Calon Makmum Putra Kyai

Calon Makmum Putra Kyai
Keinginan dan Harapan Mereka.


__ADS_3

nafik sibuk dengan mengerjakan tugas kuliahnya dengan di bantu sang suami. alwi meningalkan dia kekamar sebentar untuk menyelesaikan urusanya sendiri.


tugas yang banyak sangat melelahkan sampai dia tertidur di meja sofa ruang tamu. alwi yang baru keluar dari kamar melihat sang istri tertidur sangat tidak tega. alwi duduk di samping kepala nafik membelai pucuk kepala nafik dengan penuh kasih dan cinta. nafik tak terganggu sama sekali dengan perlakuan suaminya sama sekali karena sangking lelahnya.


buku kertas kertas masih berserakan di atas meja. tugas akhir semester yang banyak dan melelahkan. apalagi nafik yang ikut percepatan di jalur kuliah istimewa. ( anggap saja gitu he..he...).


kelelahan nampak jelas trukir di wajahnya. sepulang kuliah nafik sudah sibuk di ruang tamu, berkutat dengan tugasnya. apa lagi ini hari kamis. jadi tak perlu sibuk masak untuk alwi karena sunah puas hari ini.


alwi membereskan semua buku nafik yng berserakan. Setelah selesai dia duduk menaruh kepala nafik pangkuan memberikan belaian sayang.


"bidadari kau mengforsir dirimu.... lalu kapan kau bisa hamil...." kata alwi sambil membelai kepala nafik yang ada di pangkuannya.


"YA ALLAH mudahkan semua urusan ini.... biarkan sekarang benih itu tumbuh agar jadi penguat hubungan pernikahan ini." doa alwi setelah itu di tiupnya ubun ubun nafik pelan 3 kali.


alwi mengecup kening istrinya lama. hingga nafik mulai terganggu dengan perlakuan suaminya itu. pelan pelan nafik bangun dengan menggosok mata karena terganggu perlakuan alwi pada nya. alwi senyum lembut melihat tingkah istrinya


" aku tertidur ya bib....?" tanya nafik mulai mengumpulkan kesadaran.


"iya... sangat lelah sekalinya zaujah...." alwi membelai bahu nafik pelan.


"àaauùuhhhh..." nafik masih menguap kecil. di tutup mulut dan menahan kantuk susah payah.


" semester depan kurangi jadwal kuliahmu !" printa alwi tegas dan serius.


"nanti tidak selesai selesai.... kuliahnya" alasan nafik setelah benar benar sadar.


"kalo kamu sibuk kapan di sini ada benih cinta kita...." alwi meraba perut nafik dengan halus.


"habib....." mendengar ucapan suaminya dan perlakuan itu seketika wajah nafik nenerah merona karena malu.

__ADS_1


"bagi waktumu juga untuk habib jangn sibuk terus" pinta alwi manja menyakukan dahinya dengan dahi nafik.


"afwan....." kata nafik lirih. Dia mulai menangis entah dia kadang terlihat kuat sekali. tapi hatinya lembut dan mudah menangis.


"hei... kok menangis....." alwi tersentak kaget mendengar isakan istrinya.


"afwan... habib.... aku belum bisa menjadi istri yang baik.... aku masih memenangkan egoku sendiri" kata nafik di selingi isak tangisan.


"he.... tenanglah..... semua ada waktunya. zaujah sudah mendukung semua cita cita habib kini. ... gantian habib mendukungmu. suami istri itu terikat batin hati perasaan jangan kau sesali semua yang sudah terjadi habib hanya minta jangan terlalu memaksakan diri.... kasihan tubuhmu. ALLAH membenci orang orang yang nenyakiti diri sendiri dan neraka lah balasannya... bukan kah bidadari tau masalah itu..." kata alwi bijak menenangkan sang putri.


" syukron... habib sudah menggingatkan ku" mendengar uraian panjang lebar dari suaminya nafik merasa tenang.


" afwan.. untuk keinginan habib kita pasrahkan saja semua pada ALLAH habib tak akan memaksamu bidadari" alwi memeluk mesra nafik agar sedikit tenang.


mendengarkan perkataan suaminya nafik merasa tertohok. semua yang dia lakukan seakan akan ya....ada guna sama sekali. padahal dulu dia yang mengebu gebu ingin segera hamil. tapi berpisah satu tahun dengan alwi menyibukkan diri dengan pendidikan membuat dia lupa semua harapan itu. kini sudah saatnya di mulai lagi merangkai impian tentang buah hati lagi bersama alwi.


"heeemmmmm" saut alwi.


"habib sudah ingin sekali punya anak ya?" sidik nafik hati hati.


"ya.. itu impian semua rumah tangga kan" alwi jujur mengutarakan.


"baiklah....." jawab nafik.


"baiklah apa?" tanya alwi sambil mengeser tubuh nafik menatap dengan tajam mata istrinya.


"baiklah kita program punya anak dan aku akan mengurangi jadwal kuliah" seuntsi senyum merekah di wajah cantik itu.


"benar...?" alwi seakan tak percaya.

__ADS_1


"iya ... tapi....?" jawab nafik tapi masih menggantung.


"tapi. ..apa?" alwi bertanya penasaran.


"konsekuensi nya kita bisa tinggal di sini kebih lama karena kuliahku juga akan selesainya mundur" jawab nafik yakin.


"kan semester depan sudah selesai?" goda alwi sambil main mata menggoda.


"habib...." Panggil nafik gemas.


"iya... iya... nggak masalah. .. aku malah senang di sini tak ada yang merecoki" alwi senang dengan persetujuan sang istri.


" itu sih maunya habib" gemas nafik.


"ha...ha..ha...kau memang mengerti aku zaujah" alwi tertawa senang.


setelah obrolan serius itu mereka melanjutkan mengerjakan tugas sampai sore .di sela nafik masak untuk berbuka sore nanti karena semua puasa.







♥♡♥♡♥♡♥♥♡♡♡♡

__ADS_1


__ADS_2