Calon Makmum Putra Kyai

Calon Makmum Putra Kyai
Alim dan Mar ah: Denganmu Pilihan ku


__ADS_3

Alwi sudah kembali.


sudah beberapa hari alwi pulang. banyak pekerjaan yang tertunda. tentang usaha dan mengajar di madrasah. karna pinta nafik alwu tak jadi mengundukan diri dari sekolah prima. tapi sekolah itu justru tempat yang penuh kenangan dengan bidadarinya. walo bukan kedekatan yang intens tapi di sekolah inilah alwi bisa dekat sebagai pembimbing walau sebenarnya nafik tak butuh bimbingan sama sekali.


kini hari harinya yang sibuk sudah kembali. melakukan banyak kegiatan untuk menghilangkan rasa rindu yang mendalam.


alwi baru kembali dari madrasah mengajar. pandanganya tertarik pada sebuah mobil yang terparkir di halaman dhalem. alwi tau mobil siapa itu sang kakak ipar.


seorang pemuda tampan idola kamula muda berdiri gagah di samping mobilnya terus tersenyum menyambut adik nya saat sudah dekat di peluknya alwi hangat.


"assalamualaikum gus has...." salam alim ya yang datang alim kakak nafik.


" waalaikum salam hei kakak ipar apa kabar" alwi merapat kan pelukanya sambil menepok bahu alim.


"aku Alkhamdulillah. ... kapan balik dari kairo?" terpancar kebahagiaan di wajah itu.


" seminggu yang lalu kak...." jawab alwi mantap.


"tapi sepertinya antum yang kurang baik.... sudah kangen.?" goda alim. pipi alwi memerah terasa panas di umbun ubunnya.


alwi tersenyum mendengar ledekan sang ipar itu. dan alim makin melancarkan candaan dan godaan pada adik ipar nya itu.

__ADS_1


" kakak bisa saja....ada perlu apa nih kak lim datang.? perlu sama ana atau abi.....?" alwi mengalihkan pembicaraan dia sudah tak tahan mendengar semua itu.


" ana perlu sama umi... mau minta tolong." jujur alim


" sama umi... ada apa nih...?" alwi. penasara mulai kepo.


" nanti amtum tau. ..." masih di rahasia biar kejutan.


"wah... sudah main rahasia rahasian nih... ya sudah ayo masuk" ajak alwi


alwi mengajak alim masuk kerumah untuk menemui umi. alim mengungkapkan niatnya dan akan menagih jawaban dari seseorang mengenai keseriusan niat baiknya untuk beribadah di jalan ALLAH.


di kebun pesantren.


saat itu yang buat mar ah ragu adalah perasaan yang dia miliki sudah jatuh pada pria lain. menjalin cinta dengan seorang senior di pondok mar ah berharap bisa bahagia tapi semua pupus sudah. perasaan yang berlebihan memang tidak bagus. mungkin saat ini belum jelas apa yangbdi rasakan mar tapi melihat ketulusan alim dan penolakan manan pria yang di sukainya membuat mar ah yahkin dengan keputusannya saat ini.


serong santri datang dengan lari lari. tubuhnya penuh peluh. sepertinya dia sudah mencari mar ah cukup lama.


"assalamualaikum mbk mar" sapa santri itu.


"waalaikum salam dek ada apa?" tanya mar ah yang sedang bersama tiar.

__ADS_1


"mbak di cari umi ... di minta datang ke dhlem ada ada gus ipul....itu pesan umi" ucap santri itu setelah tenang


" syukron kasiron ya dek...." ucap mar'ah senyum.


" afwan..." jawab nya.


gadis itu pergi sesimpul senyum di bibir mar membuat tiar bingung. tapi dia sudah lega karena kini ada cahaya di wajah yang beberapa hari suram itu.


" ayo mar... beliau sudah menunggu. .." ajak tiar semangat.


" temani ya mbak. ...." pinta mar ah.


" iya... semoga pilihan mu ini lenbih baik ya...." doa tiar tulus.


"amin..." mar ah yahkin.


ke dua gadis itu segera pergi ke ndhalem untuk menemui alim....


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2