
Selama ini alwi selalu bisa bersabar dengan segala macam kemelut dalam rumah tangganya. tapi kali ini menurutnya jelas sudah di luar batas kewajaran. mendengar sang bidadari mengutarakan sebuah janji yang sangat mustahil baginya. memberikan bayi yang jelas belom lahir pada kakak nya apa hati istrinya setega itu dan pilih tidak meperdulikanya.
saat ini dia masih merenung. dia bukan tipe mengumbar emosi dengan bebas lebih ke memendam sendiri kekesalanya .
tapi karena kemarahan itu dia tidak konsen untuk mengajar di kampus. entah marah atau sakit hati atas perkataan nafik. dia sendiri tidak bisa mengutarakan. memendam kemarahan sangat menyakitkan sekali.
saat ida kholil dan nafik kuliah. alim dan mar ah melakukan liburan sendiri. Setelah mendapat dukungan dari nafik mar ah sudah nampak semangat secara tidak sadar itu mungkin menjadi sebuah kekuatan untuk mar ah kembali bahagia. dalam pikiranya tidak serumit pikiran alwi.
sampai di rumah alwi masih saja diam membatu. tidak ingin mengamuk atau melampiaskan sama sekali.
nafik merasa aneh dengan gelagat sang suami dari kemarin alwi mendiam kanya. walo bicara hanya sekadar nya saja. nafik mulai curiga pasalnya dari kemarin dia baik baik saja malah sangat bahagia dengan pernikahan adiknya.
tapi 2 hari ini dia diam menahan marah. nafik tau kalo begitu sang suami sedang marah besar karena tidak biasanya dia akan membiar kan dan nengabaikannya tapi kini nafik sudah tidak tahan dengan aksi diam ini.
"habib... kita perlu bicara" ajak nafik
"ada apa?" tanya alwi dingin berusaha untuk menghindar.
cuek sangat kelewat cuek nafik sedih di perlakukan begitu tidak ada panggilan sayang sama sekali. tidak ada kemesraan dan sikap manja suaminya.
"apa habib marah pada zaujah,?" tanya nafik lembut duduk di sisi alwi.
__ADS_1
"tidak" jawab alwi ketus memalingkan muka.
"pandang wajah zaujah habib.... apa zaujah berbuat salah" nafik menarik wajah alwi tapi pria itu menolak.
alwi malah berpaling tidak ingin menatap sedikitbpun ke arah istrinya di dalam dirinya berkecamuk semua masalah.
"apa kesalahan zaujah habib.... bicarala biar zaujah bisa memperbaiki diri" sakit dada nafik di abaikan. bayi di perut juga seakan tau kalo miminya sedang terluka hati. perutnya terasa kram sedikit tapi nafik mencoba menahan rasa sakit itu.
alwi hanya diam menahan sakit di dada nya. kemarahan belum juga hilang sama sekali. mulutnya pun seakan terkunci tidak mau bicara.
"kalau habib diam bagai mana zaujah tau kesalahan nya?" bujuk nafik tak di respon
"aku mohon... bicaralah...." mohon nafik suaranya makin bergetar. air mata nya lukuh jatuh tak berasa.
tak adarespon dari alwi sama sekali . nafik mencoba menahan sakit nya sambil sesekali mengelus agar tidak kontrasi. nafik beralih membuka lemari pakaian setelah tidak di gubris di abaikan di diam kan . nafik menari laci dan mengambil sesuatu dari sana ada beberapa surat yang nafik bawa. mendekat lagi ke arah alwi menyerahkan surat itu yang sangat banyak.
"ini.apa?" alwi penasaran menatap sesuatu yang di acungkan sang istri. lalu menatap nafik dengan penasaran.
"surat lamaran... mereka mengajukan khitbah pada habib" jujur nafik tanpa di tutup- tutupi sama sekali dan berusaha menghapus air mata nya.
"khitbah" alwi kaget.
__ADS_1
"kalo habib tidak mau bicara masalah apa yang buat habib marah ya sudah afwan.... zaujah iklas meminta maaf." nafik pasrah dan memilih duduk di ranjang membaringkan diri agar sedikit tenang.
alwi masih terpana melihat surat surat itu semua dari para gadis yang ingin di nikah sama alwi. mereka rela jadi madu dari nafik. alwi bahkan tidak tau kalau sang istri selama ini menerima berbagai surat ini.
"kalo habib mau terus mengabaikan zaujah tidak masalah biar zaujah pergi saja" nafik beranjak akan pergi keluar setelah tenang. dia meningalkan alwi yang duduk di sofa.
sebuah tarikan kencang menahan langkah nafik. alwi baru sadar kalo saat ini sang istri sudah menangis. dia tidak mau kehilangan bidadari nya kalo harus pergi meninggalkan nya sendiri.
melihat sang istri ingin pergi hilang sudah kekesalan alwi. lain kali saja dia minta penjelasan sang bidadari.
kalo benar nafik akan pergi akan jadi masalah yang lebih rumit. apa lagi saat ini nafik sedang hamil. tidak boleh tertekan dengan hal yang bisa membuat ibu dan bayi nya kesakitan.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.