Calon Makmum Putra Kyai

Calon Makmum Putra Kyai
Liburan Alim dan Mar ah: Curahan Hati Alim


__ADS_3

Tiga pasangan yang berbahagia menikmati kebersamaan mereka. menghabiskan waktu liburan. nafik yang nampak paling repot saat ini.


mereka jalan saling bergandengan alwi dan nafik hati hati dalam pergerakan nya .Karena perut yang semakin besar. 4 bulan lagi putra mereka akan segera lahir.


alim merangkul mesra sang istri mereka sangat bahagia bisa menghabiskan waktu beberapa hari lagi. keluarga sudah kembali ke tanah air meninggalkan pesangan yang sesang mabuk kepayang.


"ya... nempel terus kayak perangko" goda alwi melihat intens kemesraan kakak iparnya


"ih... iri...." beo alim membalas.


"siapa yang iri... wek...." alwi menjawabi.


nafik mulai kesal.


"kekanak kanakan...." grutu nafik.


"lihat mereka masih malu malu" mar melihat kholil dan ida.


"ajari al... biar pintar tuh adik mu" printah alim pada alwi.


"nggak perlu gus...." saut kholil.

__ADS_1


"bisa tidak. .. pangil nya biasa saja?".alim marah dengan pangilan kholil yang tidak mengakrapkan diri.


"afwan mas aak...." ucap kholil tulus.


"nah gitu... mas alim .... aak alwi...." printah alim sewot. ida hanya tertawa melihat suaminya menatap seakan minta peryolongan.


"ah... para pria... ayo dek" grutu mar mulai kesal sendiri melihat lawakan mereka.


mar ah menarik tangan nafik dan ida untuk menjauh dari para pria yang mulai bercanda. bicara tidak jelas dan terlalu garing.


"mbak... jangan tarik tarik ya bidadari ku dia lagi hamil" protes alwi melihat mar ah menarik lengan nafik paksa.


"jangan khawatir.." jawab mar ah santai


mereka keliling sampai puas melihat beberapa tempat wisata. tidak dipungkiri mereka sangat fleksibel senang dengan bersama saling melepas rindu dan merangkai kebersamaan.


mereka menikmati pejalanan yang indah bersama. mencuri curi waktu bermesraan. alwi memilih duduk bersama sang isteri . membiarkan para pengantin baru itu untuk bersama.


ida dan kholil nampak malu malu. sedang alim dan mar ah nampak mesra dengan caranya. alwi selalu siap saaga menjaga putra dan miminya. dengan baik.


alim tak menyia nyiakan wakti bersama. dia selalau sibuk dengan banyak agenda pekerjaan. tout dan mengajar.

__ADS_1


yang mereka butuhkan bisa berdua tanpa gangguan sama sekali. kini alim sedang merengkuh kekasihnya dalam dekapan tidak akan melepas kanya walo penuh aral rintangan. bagi nya mar adalah wanita teristimewa untuknys.dia sungguh sangat betuntung sekali.


"sayangku.... kamu jauh jauh kesini harus bahagia! jangan bersedih sedikit pun!" printah alim makin mengeratkan rangkulan di pinggang sang istri.


"maksud mas. ..." mar ah bingung


"buang rasa gundah mu..... Suatu saat kita juga. akan bisa punya keturunan" urai alim. dia inggat kesedihan sang istri tadi malam. dan beberapa waktu lalu pertanyaan orang tentang momongan membuat hati mar terluka.


mar ah menangis mendengar ucapan suaminya. dia mulai mengerti dengan arah pembicaraan itu. suaminya sudah tau. memang mertuanya tidak mempermasalahkan apa lagi pernikahan mereka baru satu tahun.


"menangislah.... kalo itu bisa membuat mu tenang.... jangan kau pikirkan ucapan orang lain.... kita baru menikah nikmati saja dulu masa pacaran" alim menenangkan sang istri.


"mas. ... afwan...." mar ah memutar tubuhnya kini menghadap sang suami. mulai deras airmata nya yang keluar dia menyembunyikan wajahnya di dads alim


"tidak ada yang perlu untuk di Maafkan. ... mas juga minta maaf mungkin selama ini belom bisa menjadi suami yang baik" jujur alim mengutarakan isi hati.


mar ah makin tak tahan dengan ucapan sang suaminya. mungkin benar seharusnya dia menikmati waktu yang indah dengan pasangan. pacaran secara islam. tidak terpengaruh dengan ucapan orang yang tak berkepentingan.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2