
Kini ibra sedang duduk di ruang tunggu menemani tuan zanuar. zanawa sedang di periksa secara intensiv di dalam UGD. ternyata nawa sudah langganan masuk rumah sakit. dia punya penyakit yang menyerang kekebalan istem imun tubuh. tiba tiba lemas dan demam tinggi.
tuan zanuar menceritakan segalanya pada ibra. bicara pada pemuda periang itu membantu mengurangi sedikit beban yang dia rasakan perihal sang putri .
memikir kan putri satu satunya sakit parah membuatnya hampir kehilangan banyak harapan. semua pengobatan dia lakukan demi kesembuhan sang putri tercinta.
mendengar keluh kesah dari sang dirut ibra merasa sangat iba. Bagaimana pun zanawa masih sangat muda. bisa di bilang se usia nafik. pikiran ibra jadi kemana mana.
"sejak kapan putri bapak sakit?" tanya ibra penasaran.
"sudah 2 tahunan ini nak" jawab pak zanuar mengakrap dengan panggilan nak pada ibra.
"setelah melakukan banyak pengobatan apa tidak ada perubahan?" lanjut ibra wawancara seperti wartawan
"sedikit banyaknya ada. .... tapi semua kembali pada keinginan sembuh nawa sendiri" cerita pak zanuar
"apa dia sudah kehilangan keinginan untuk hidup?" ibra mengajukan pertanyaan lagi mengenai penyakit nawa.
"semua sejak nawa mulai jatuh cinta 1 tahun ini.... kondisinya mulai drop lagi pada hal sebelumnya dia sudah di nyatakan sembuh" pak zanuar menarik napas panjang lalu melepas
__ADS_1
"kalo.... dia jatuh cinta kenapa tidak anda dukung,? mungkin itu bisa membantu kelancaran pemulihan nya."ide ibra
"semua keinginan nya sudah aku usahakan...... aku berusaha menyatukan nya dengan cinta nya tapi kini aku malu" jujur pak zanuar dengan apa yang dia lakukan untuk membujuk alwi dan nafik
"malu.....?" ibra penasaran .
"iya.... sungguh malu... karena yang dia cintai suami seseorang" pria paruh baya itu menunduk malu..
"astaghfirullah hal azim..... " ibra istighfar sambil menutup mulut
"nawa menyukai salah satu dosen di kampusnya. ... dan ternyata pria itu sudah beristri. dan demi nawa aku kesampingkan rasa Maluku. ... ku temui wanita sholehah itu istri dari pria yang sangat di kagumi nawa.... memintanya untuk mau menerima nawa sebagai madu nya.... kau tau jawaban wanita itu apa nak ibra?" pertanyaan pak zanuar di sela ceritanya.
"dia bilang.... akan menerima siapa saja yang akan jadi madunya. tapi itu semua tergantung putusan suaminya mau menikah lagi atau tidak. ... sebagai seorang ayah aku sangat senang mendengar hal itu..... tapi saat kutemui pria itu dia menolak dengan keras.... dia bersikeras tidak akan pernah menduakan sang istri . aku salut pada hubungan mereka. walo mengiming ngiming akan memberi jabatan dan kekayaan berlimpah dia tidak tertarik sama sekali" lanjut cerita Pak zanuar
"anda tidak menceritakan keadaan putri anda?" ibra masih sangat penasaran padahal dia sendiri belum tau.
"sudah.... dia bilang rasa yang nawa miliki kepadanya itu hanya sebuah kekaguman dan ambisi bukan cinta. Cinta tidak akan menyakiti dan memaksa aku sudah bilang kalo istrinya mengijinkan dia menikah tapi pria itu tetep kekeh pada prinsipnya" urai zanuar menundukkan kepala dan menyembunyikan rasa maunya.
"adakah pria yang seperti itu....?" ibra bertanya tanya penuh rasa penasaran.
__ADS_1
"ada nyatanya akun di buat malu dengan keinginan nawa" tuan zanuar menjelaskan lagi.
mencinta pasangannya dengan tulus dan penuh kepercayaan. sebuah hubungan yang di landasi dengan iman ibra jadi ingat dengan kak alwi.
kini zanawa sudah di pindah ke ruang perawatan. kondisinya baik walo masih belom sadarkan diri.
keinginan nawa sembuh karena ada alwi. tapi alwi tidak bisa menjamin bisa mengikuti kemauan nawa untuk di peristri. alwi hanya bisa memberi dukungan moral dam doa agar gadis itu kembali pulih.
selama ini nafik selalu mengajak alwi untuk menjenguk nawa saat sakit. tapi nafik tidak ingin memaksa suaminya untuk menikahi gadis itu. seperti kata kata nya saat dulu sebelom ke mesir. nafik akan iklas andai alwi menikah lagi.
tapi alwi juga punya prinsip sendiri tidak akan menduakan sang bidadari.
.
.
.
.
__ADS_1
.