotkan" canda abi salam.


"ha. ha... ha..."


suasana yang sangat hangat malam itu. berharap tidak akan pernah berakhir sama sekali. kehadiranmu zidane dan zora memang menyempurnakan segalanya. ....


menyenangkan. ...


penuh kebahagiana......


semua karena adanya zidane dan zora...


kebahagiaan alwi dan nafik kini sangat sempurna. ..


tidak ada yang tau badai kapan akan datang. ...


kini kalian berbahagialah. ...


selagi masih bisa bersama saling bergantung satu sama yang lain....


Sebelum seduatu akan membuat kalian tercerai berai penuh emosi dan air mata.


.


.


.


.


.


.FIN......


THE END. ....


oke... samapi di sini dulu kisah bibi alwi dan mimi nafik....

__ADS_1


semua pelan pelan akan terjawab di cerita sesudahnya. trimakasih kalian sudah setia membaca novel author. mmaf kalau tidak seru atau terlalu datar tanpa ada konflik. karena ini murni kisah cinta tanpa aksi heroik sama sekali.


__ADS_2