Calon Makmum Putra Kyai

Calon Makmum Putra Kyai
Ya Habibal Qolbi....


__ADS_3

♡♥ ya habibal qolbi


ya khorol barooyah


ya liiji' tabil haqqi


rosulal hidayah ×2


yarosulslloh....ya habiballoh ×2


>♥♡


yaumal wiladah kalbidayah.


lil hidayah kal bidayah.


yaumal wiladah kalbidayah


lil hidayah kal bidayah...×3


intajid ya toha. binnuril hidayah


ya rosulalloh.... ya rosulalloh.


ji'tabidinnillah. ji'dullal barooyah


ya habibaallo... ya habiballoh.


ya ya ya ya basyilalkhoir ya rosulalloh


ya ya ya ya dalilannur ya habiballoh.


>♡♥


harapan yang nyata. hidup bahagia.


cinta yang utama.di hati slamanya.


denganmu ya rosul rindu tuk bersamtrda .


Padamu ya robbi terkabul semoga.


engkau pujaan hati ya rosulalloh

__ADS_1


bersinar cahayanya kekasiha Alloh


×2


bila kau cinta Rosululloh


di dunia hidup akan indah


×2


cintailah rosulalloh.


rindukan habiballoh.


×2


alunan merdu suara nafik melantunkan sebuah solawat. di peruntukkan pemilik hatinya. pria pilihanya yang memang dia impikan. yang dia perjuangkan melalui beban dan air mata. dia tak akan mengira kalo kini akan berhasil bersanding dengan pemuda impiannya.


sesunguhnya lagu itu memiliki penuh arti yang mendalam. ungkapan cinta kepada baginda Rosul SAW.


aku ingin mencintaimu seperti pelita yang mampu menjadi penerang dan peng hangat. tanpa berfikir panjang mencurahkan segalanya. tidak berfikir dirinya sakit dan terluka.


ya habibi..... hai kekasihku.


tanpamu hampa hatiku.


tangis mu hancur hati ku


lukamu kemalanganku.


♥★♥★♥★♥★♥★♥★♥★


jujur aku tak sangup merelakan kau pergi dari diriku. melepas mu jauh dari ku membiarkan mu berjarak dengankur.


alwi menatap lekat sang bidadari yang menyanyikan lagu ya habibal qolbi di panggung sambil mainkan sebuah gitar. duduk di temani amar dan yang lain di sebuah kursi.


" jangan di pandang terus al.... tak ada yang akan berani curi dia" goda amar yang gemas melihat alwi tampa berpaling menatap naf di atas pangung.


" bukan masalah takut di curi am.... tapi di tinggal pergi" ledek rohim yang sudah ganti baju sragam sama yang lain.


"jadi kapan lia pergi.....?" amar menatap dan menuntut jawaban dari al.


"4 hari lagi. ...jadi tinggal lah" pint alwi

__ADS_1


" inshaalloh. ....." janji amar.


" sekarang kegiatanmu apa am....?" tanya alim ingin mengakrabkan diri.


" aku bantu...bantu... urus perusahaan ayah. aku mulai menghendel selain perusahaan sendiri" jawab amar tenang


"ngak apa apa nih... bos besar pergi lama lama...?" tanya wahit sambil minum sirop.


"bos juga perlu istirahat kali...." amar mendesah. setelah gagal mendapatkan nafik dia mulai instropeksi diri sekarang. mungkin ini semua karena dia lalai.


" hei al.... kau sudah siap lia pergi kah? tidak takut di mesir dia tergoda pria lain...?" goda amar. tapi alwi hanya senyum merespon.


"kamu kira tuan putri kami seperti apa....?" lekhan sewot


"he...al aku serius nih....?" amar cuek dengan tingkah lehan yang sewot dan masih menuntut jawaban alwi.


"aku tak hawatir..... justru dia yang hawatir kalo aku tak akan mampu jauh darinya dan minta aku poligami" alwi mendesah menarik nafas panjang.


" apa..." kompak mereka semua triak. sampai menarik perhatian orang sekitar karna sangking kagetnya.


"bagaimana bisa dia berfikir seperti itu....?" alim mulai emosi dan geram.


"dia sudah sakit...." ibra dhoni ikut naik pitam.


" kenapa dia berulah lagi"desah alim kesal dengan sikap lia yang menurutnya klewatan.


" tenanglah...itu dia lakukan supaya bisa tenang" alwi menerangkan alasan nafik. tapi bagi para ciwok ini pemikiran nafik sudah gila.


"lalu apa kau setuju. ...?" slidik amar


" kalo sampai kau setuju aku tak akan segan segan merebutnya darimu al...." amar benar tak habis pikir dengan pemikiran nafik. Bagaimana seorang istri minta suaminya untuk poligami. padahal pernikahan baru semur jagung.


" aku tak se picik itu...." alwi membela diri.


" lia....lia.... sebenarya apa yang ada di kepalamu...?" alim merasa pusing kepalanya.


?


?


?


?

__ADS_1


?


__ADS_2