
Sebagai seorang pria ibra punya prinsip dan tekat yang kuat sendiri. nafik yang sangat marah tidak akan menghentikan niat baiknya untuk menyunting nawa. Dia tetap kekeh dengan niat besarnya itu. melihat betapa besar ibra peduli membuat hati nawa luluh dan bahagia. ini baru kali pertama ada orang lain. selain sang ayah yang peduli pada nya.
bagi nafik keputusan ibra mutlak milik ibra sendiri. dia juga tidak akan ikut campur keinginan nya adalah melihat ibra bahagia dan sadar kalo dia melakukan semua pilihanyan. itu demi dia bukan demi orang lain.
nafik tidak serius marah besar pada ibra. hanya ingin tau apa nawa menerima ibra dengan iklas dan tulus dan ibra melakukan semua demi. dirinya sendiri tidak karena nafik atau alwi. tapi murni katena cinta pada ROBBNYA.
"aak al mau mbak naf marah aku tidak peduli aku tetap akan menikahi nawa. " ibra serius dengan niat baiknya.
"itu terserah kamu bra..... mbakmu menyatakan semua hanya berharap untuk melakukan semua ini bukan karena dirinya tapi demi dirimu sendiri. dan nawa kalo kamu benar sayang pada ibra kami hanya bisa mendoakan semoga kalian bahahia" nasihat alwi setuju dengan pilihan ibra itu nawa
"trima kasih ustadz....." saat nawa sedikit tenang mendengar alwi setuju.
"ibra antar nawa. ... aku akan menghibur mbakmu.... nampaknya ahir ahir ini dia banyak pikiran" pinta alwi. dia sudah melihat nawa mulai kepayahan mendengar semua kemarahan istrinya
"iy aak.... mari nawa aku antar kau pulang" ajak ibra.
"iya... saya permisi dulu ustazd assalamualaikum" pamit nawa
"waalaikumsalam hati hati di jalan" pesan alwi mengantar sampai ke pintu.
"iya.... tolong bujuk mbak naf!" pesan ibra sebelom keluar pintu dan pergi.
"itu mudah...." jawab alwi santai dan tersenyum.
alwi menghantar sampai pintu. setelah ibra dan nawa pergi alwi segera menghampiri nafik di kamar. tadi setelah meluap kan amarahnya dia pergi ke kamar karena perut nya terasa kram.
ibra mengantar nawa. dia menyetir dengan tenang dan pandangan terus lurus kedepan tidak mengeluarkan suara sama sekali. sedang nawa diam menatap ibra yang sangat serius dengan muka datar nya.
nawa gelisah setelah mendengar semua perihal perasaan ibra pada nafik selama ini. kalo ibra melakukan pendekatan pada nya karena demi nafik tidak tersakiti nawa lalu apa nama hubungan mereka. semakin lama memikirkan semua itu nawa jadi pusing.
ibra melirik gadis di sampingnya memegang pelipis dan memijitnya pelan membuat ibra khawatir.
__ADS_1
"apa kamu sakit?" tanya ibra khawatir
"kepalaku pusing" keluh nawa dengan memijit kepala nya yang sakit
"kamu bawa obat.....?" ibra mulai panik
nawa hanya nengangguk mengiyakan pertanyaan ibra. pemuda yang dari tadi diam tiba tiba berubah panik. dengan cepat dan pelan ibra memarkirkan mobil di pinggir jalan lalu membantu nawa mencari obat.
"di mana obat nya....?" ibra membongkar semua dasbor mobil. tapi tidak menemukan apa pun.
"tas...." nawa menunjuk tas di atas jok belakang.
dengan cepat ibra meraih tas . mencari botol kecil berisi obat. dengan cekatan menbuka botol menuang isinya. ibra pun mencari air minum tapi tidak dapat dia segera keluar membeli untung mereka parkir di dekat toko.
nawa masih berusaha menahan rasa sakitnya dengan susah payah. tidak berlangsung lama ibra datang membawa sebotol air dan menyodorkan pada nawa untuk minum obat.
"ayo minum obat mu....!" printah ibra.
"bagaimana...?" ibra sangat panik kawatir takut nawa anfal lagi
"sudah baikan. ... trima kasih" jawab nawa menengkan.
"maaf.... sudah membuat mu sakit" ibra memelas menatap nawa yang pucat.
"ini bukan salah mu..... ini salahku. aku saja belum merebut suami orang sudah di cap buruk apa lagi sudah merebut apa tanggapan mereka pada ku" keluh nawa mengingat semua orang menjelekkan.
"jangan kau pikirkan itu... aku melakukan semua tadinya karena mbak naf..." ucapan ibra terpotong menatap nawa dengan pandangan lembut dari balik kaca mata nya.
nawa berpaling membuka mata menatap nanar kerah ibra. dada nya tiba tiba sakit mendengar kejujuran iibra.
"jadi benar kau pernah menyukai nya?" nawa penasaran.
__ADS_1
"iya.... tapi itu dulu. .... karena perasaan itulah aku sering mendekati wanita tapi masih dalam korek wajar dan cap play boy pun di sematkan." cerita ibra
"oh... pengelana cinta. .. Lalu apa hubungan kita?" canda nawa berusaha tersenyum.
"aku serius ingin menjadikan mu pendamping sampai ke jannnahNYA" jujur ibra.
nawa merasa masiqul dengan ungkapan ibra. nawa melihat semburan kebahagian dan keseriusan di wajah tampan yang terbingkai kaca mata di samping nya itu.
"zanawa miftah al khadak aku serius ingin meminangmu.... mari kita sama sama merangkai cerita cint kita sendiri mulai dari awal kita saling terima!...... apa kau setuju?" lamar ibra serius
"kalo kau sangat serius. .. aku setuju. muhammad ibrahim al kaff mari kita menikah" terima nawa dengan iklas dan rasa haru.
"secepatnya. ..." setuju ibra
"antar aku pulang aku akan sampaikan kabar ini pada ayah." mohon nawa
"baiklah....." ibra setuju dan tersenyum lega.
mobil itu melaju lagi setelah mereka saling berikra tantang perasaan. saling menerima kekuraangan hingga sampai sepakat menikah.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.