
Seharian ini ida tidak mengangu ke dua kakak nya sama sekali. dia sibuk dengan persiapan perkuliahan dan sibuk di kamarnya. nembiarkan kakak kakak nya menikmati waktu bersama karena besok alwi sudah pulang ke tanah air.
seharian ini alwi sudah tak ingin pergi keluar sama sekali. Oleh oleh sudah di siapkan jauh jauh hari. alwi hanya ingin berdua dengan nafik di rumah saja. saat makan ida keluar 9 lagi kekamar nya. alwi senang dengan itu tapi nafik jadi curiga dengan ysng di lakukan adikya itu.
"ida kenapa bib....?" nafik berpaling sambil mencuci piring
" sudah biarkan saja mungkin dia lelah " alasan alwi. padahal dia senang dengan itu dia bisa berdua dengan bidadarinya tampa gangguan sama sekali.
" kayaknya menghindar" nafik masih binggung dengana tingkah sang adi ipar.
"aku ingin kalian menghabiskan waktu berdua kak...." ida membatin .senyum sambil membanting diri di kasur.
ida tau kakak ipar nya hawatir dengan tingkah anehnya yang mengunci diri di kamar. tapi membiarkan pasangan ini bersama adalah kemauannya sendiri. dia tau pengorbanan besar yang mereka tempuh untuk sampai di titik ini sangat penuh perjuangan.
"aku tak apa kak" triak ida agar kakak nya tak penasaran.
" benar tidak ada yang terjadi" nafik berdiri di depan pintu kamar ida.
"iya aak... udah...kalian pacaran sana" pinta ida
__ADS_1
" apa....?" nafik merasa salah dengar dengan ucapan ida barusan. ida tak membujakan pintu sama sekali.
"habib...." nafik melirik alwi
" habib tak bicara aneh sama ida.... udah ah. .." alwi menarik tangan istrinya masuk kamar.
dengan langkah cepat alwi menuju kamar dengan masih menarik tangan istrinya. lalu dudukan di sofa alwi berbaring menaruh kepalanya di pangkuan sang istri. nafik membelai halus rambut pria itu penuh cinta. alwi memutar miring membenamkan wajahnya di perut sang istri sambil berdoa.
" WAHAI ALLAH DZAT YANG MULIA ENGKAU LAH PEMILIH KEHIDUPAN.... TITIPKANLAH SEBUAH BENIH CINTA YANG KU TANAM AGAR AKU PUNYA ALASAN UNTUK SEGERA KEMBALI BERSANNYA....
KEMBALI BERSAMA BERIBADAH MENUJU KERIDHOANMU. TIDAK LAH DI BENARKAN BERUMAH TANGGA TERPISAH JAUH. TAPI INI PILIHAN AGAR SEMUA BERADA DI JALANMU.
KUATKAN KAMI UNTUK MENJALANII INI AAMIIN....AAMIIN...YAROBBAL ALAAMIN...."
nafik hanya senyum mendengar dia yng di lantunkan sang suami dengan bahasa jawa halus itu. dia hanya ikut nengamini saja. tapi matanya tidak bisa berbohong. dengan penuh kejujuran dia berlinang air mata membasahi pipinya yang lembut.
" habib kalo doamu tak terkabul kau tak akan datang untuk tinggal?" pertanyaan ambigu menohok hati alwi. bagai mana bisa sang istri bicara seperti itu.
alwi sadar kini wajah bidadarinya sudah basah dengan air matanya. dia bangun duduk di sisi nafik merengkuh tubuh langsing intrinya. menyembunyikan wajahnya di pondak nafik.
__ADS_1
"aku akan merindukanmu. ...bidadariku" ucap alwi sambil medekap tubuh langsing istrinya semakin kencang.
tangis itu mulai kencang nafik seakan tidak bisa menahan dan membendung lagi. akan di tinggal pergi rasanya sakit sekali. padahal dia sudah terbiasa dengan kehadiran habibnya sehingga akan terpisah seakan dunia runtuh di bawah kakinya.
"walo buakan karena itu... habib akan tetap berusaha untuk memenuhi keinginan bidadarinya habib." jamji alwi pada kekasihnya.
alwi meng hapus airmara itu penuh kasih. mungkin kalo hubungan mereka belom bernama tak akan sesulit ini dan tak akan sesakit ini.
tapi ini memang pilihan yan terbaik dari yang paling baik....
" percayalah pada habib.... kalo cinta habib hanya untukmu. dan habib akan merindukanmu"....
.
.
.
.
__ADS_1