
Mengingat banyolan rifat dan ridho beberapa hari lalu membuat nafik resah. saat di setiap sujutnya hanya bayangan pemuda itu yang muncul. keresahan yang tak berarti kini mulai menunjukkan jati dirinya.
pondok yang lengang menambah kesepian hati nafik karena pondok libur. kini dia nampak duduk tadarus di mikrob dengan penuh air mata. setiap membaca ayat2 nafik selalau menangis. menangis di setiap ayat yang menceri takan tentang neraka dan siksa kubur.
tapi kini dia menangis karena keteledoran nya mencintai selain ROB NYA sedangkan hatinya mulai delima. mengikuti perasaanya atau orangtuanya apa yang harus di pilih. mengingat sang kakak memintanya untuk mengikuti hati nuraninya. kini hatinya memilih alwi pemuda yang mengetarkan perasaanya. namun dia tidak bisa memberikan keputusan yang tepat untuk mulai memilih
"YA ALLAH.... JIKA MEMANG DIA JODOHKU KU MOHON MUDAHKAN URUSAN HATI INI..... JANGAN BIARKAN ADA YANG TERSAKITI SIAPAPUN ITU BIARLAH AKU SENDIRI MENAHAN BEBAN INI..... AMIN"
------------l
di mihrob lain seorang pemuda juga sedang mengadu pada kekasihya. rumus yang dia uraikan mulai berantakan. mulai keluar dari jalur yang sewajarnya. dia pon mulai menyesali perbuatanya. dia tidak ingin mengulangi kesalahan yang sama tapi jatuh cinta memang sangat menyiksa kalo kita tidak bisa mengendalikan diri akan menjadi mala petaka. seperti masa lalunya dengan karim.
bagaimana bisa dia berfikir menyakiti orang lain. orang yang juga menunggu untuk memperjuangkan perasaanya. apa dia mampu dan perduli dengan semua ini. atau memilih ego tanpa perduli siapapun. berusaha memiliki cintanya penuh tanpa harus peduli .bukankah cinta tak harus memiliki. melihat dia bahagia saja sudah cukup.
"YA ALLAH.... AMPUNI HAMBAMU..... YANG PENUH DOSA..... HAMBA TELAH LALAI TANPA TAU APA PUN HAMBA SUDAH LANCANG MECINTAINYA.... TAPI YAKINLAH AKU MENCITAINYA KARENA ALLAH"
---------------
tiba tiba tangisan ana dan kasim terdengar keras. alwi yang sedang di kamar segera bangkit lari menuju lantai dua untuk mengecek ke adaan adiknya. di lihat 2anak itu menangis histeris. nampak si kecil kasim tiduran dan ana duduk di sampingnya. alwi segera mendekat dan mengecek apa yang terjadi.
"ada apa.....?" alwi panik
"kasim sakit......" ana berusaha memenghapus air matanya
alwi memegang dahi karim memang panas. tanpa pikir panjang lagi dia pergi mencari bantuan. panik dan pergi ke pondok putri mencari tiar. ya tiar adalah sepupunya. karena umi abi dan ida sedang keluar kota. si kembar ada kegiatan di sekolah alhasil alwi sendirian menjaga 2adik kecilnya 2 hari ini. siang tadi kasim masih baik baik saja. susah payah alwi mencari tiar karna sepi dan lengang untung dilihat di aula mushola masih ada yang terjaga. dari luar alwi memangi.
"assalamualaikum" nafik mendengar salam itu penasaran dengan masih memakai mukena dia keluar. di lihat sang gus berdiri dengan tidak nyaman.
"waalaikum salam gus has ada apa?" nafik melihat ada semburat kepanikan di wajah itu.
"saya mencari tiar.... kasim sakit...." jawab alwi dengan panik.
"iya saya bangunkan dia...." nafik segera masuk mencari tiar.
__ADS_1
sedangkan alwi kembali pada adiknya yang masih menangis. alwi berusaha membujuk tapi tak berhasil .akirnya tiar dan nafik datang.
"badannya panas...." tiar juga bingung apa yang harus dilakukannya.
"dek ana jangan menangis ya. .... nanti dek kasim sembuh kok....." nafik berusaha menghibur.
entah ada sihir apa ana tiba tiba tenang setelah di peluk nafik. tangisan ya mulai hilang. nafik pon mulai ngecek keadaan kasim. badanya panas menggigil. keringat dingin membuat bajunya basah.
" gus has.... apa umi punya obat.....?" tanya nafik pada alwi.
"ada di kota p3k aku cari dulu....." alwi bergegas pergi mencari obat.
"cari khusus untuk anak!" pinta nafik alwi pon pergi kebawah mencari obat .
"mbak tiar.... cari air hangat dan handuk kecil" tiar mengangguk dan pergi kedapur.
alwi detang membawa obat melihat nafik hati hati melepas baju kasim. nafik mengantikan dengan kaos agar kasim nyaman. nafik mengambil termometer mengecek suhu badan kasim.
"bakso..... eskrim... pentol.... karena kak alwi tak masak seharian ini jajan" jawab ana jujur. mengabsen makanan yang seharian di beri sang kakak.
"dia alergi.." desah nafik membelai wajah kasim dengan seksama wajah khasim yang mulai bengkak. nafik tak sadar alwi sudah datanng dari tadi.
"kerang.... siang tadi dia makan
kerang." nafik menatap alwi yang menyodorkan obat penurun panas sirup. sebenarnya dia tau sang adik alergi tapi karena di tinggal pergi diapun lupa.
nafik segera meminumkan obat. badannya lemas. tiar pon datang membawa air hangat untuk kompres.
tiar nampak lelah dia pon tidur dasebelah ana yang berbaring di kanan kasim. dari tadi nafik melantunkan sholawat agar kasim dan ana tertidur tenang. alwi pon menikmati alunan suara indah nafik. kepanikan pon ahirnya usai. alwi jadi malu karena jam 1malam harus mengganggu.
"mbk ... trimakasi....." alwi memecahkan kebisuan.
"jangan sungkan gus....." jawab nafik ramah.
__ADS_1
"di....mana paknya...?"nafik senyum mendengar pertanyan itu lagi.
melihat senyum itu alwi jadi gugup binggung harus bicara apalagi. tiba tiba rasa bersalah itu muncul lagi.
"mbak.... maaf tentang ucapan rifat dan rohid waktu itu..!" pinta alwi sunguh sunguh. memberanikan diri mengungkapkan perasaanya.
"aku sudah melupakan nya gus.... jangn di masukkan di hati.....!" pinta nafik.
walo lancar berbicara tapi nafik tak berani menatap alwi yang duduk di kursi meja rias.
"mbak nafik......aku.... it....em..." melihat kegugupan alwi nafik melirik alwi yang nampak resah.
"ada apa gus.....?" pancing nafik
"maaf....anna ukhubiki fillah...." los kalimat itu lolos keluar dari mulut alwi.
dwueng......
Seperti suara beduk di pukul di dada nafik. dia melemah dan tiba tiba dia lari keluar sambil menahan airmata yang tak kuasa di tahanya. alwi pon merutuki kebodohanya. bukankah dia tau kalo gadis itu sudah ada yang punya....?
"bodoh.... bodoh. ...sial" alwi menyesal, dengan apa yang dia lakukan
tanpa sadar tiar mendengar semua ungkapan hati sang gus sepupunya. dalam hatipon diatersenyum bahagia.
.
.
.
.
.
__ADS_1