
Di sebuah gunung yang indah dua orang pemuda tampan duduk duduk di batu karangsetelah sampai di puncak semeru. tidak perduli dengan sekitar banyak orang orang yang ber aktivitas kegemaran mereka. Para pendaki berlalu lalang ingin menik mati keindahan lukisan indah SANG MAHA PENCIPTA. pemandangan seperti negeri di atas awan menghilangkan kepenatan dan kagalauan hati.
"dia menolak alim.... menolak permintaan umiku "curahan alwi pada alim mereka janjian untuk muncak
"apa....?" alim kaget dan membuat teman teman mereka berpaling. alim sadar lalu memelankan suaranya.
"kenapa. ...dia mesti menolak....?" alim nampak kesal
"dia bilang dia sudah berjodoh....dia berterusterang pada umi " cerita alwi
"dasar gadis bodoh.... tingal bilang iya apa susahnya.... kita tingal mengurus ayah dan bunda" alim menarik rambut nya mengacak acak nampak frustrasi.
sepupu yang lain yang ikut muncak pon menyimak. memang di sayangkan kalo saudari kesayangan mereka harus berkorban demi ego orang tuanya.
"lim apa kamu sudah yakin kalo yang di cintai lia itu gus has...." wakhit memang yang paling dewasa
"sebenarnya... aku belom tau perasaanya mas. tapi dari critanya filingku mereka cocok." tebak alim tapi dia sendiri bingung dengan keinginan sang adik.
filling...
ya karena dalam kelurga alim lah yang paling dekat dengan nafik. dia yang selalu setia mendengarkan keluh kesah sang adik mengenai apapon.
"alwi tenang lah.... kalo kamu mau berjodoh dengan adikkami kamii siap mendukung" rokhim memegang pondak alwi menyalurkannya energi semangat untuk pemuda itu.
"syukron........" senyum itu lembut menghanyutkan.
♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡
"assalamualaikum. .... saya amar."
__ADS_1
"waalaikum salam warohmatuallah"
"hai ...aulia apakabar?"
"apa kita saling kenal.....?"
"aku.......... tunangnmu"
"tapi aku tidak ingin bersama mu...."
"tapi...."
"hei.... bidadari nya habibi aku menunggu mu!!!!"
deg.....
deg......
deg....
''astagfirullah halazdim....." mengatur nafasnya dengan mengelus dadanya
"amar.... kenapa aku memimpikan amar? dan siapa yang memangilku bidadari?" nafik bingung
"apa benar sosok amar ini yang di jodohkan padaku?" banyak pertanyaan yang memenuhi kepala nafik di ambil hanpone yang ada di tasnya mencoba menghubungi seseorang . ingin memastikan kebenaran tentang apa yang baru di mimpikannya.
"bunda..... assalamualaikum" sambungan telepon tersambung juga.
"waalaikum salam nak ada apa?....." sang bunda penasaran karena sang putri menelpon tengah malam begini
"bunda....siapa amar.....,?" nafik te the poin tah pernah basa basi tentang perihal apapun. juga tentang hal penting ini.
__ADS_1
''oh.... dia tunanaganmu. putra kolega bisnis ayah di jakarta. katanya tak mau tau dulu tentang dia....." sang bunda cerita dengan semangat melihat sang putri semangat ingin tau perihal amar dia jadi tidak sabar.
"kamu tau dari ayah ya...?" sang bunda penasaran.
"tidak tadi lia mimpi.... dan tau akan amar." jujur... sangat jujur dengan apapon yang dia alami.
" hooooo.... itu namaya jodoh...." sang bunda mengoda.
"tapi.... ada pria. lain juga di mimpi itu bunda. .. " cerita nafik menjelaskan.
"apa. .. pasti cuma mimpi nak... bunga tidur jangan kau pikir" pinta umi panik.
"kapan kami bisa ketemu... bulan depan aku sudah ujian." itu cuma alasan agar ayah bunda tak akan kecewa lagi dengan apa yang akan di pilih nya. selama ini dia sudah melakukan apapon kemauan sesuai hatinya kini saat nya dia menjadi anak yang penurut.
" habis ujian ya...." jawab bunda pura pura tenang.
"makasih bunda....assalamualaikum. " nafik mendesah memikirkan apa yang akan dia pilih.
"waalaikum salam met istirahat nak jangankau pikir terlalu berat soal perjodohan ini....." pesan bunda.
setelah mencurahkan hati nafik sudah sedikit lega. walo kini ada beban yang lebih besar dia pikul di bahunya. beban rasa bersalah pada umi tentang kenyataan yang dia ungkap kan.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.