
hari ini nafik masih sama saja. melakukan kegiatan normal seperti biasa yang dia lakukan setiap harinya. tidak ada yang aneh dari kandungannya atau perasaan nya. Saat alwi pamit untuk tausiah pun masih dia ijinkan ya walau tidak di luar kota.
tapi siang ini saat nafik bangun dari tidur siangnya bajunya sudah basah karena cairan ketuban sudah rembes. nafik dengan tenang berjalan keluar kamar mencari seseorang untuk mencari bantuan. ada seorang santri bersih bersih di dapur nafik segera memanggilnya.
"siapa di dapur?" tanya nafik sambil menahan rasa sakitnya.
"saya... umi... nita" seorang santri keluar menemui nafik yang sedang berdiri sambil menahan sakitnya.
"nita... apa mas ihsan sudah kembali?" nafik menanyakan ihsan yang biasa menemani alwi saat bepergian. tapi tadi alwi pergi bersama manan.
"sudah umi...." jawab nita penasaran menatap sang ustadzah yang menahan sakit dengan sangat.
"tolong suruh dia siapkan mobil saya mau pergi" perintah nafik
"baik umi...." nita segera pergi mencari ihsan di asrama .
tapi di kamar tiba tiba faz menangis terbangun dari tidurnya dan tidak mendapati sang mimi di sisinya. nafik dengan berjalan pelan menemui sang putra yang sudah duduk di atas kasur.
"faz mimi di sini" ucap nafik duduk di samping sang putra.
"mimi kenapa sakit...." faz seakan sadar bila sang mimi sedang menahan sakit yang dalam.
"faz... pintar bisa tolong jangan nangis nak!" mohon nafik berharap sang putra diam dan tenang dari tangisan.
"iya... " jawab faz diam.
"faz mau ikut mimi....?" tanya nafik membelai rambut sang putra. faz menatap miminya dengan penuh khawatir.
"kemana?" faz bertanya dengan penuh penasaran.
"rumah sakit ... adik faz akan datang" nafik menerangkan dengan penuh kehati hati an.
"benar mimi... adik fazha akan datang" faz sangat semangat dan tidak sabar untuk bisa bertemu adik adik nya.
"iya..." jawab nafik ringkas sambil menahan sakitnya.
"kita akan jemput merka...." faz semakin semangat sekali dengan kabar yang dia dengar.
"iya. ..." jawab nafik lagi.
ihsan datang dia baru kembali dari kuliah kebetulan bibi alwi di antar manan jadi pemuda itu ada di pondok. dia masih menggunakan pakaian kuliah atasan kemeja dan celana bahan.
"assalamualaikum umi... mobil sudah siap" salam ihsan buru buru setelah di panggil nita. dan nita mengatakan hal aneh mengenai nafik.
__ADS_1
"waalaikum salam ayo bawakan tas saya" perintah nafik .
"iya... umi" tanpa babibu ihsan segera membawa tas yang sudah di siapkan nafik dan alwi jauh jauh hari.
"faz tolong telepon abimu.... dan nita ayo ikut umi nanti kamu jaga faz" perintah nafik faz mengangguk. memainkan henpone nya.
"sebentar umi biar saya ganti baju" ijin nita karena dia cuma memakai baju biasa.
"tidak usah... tidak ada waktu" tahan nafik sambil menahan sakit yang semakin sering.
nita sadar sang umi akan melahirkan. walo dari tadi nafik tidak bicara. segera nita membantu memapah masuk ke dalam mobil faz duduk di depan dia sibuk menelepon sang bibi yang sedang tausiah.
"kita kemana umi. ..." tanya ihsan menatap nafik yang meringis menahan sakit.
"rumah sakit cipto san ayo. .." jawab nafik. menahan sakitnya,
"baik umi...." ihsan menyalakan mobil dan segera melaju pergi menuju tujuan.
"astagfirullah alnazim...." nafik beristihfar sambil mengelus perutnya agar sedikit merda sakit nya.
"tarik nafas mi... lepas...tarik... lepas...." nita yang ada di samping nafik juga mulai bingung. seperti ingat di sebuah adegan flim yang pernah di tontonnya nita memberi arahan pada nafik.
mobil di kendarai ihsan dengan hati hati. dia juga dak dik dok juga baru kali ini ihsan dihadapkan dengan wanita melahirkan. dia jadi hawatir apa yang akan terjadi bila nafik melahirkan di dalam mobil atau apa lah. soalnya nafik sedang hamil kembar. melihat hal kontraksi yang semakin sering.
"abi sudah di kabari. ..?" tanya ihsan melihat kondisi sang umi dari kaca spion belakang.
" assalamualaikum bibi.... " salam faz si anak pintar.
"waalaikum salam nak ada apa?"tanya bibi tenang.
"kata mimi adik faz akan datang.. " celoteh faz sebisanya.
"lahir......sekarang?" alwi kaget berusaha memahami ucapan sang putra.
"iya.... kapan bibi pulang. ..?" tanya faz beralih bicara
"secepatnya nak... ini bibi sudah selesai kalian mau kemana. ....?" jawab alwi berubah gugup.
" kita mau kamana mas....?" faz menatap ihsan. tapi ihsan mengulurkan tangan meminta hp faz.
" assalamualaikum abi..." hp beralih ke tangan ihsan.
"ihsan" Panggil alwi setelah sadar
__ADS_1
"iya bi ini saya ihsan" jawab ihsan.
"kalian mau ke rumah sakit mana?" abi alwi penasaran.
" saya perjalanan ke rumah sakit cipto..." jawab ihsan
"tolong jaga umi dan anak anak ya san saya segera ke sana.... saya percaya pada mu" pesan alwi dengan penuh harapan.
"baik abi.. assalamualaikum. ..." pembicaraan mereka terputus.
"waalaikum salam" alwi ganti bicara dengan nafik memberi dorongan dan motivasi agar nafik rileks.
ihsan kembali kosen menyetir mobil. sambil dia selalu berdoa untuk keselamatan nafik dan bayi yang akan dia lahir kan.
sedang kan alwi. ....
Setelah dapat telpon alwi merasa tidak tenang. pasalnya saat ini tidak seperti saat faz lahir. alwi ikut merasakan sakit yang begitu menyakitkan.
manan melihat kekhawatiran itu. dia mulai bingung dengan tingkah sepupu istrinya. pasalnya manan adalah cinta pertama ida dan malah menikah dengan tiar sepupu alwi dan ida .
alwi bicara terus dengan nafik membaca doa kata kata semangat supaya sang istri tenang.
"ada apa mas" manan penasaran. tadi alwi yang semangat di telpon tiba bisa jadi pendiam.
"mbakmu mau melahirkan" beo alwi dengan lemas mengusap mukanya dengan tangan.
"apa ...? kenapa mas tak bilang? kita kemana?" tanya manan. dia mulai panik mendengar kabar ini.
"kita ke rumah sakit cipta" pinta alwi serius.
"baiklah...." manan setuju.
manan segera melaju ketujuan. walau panik mereka berusaha berhati hati agar tidak terjadi sesuatu hal yang membahayakan.
akhirnya alwi dan manan datang dan segera menemui ihsan dan nita di ruang bersalin. Setelah dapat ijin alwi masuk untuk menemani sang istri melewati perjuangan antar hidup dan mati.
nafik berjuang keras melahirkan secara normal. kini perjuangannya ekstra 2 kali karena si kembar yang sudah di nantikan dengan penuh harapan. akan segera lahir.
alwi namapak rileks tidak seperti saat faz lahir dia juga ikut merasakan sakit.
bayi pertama lahir bayi laki laki. 5 menit kemudian di bayi perempuan lahir. kini lega sudah perjuangan nafik dengan di dukung alwi yang setia menjaga dan memberikan suprot .
.
__ADS_1
.
.