Calon Makmum Putra Kyai

Calon Makmum Putra Kyai
Umi Salamah


__ADS_3

UMI SALAMAH.


Salah satu senior di pondok. dia sepupu jauh nafik bahkan nafik baru kenal dia di pondok ini. dia sudah 12tahun tinggal di pondok. badan nya kecil kurus agak tinggi. gadis turunan jawa dan trans ke Sumatera tapi dia tetap pilih mondok di jawa.


sebenarnya kalo di pikir pikir nasib salamah dan nafik hampir sama. selalu jauh dari keliarga sejak kecil. terpisah di pondok untuk menuntut ilmu demi masa depan mereka. belajar mandiri dan tekun dalam menuntut ilmu. tapi dia jauh lebih tua beberapa tahun dari nafik.


usia mereka terpaut 5 tahun. umi salamah seorang khafidzoh. sudah beberapa tahun lalu dia khatamkan. hari ini nafik mau minta tolong untuk di temani sowan ibu nyai dan matur untuk ikut sorogan dan mentartil hapalan.


"assalamualaikum" nafik mendatangi salamah di kamar khusus para kjafid.


karena di pondok ini kamar calon khafidzoh dan para pelajar dan anak santri biasa di pisah. dan selama ini nafik ada di kamar pelajar karena statusnya yang sekolah umum.


"waalaikum salam dek manaf" senyum itu lembut dan ramah.


senyum yang pertama di lihat nafik saat pertama masuk di pesantren itu. senyum menenangkan sekali.


"dek ..jadi sowannya? " tanya umi.


"jadi mbah" jawab nafik semangat.


"kalo begitu mari jam segini umi luang


waktunya" ajak salamah segara

__ADS_1


nafik mengangguk dan jalan mengekor di belakang salamah manuju dhalem kediaman ibunyai.


setelah uluk salam dengan menunggu duduk di lantai. karena ruangan itu memeng tidak ada perabot sama sekali. dengan gelisah nafik menunggu bersama salamah.


terdengar suara tawa dari arah sebuah kamar yang berhadapan dengan ruangan itu. kamar itu milik sang gus.


lalu pintu kamar pon terbuka. seorang pemuda tampan keluar. tawanya terhenti setelah melihat ke dua santri yang duduk di sana nafik pon penasaran dan memalingkan wajahnya sehingga tatapannya matanya bertemu dengan mata pemuda itu.


deg....


deg....


dengan cepat nafik menundukkan kepala. mencoba menata perasaanya dengan istighfar bekali kali.


"mbak salamah mau menemui umi?" tanya pemuda itu. tapi pandangan matanya tertuju pada nafik.


"sebentar saya pangil kan" jawab alwi.


alwi pon pergi kedalam yang membuat nafik kaget karena melihat penampilan pemuda itu yang nampak modern dengan bawahan celana jins tiga perempat dan kaos distro yang kece. bayangkan betapa keren dia beda dengan biasanya yang ber baju koko dan bersarung dan tidak lupa peci nya. penampilan yang nampak arif menenangkan pandangan para akwat.


tidak lama umi pun datang nafik pun segera menyampaikan niatnya dengan di bantu salamah untuk meyakinkan umi. agar di ijinkan ikut sorogan kafidz


"kenapa buru2 nak.....? kamu kan juga masih sekolah..... kelas berapa?" tanya umi beruntun.

__ADS_1


"kelas 2 SMA umi" jawab nafik dengan pandangan sayu


"la kamu mulainya setelah lulus saja" mendengar hal itu nafik meremas ujunng jilbabnya


"sebenarnya dek nafik hanya tinggal lanyahan umi tidak undaan lagi" dukunng salamah


"mbak ummi" desah nafik


tapi keterangan Salamah berhasil membuat umi kaget dan lebih menatap nafik dengan seksama. nampak semburat kegelisahan nampak di wajah tertunduk itu.


"baiklah nak kamu boleh lanjutkan ngajimu asal tidak menggau sekolah mu" pinta umi.


"kamu ikut sorogan mulai besok pagi'' lanjut umi


" trimakasih umi.... kalo begitu kami undur pamit assalamualaikum" pamit mereka.


" waalaikum salam" jawab umi


salamah dan nafik pun kembali dengan senantiasa senang ahirnya keinginan nafik bisa terlaksana.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2