
Sepasang sejoli ini masih di montel. niat untuk jalan malah berakhir uraian air mata sang bidadari.
udara yang sejuk sudah tak mampu meredan hati mereka yang memanas. ucapan nafik yang menurut alwi tidak beralasan sempat membuatnya marah.
sedang nafik mengatakan itu karena takut sang suami akan tidak mampu menahan diri lagi. dia hanya membetikan pilihan. kalo alwi mau tidak masalah bagi nafik dia akan belajar menerimanya. kalo alwi bisa menahan diri justru Alkhamdulillah.
" ku mohon bidadari. ... jangan mengatakan sesuatu yang akan menyakiti diri mu sendiri" nafik masih terisak di pelukan alwi.
"aku... hik... mengat... akan hik... semua it.... tu hik.. justru untuk.. hik... menenangkan hatiku ... sendiri habibi" nafik masih menangis.
" tapi kenapa kau menangis berarti kau belom ikhlas" alwi membelai kepala nafik menyalurkan kasih dan cinta.
"istri mana yang mau di madu. ...." isakan nafik mulai hilang.
" kau..." nafik tersenyum kecut.
__ADS_1
" aku hanya menawari.... dari pada habib diam diam melakukan nya." sebenarnya hati dan mulut nafik berkata lain.
" aku tak akan mampu adil jihan..... kau sudah susah payah mengejar ku dan mau lklas begitu saja....?" alwi menyahkinkan diriya sendiri. hal yang di utarakan nafik sangat aneh.
" aku rindu sekali pangilan itu..... dan aku percaya pada mu kalo suatu saat kau berubah pikiran pun aku akan belajar ikhlas" nafik merasa ternyuh saat alwi menyebut nama pangilan nya dulu saat di semarang.
"jihanku.... mas manafku... neng lia ku.... bidadariku. .. hentikan ocehanmu... habib tak suka" alwi menampakkan smik nya emosi marah memuncak.
"afwan....habibiku....maaf gus ku.... sorry mr matematikaku..." ganti nafik membalas ucapnya alwi dengan memegang tangan sang suami.
" beranjilah.... jagan berfikir yang aneh aneh.... setelah resepsi kita habib akan berhenti mengajar di sekolah. habib akan konsen bantu bantu di pesantren urus usaha dan dakwah.... doa in habib ya!" pinta alwi mengutarakan rencananya.
"inshaalloh habib......." kini mereka sudah tenang setelah saling mengutarakan isi hati. seperti membuang sebongkah batu beban ke laut dalam .kini hanya tinggal ketenangan.
ingin pergi tapi tidak ingin meninggalkan. rasa berat untuk terpisah mungkin karena hati yang kini sudah saling terpaut harus ada yang mengikhlas kan. alwi sedah lklas karena ini demi bidadarinya agar tak kehilangan kesempatan mendapat aoa yang diainginkan. alwi meski mengalah dan merelakan bidadarinya pergi dan berharap kembali dengan kebangaan.
__ADS_1
suasana makin rame kini nafik jalan mencari makan. walo tidak main air pakai an nafik hampir basah karena kena angin yang menerbangkan air terjun. nafik mulai kedinginan. alwi yang main air di biarkan saja oleh nafik dari tadi sibuk di rekam di hanpone nya. dan di ap di beberapa akunya.
sesaat banyak banjir komentar di sana dari sepupu. teman kenalan ada pro dan kontra disana. kenapa tak ajak kenapa diam diam. nafik jadi pusing mendengar nya. dan baca komen komen di hpnya.
alwi mendekaat setelah ganti baju. nafik sudah siap dengan makanan yang di beli kini keduanya asik menikmati selesai maka segera mencari mushola karena sudah waktu Zduhur.
lalau di lanjutkan ziarah di makom sunan meria yang masih di kabupaten kudus juga. beliau termasuk wali 9 yang menyebar kan agama islam. di tanah jawa dengan penuh perjuangan.
''
''
''
''
__ADS_1