
Nampak nafik duduk mencakung di sofa kamarnya. dia sudah selesai isyak dan sudah ganti baju. mampak kelelahan di wajahnya. pikirannya entah menerawang, di mana. tak terbayang 2hari lagi masih ada acara di kudus dan perjalanan ke kairo mesir. sudah terbayang sangat melelahkan.
"Ya Alloh.... kenapa aku melakukan hal tak berguna begini." nafik mendesah.
alwu belum juga kembali. sepertinya dia akan begadang ngobrol dengan teman2 nya. nafik melepas hijab nya mengurai rambut panjang sepinggang. pelan pelan duduk menyisir di depan meja rias.
wajah putih bersih tanpa make ap sama sekali. rasanya nyaman sudah berhari hari tidak melepas ikatan rambutnya.
"sulit ternyata melewati semua ini.... aku kira semudah angan. ..." gerakan tangannya berhenti.
"Ya ALLOH sampai kapan aku melakukan sesuatu yaang akan menyusahkan orang.... menyakiti merka apa memang sebesar itukah egoku.?" lagi lagi nafik melakukan sesuatu tapi berfikir ke arah lain. dia pindah ke tempat tidur dengan mulut sedang tadarus tapi pikiran entah ke mana. lama lama kantuk pun datang.
alwi datang lampu sudah di matikan .hanya ada cahaya temaram dari lampu tidur di atas nakas. di lihatnya sang istri menyandar di tempat tidur sampai terlelap. di dekayinya dan duduk di samping nafik membelai rambut indah panjang itu. mahkota nafik yang baru dia lihat. sudah dari kecil nafik tak pernah memperlihatkan auratnya walo dengan wanita sekalipun.
"indah....cantik sekali... syukron ya zaujah kau sudah menjaga semua ini untukku" sebuah kecupan hangat mendarat di kening nafik.
"habib jangan pergi" sebuat tarikan kuat menahan alwi saat akan berlalu untuk ganti baju.
ternyata nafik belom pualas tidurnya. dia selalu mudah terusik dengan gerakan sehalus apapon.
__ADS_1
" habib tak akan ke mana mana bidadari" alwi kembali duduk kini ikut menyandar di kasur.
"afwan....." nafik menyandarkan kepalanya. untaian rambut jatuh kedepan.
"kau sudah janji tak akan menangis lagi.....apa yang aku lakukan menyakiti mu?" alwi ingat siang tadi saat kumpul dengan semua nafik menangis.
"sedikit....." jawab nafik.
" pasti banyak. ...".alwi mendesah menarik nafas panjang
" apa yang ku kakukan sudah menyakitinya" pikir alwi sambil memilin rambut istrinya.
"istri mana yang tak sakit bila selalu di abaikan?" tiba tiba kata itu meluncur begifu saja dari mulut nafik.
"apakah itu tak akan mengganggu nanti kalo saja benih itu tumbuh?" alwi hati hati menanyakan.
"kalo habibi masih belum bisa menerima keputusanku ya apa nama dari hubungan kita ini.?... habib kawatir masa depanku atau tak ingin aku jadi ibu anak anak mu" alwi terhenyak kaget nampak ada kemarahan di sana. mata mereka saling bertemu. dan bulir bening itu luluh lagi.
" bukan jangn berfikir terlalu jauh bidadari?" alwi nerengkuh tubuh istrinya dalam pelukan dan mendekap erat.
__ADS_1
" kamulah... satu satunya orang yang paling pantas .... afwan kalo hal itu menyakitimu." bisik alwi di telinga nafik meyahkinkan.
" sebegitu menyakitkan kah bidadari. aku sudah melukai mu...... mari kita perbaiki semuanya" alwi menghapus air mata nafik pelan penuh kasih.
"mari kita perbaiki semuanya...." alwi mengecup mesra kening sang istri penuh cinta.
malam itu mereka saling memberi saling menerima dalam sebuah keintiman. menyalurkan hasrat yang terpendam dalam kehalalan. menbuang hauh pikiran buruk saling menyakiti. sudah tidak hawatir lagi kemungkinan yang meragukan hati sanubari.
memilih menyatukan ego mereka. menepis angan yang tak perlu dalam ikatan cinta yang di landasi pada ibadah kepada Allah.
menyatukan diri dalam cinta yang sebenarnya. tidak perlu khawatir akan saling menyakiti dan saling merugikan. karwna mereka sidah saling menginginkan . hubungan mwlwbut menjadi satu ikatan yang sangat kuat. cinta....
.♥
♥
♡
♡
__ADS_1
♥
♡♡♡♡