
Walau mereka belom mengerti apa yang membuat nafik menangis. tapi sepertinya apa yang di lakukan alwi barusan telah membuat perasaan menjadi tenang. rasa yaman yang merasuk sanubarinya tiba- tiba.
"siapkan pernikahan....." semua kaget mendengar alim bertriak.
"benar kan ayah.... kau kalah." alim bicara dengan sang ayah dari vace call.
"iya... ayah sudah janji pada sang putri tak akan ingkar" jawab sang ayah.
teryata dari tadi ibra melakukan panggilan vace coll dengan sang pekde. mereka sudah sepakat untuk membantu sang putri memperjuangkan kemauan. walo sang ayah dari awal mengandalkan sikap berbakti sang putri. tapi keinginan nafik lebih besar apalagi kini dia bisa merasakan dan menentukan perasaan.
"lia apa kau sudah menentukan pemenang hatimu nak?" tanya sang ayah
"sudah ayah....." jawab nafik.
"ya sudah umumkanlah..... ayah akan mengurus yang lain.... dan alim..... ayah mengijinkanmu menjadi wali adikmu." kata sang ayah meyahkinkan.
"trimakasih ayah.... sudah mau mengalah...." nafik merasa ada ketulusan dari sang ayah. orang tua mana yang tak mau melihat sang putri bahagia. apapun akan dia curahkan.
suasana tiba tiba tenang. semua sudah duduk berkumpul di terpal yang di bentangkan. menunggu apa selanjutnya yang akan terjadi. ada yang sudah faham ada yang bisik bisik belom mengerti.
__ADS_1
"assalamualaikum saudara ihwan dan akhwatku semuanya.... trimakasih atas kehadiranya. hari ini adakah hari yang bahagia di mana kita menjadi saksi hidup bersatunya dua cinta yang penuh ketulusan saling memperjuangkan .... dan diharap tidak ada yang iri..... marah....apalagi dendam. kita semua sudah sepakat apapun hasil dari kemauan sang putri kita sesuai dengan harapan. bukan begitu....?" lekhan jadi pembawa acara.
sedangibra masih sibuk dengan dokumentasi dan voice coll nya karena itu keahliannya.
"mari.... kita dengar sang putri kita akan memilih...." lehan mempersilahkan sang kakak.
" assalamualaikum. ...semuaya. sebelomya saya minta maaf. kalo beberapa hari ini. prilaku saya sudah menyusahkan kalian.... tapi ini pilihan saya. saya tak mau menyesal dengan kehendak orang lain dan dengan tulus saya menerima mahar yang sudah saya minta. dan salah satu dari mereka sudah mamenuhi sarat... sesuatu yang indah tidak mahal adalah suara. sesuatu yang bisa menjadi penolong kita kelak adalah al qur'an. ... dan yang menceritakan agar kita tidak mendustakan akan nikmat adakah surah AR ROHMAN. dan gus has sudah mayerah kannya dengan iklas dan penuh ketulusan .... jadi sekarang aku menerimaamu sebagai calon imamku." urai nafik panjang lebar.
"Alkhamdulillahirobbilalamin...." ucap semua hadirin
senyum bahagia terbingkai di bibir alwi. ahirnya sang bidadari nya mau menerimanya dengan setulus hati. tak ada ketakutan penolakan lagi kak ada kehawatiran kehilangan.
"amar.... maaf. bukan aku mau mempermainkanmu tapi inilah pilihanku" nafik mohon maaf pada amar
"tetima kasih. ... aku doakan kau segera dapat yang lebih istimewa...." alwi memberi semangat.
"tapi tak kan seperti aulia. .. oh... kau memangilnya apa manaf. .. seperti pangilan untuk cowok" grutu amar hilang kan sikap dewasanya tadi.
"manaf.... pangilan dia di pesantren. pendekan dari.... aulia umi nafik jihan" urai alwi.
__ADS_1
"itu nama panjang nya... bahkan aku taktau..." amar memasang muka bloon nafik gedek melihatnya.
"nama saja tak tau kanapa ngotot mau kamu nikahi" dhoni jadi gemas tapi amar cuma nyengar - nyengir.
"mereka kan sudah kenal setahun jadi pantas sudah tau segalanya....." alasan amar.
"amar fauzan syaahreza... putra bungsu syaahreza utama pewaris kedua utama Corp lulusan australia pernah mondok di jombang. hobi menyelam dan balap..... lahir 27 september 24 tahun lalu....ikut di dunia bisnis 3 tahun terakhir termasuk jajaran excekutiv muda yang ternama'' urai nafik menyebutkan cv lengkap.
amar terpaku menganga dia bahkan sekedar nama lengkap nafik saja taktau.
" dan diralat saya kenal gus has sudah 5 tahun.... mungkin iya beliau kenal saya baru 1tahun" nafik masuk kedalam tenda untuk bersiap.
meningalkan mereka yang bingung.
.
.
.
__ADS_1
.
.