Calon Makmum Putra Kyai

Calon Makmum Putra Kyai
Harus Kembali ke Kudus


__ADS_3

" zaujahaku mesti balik je kudus deh....." pagi ini alwi tiba tiba mendatangi sang istri di dapur yang sedang masak dengan bunda menyiapkan sarapan.


" sekarang?" nafik menoleh dari aktivitasnya menatap sang suami.


"iya.... banyak pekerjaan yang menumpuk...." alwi duduk dikursi makan menunggu respon nafik.


"aku ikut ndak. ...?" tanyaa nafik ragu ragu ingin juga dia kembali ke kudus segera.


"terserah kamu. ... mau di sini apa ikut dak apa apa asal kamu nyaman...." nafik berfikir sejenak mencerna omongan suaminya.


" yang namanya suami istri itu mesti bersana nduk...." nasihat bunda bijak.


"tapi kalo lia mau tinggal ngak papa kok bunda... " alwi melihat sang istri berfikir


"nak kamu mesti tegas ya sama lia... jagan selalu menjain dia." pinta bunda senyum ramah pada alwi.


" baiklah aku ikut deh bib....." alwi senang dengan pilihan sang bidadari. walo di hati nafik dia takut bertemu umi. bagaimanapon dia pernah mengecewakan dengan menolak alwi terang terangan . walo dia tidak sengaja tapi mungkin dia sudah menyakiti batin sang mertua.


" baiklah kalian siap siap ya.... biar bunda selesai kan masaknya." alwi dan nafik kembali kekamar untuk beberes. alwi dan nafik segera naik ke lantai 2 masuk kamar dan memberskan barang yang di bawa.


" kita pake motor ya... jadi jagan bawa barang banyak banyak...!" nafik sibuk mengambil pakaian.


" kita pakai motor habib...." nafik menatap alwi tajam.

__ADS_1


" kenapa... ngak mau. atau kita ponjam mobil kak alim saja ya?" alwi berfikir ulang dengan melihat expresi wajah istrinya yang berubah.


" jangan kita pakai motor saja" nafik senyum senang. "tapi.... bib... sebenarya. ..." nafik ragu untuk mengatakan kegelisahan hati nya.


" ada bidadariku. ...?" alwi mengelus pucuk kepala nafik lembut


" aku...takut..." ucap nafik pelan


" takut kenapa....?" alwi penasaran apalagi mimik wajah nafik mulai berubah gugup dan bingung.


"takut.. kalo umi masih marah dan tak menerima ku..." nafik menunduk lesu.


tapi reaksi alwi membuat nafik bingung. sang sumi malah tertawa terbahak mendengar penuturan nya. ketakutan nafik sangat ber alasan karena egonya nafik sudàh banyak membuat orang kecewa. ayah bunda umi bahkan alwi sediri.


"jangan takut.... umi suka kok sama zaujah..." jawab alwi seketika menghentikan tawanya


" karena saat umi minta kamu jadi pendamping habib itu kan inisiativ umi sendiri...." nafik kaget mendengarnya. dia mengira kalo itu kemauan alwi yang ngotot buat nikahin dia.


"yang benar bib...." alwi menganguk meyahkinkan.


mereka turun sudah siap dengan barang bawaan. gaya pakaian ke2nya nampak beda. alwi memakai bawahan jins dan atasan kaos lalu memakai jaket kulit. sedang nafik memakai blus longar dan celana kulot longar alasannya agar leluasa saat naik motor.


tapi bunda nampak tak senang dengaan pakaian sang putri. bunda sangat anti pakai celana.

__ADS_1


" lia kamu gamti gamis gih.... jangan pakai kayak gitu. dak pates sayang " pinta bunda membujuk


"bunda kita mau naaik motor masak pakai gamis. kalo pakai gammis kan meski pakai leging apa ngak malah ketat " tolak nafik


" naik mobil saja pakai mobil ayah.... kalo malu pakai mobil jadul pinjam mobil kakakmu" kata ayah menyarankan.


bunda sudah memberi tau perihal kepulangan pengantin barun ke kudus. dan ayah mengerti kesibukan sang menantu yang meningalkan pekerjaanya.


" iya al... pakai saja mobil ku. nganggur kok" alim meyakinkan


alwi melihat wajah istrinya nampak tak senang dengan keinginan semua.


" kita pakai motor saja deh yah. bun... biar bisa romantisan gitu" nafik melotot mendengar jawaban alwi.


tiba tiba ruangan itu jadi ramai dengan tawa. dan nafik menunduk malu dengan ucapan alwi. mereka sarapan setelah sarapan alwi dan nafik siap meluncur dengan motor sport ninja warna merah miliknya yang waktu pernikahan di bawa rifat dan di tinggal di Jepara.


nafik sudah lama pengin bonceng motor seperti itu. alim dan ibra punya motor sport. tapi nafik selalau ragu. karena yang bonceng meski menempel pada sang pengemudai. nafik jadi menyimpan keinginan. dan kini sudah ada ada yang khalal dan ada kesempatan maka nafik setuju dan senang saat alwi bilang pulang ke kudus naik motornya.


setelah pamit dan salam motor itu mulai melaju pergi menjauh dari pondokk


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2