Calon Makmum Putra Kyai

Calon Makmum Putra Kyai
Akhirnya Bersama Selamanya.


__ADS_3

alwi masih memeluk hangat dan kuat bidadari nya. dia tidak peduli kini sudah jadi tontonan gratis banyak orang . rindu beberapa bulan kini luntur hilang harapan menunggu sebulan lagi dan rencana untuk menjemput sang istri gagal semuanya.


kini wanita tercinta nya sudah ada di pelukan hangat nya. memang nafik sangat rindu pada suaminya tapi rasa kasih pada sang putra melebihi segalanya kini alwi jadi yang ke 2 dalam prioritas nafik. karena faz masih anak anak sedang alwi bisa mengurus diri sendiri.


pelukan itu masih hangat nafik yang dari tadi nyaman kini mulai tidak nyaman dengan adegan romantis itu. Dia lama lama merasa sesak di bagian perutnya karena alwi menekan dengan kuat bayi yang ada di kandungan.


"abi... kita jadi tontonan" protes nafik mendongak menatap mata hasel zaujienya penuh cinta dan kerinduan yang mendalam.


"siapa peduli orang yang di peluk istri sendiri" kata alwi cuek sambil mengecup kening sang istri nafik jadi malu dan memerah pipinya.


"umi... peduli. .. karena abi sudah menjepit anak yang masih belum lahir" keluh nafik pelan pelan menjelaskan pada pria tampan yang selalu dia rindu dengan sepenuh hati. alwi pelan pelan menguraikan pelukan hangatnya.


"astagfirullahalazim.... afwan afwan....." alwi baru sadar dan ingat dengan kehamilan sang istri. di elusnya perut nafik yang membesar itu. maklum lama tak jumpa tau tau sang istri sudah berbadan dua lagi.


" tidak apa apa. .. Mereka tau kalo abi nya rindu? ayo bib kita pulang... zaujah sudah lelah" kata nafik menenangkan. sambil jalan mengajak pulang je dalem.


"mereka. ..?" alwi menatap nafik penuh tanya dengan ucapan ambigu sang istri itu.


"kita akan di beri sepasang bi...." nafik membisikkan di telinga alwi perihal kehamilannya


"sepasang. ... jadi ini...." alwi kaget. menatap tajam pada sang bidadari dia dari tadi baru sadar dengan perut sang istri yang lebih besar seperti wanita hamil tua.


"twins..... cewek cowok. .. selamat ya abi" ungkap nafik dengan berjalan pulang. merengkuh tangan sang suami dengan mesra.


"bidadari kau berutang banyak hal pada habib." alwi tau semua kenakalan sang istri sekarang.


"iya... abi boleh tanya. .boleh.... marah... apapun zauhah terima" pasrah nafik sudah pasti alwi akan sangat marah kenapa nafik mesti menutupi kehamilannya yang. kembar.

__ADS_1


alwi tidak jadi marah melihat sang istri. apa lagi dengan kejutan demi kejutan yang dia dapat dari bidadari nya tercinta. hanya ada rasa bahagia sekarang. walaupun dia nampak kesal kalau berdebat dengan sang istri dia pasti kalah telak.


faz berlari di ikuti si kembar keluar dari pintu samping. anak kecil itu sangat ceria dan tidak merasa lelah sama sekali berteriak tertawa menjerit karena di goda hasan dan husain. membuat alwi menuntut jawab an dari nafik dengan kehadiran sang putra tercinta.


alim yang dari tadi berjalan dengan insan di belakang alwi dan nafik juga belum di sadari alwi. menurutnya sang istri baru datang dari kairo dan memberikan kejutan manis untuknya. tapi kejutan demi kejutan benar benar buat bingung.


"bibi....." tetiak faz berlarian menuju alwi . tubuh kecil itu sudah di angkat alwi tinggi tinggi karena senang di ciumi pipi gembul sang putra.


"faz.... fazhanya bibi kamu datang dengan siapa?" alwi mulai bertanya pada sang putra.


" mimi.... dan ammun alim dan ammun hasan dan ammun husain" celoteh faz dengan lucu di gendongan sang abi.


"zaujah....antum harus menjelaskan semuanya" alwi menatap sang istri


sekarang penuh banyak pertanyaan ddi benak nya.


"kalau mau marah nanti saja al... Dia sudah kelelahan sejak sampai sudah keliling Jepara , kudus dan demak" cerita alim setelah mencegah alwi marah.


"naam...." jawab nafik yang mulai kelelahan.


" ihsan tolong siapkan air panas. ... dan faz ikut ammun duluan ya..." printah alwi pada ihsan kerena di lihatnya kaki nafik yang membengkak.


"naam... abi" jawab ihsan segera pergi ke dapur.


"ammun husain... gendong" faz beralih ingin di gendongan ammaun nya yang sedikit pendiam.


"oke... apa yang tidak buat gus kecil" husain setuju.

__ADS_1


alwi memapah sang istri mendudukkan di sofa dan mulai memijit kaki nafik yang bengkak karena kehamilan. dia ingat


hamil faz juga demikian pasti selama ini sang istri sangat kerepotan sendirian.


Setelah ihsan datang alwi mengompres kaki sang bidadari dengan penuh rasa bersalah. karena tidak peka dan mengerti tentang sang istri.


" jangan merasa bersalah bibi... zaujah lah yang salah menyembunyikan semuanya dari habib" nafik mengelus wajah alwi penuh cinta.


"habib juga minta maaf...tidak bisa menjadi suami yang baik" alwi menatap nanar sang istri.


faz datang menyelip di antar keduanya seakan dia tidak mau ketinggalan. acara keluarga hangat ini.


"yang terpenting kalian akhirnya bisa bersama mewujudkan mimpi mimpi bersama" puji kak alim tenang sekali.


"kak alim benar. .." alwi senyum setuju


"bibi. .. mimi... faz ngantuk. .." celoteh sang putra.


"ayo kita tidur. ..." ajak bibi menggendong sang putra masuk ke kamar.


akhirnya mereka kini bisa bersatu lagi tanpa aral rintang. alwi juga mengandeng sang istri untuk istirahat di kamar.


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2