Calon Makmum Putra Kyai

Calon Makmum Putra Kyai
Obrolan di Meja Makan


__ADS_3

Mereka sudah jamaah magrib bersama di pasolatan dan alwi sebagai imam. kholil sudah pulang sebelum magrib. dia terkejut dengan kehadiran ibra. saat alwi menjelaskan kholil senang dan menyambut hangat.


Setelah solat nafik dan ida menyempat kan saling semaan hafalan mereka sedang alwi sibuk menyiapkan materi untuk mengajar besok. kholil mencari referensi untuk skripsinya. ibra sibuk memain hanpone sambil duduk di ruang keluarga


nafik dan ida baru selesai tadarus mereka memangil suami masing masing untuk makan. alwi dan kholil pun segera keluar dari kamar masing masing.


"ibra. .. ayo makan malam" ajak alwi


"oh.... iya kak" jawab ibra


"wah pesta nih...." canda ibra


"ya... buat nyambut kamu?" jawab nafik


"syukron.... aku tau kalian sayang sama aku" ibra bangga.


"terserah kamu dek...." nafik gemas lihat sikap ibra yang lenjeh.


"mbakku yang cantik.... kamu tau kan aku suka masakanmu" puji ibra


"memang kapan aku masak buat kamu,?" nafik menatap.


"sudah lupa" ibra pura pura.


"pandai menarik perhatian" gemas ida


"mas ibra itu lucu ya orangnya" sambut kholil


"trima kasih ku ucapkan selamat untuk pernikahan kalian pengantin baru" ucap ibra semangat.


"Selamat saja nih.... mana kado nya?" tagih ida.


"santai.... apa sih yang tidak buat neng ida" jujur ibra


"stuuuuud... diam makan dulu nanti ngobrolnya. .. habib.... dari tadi main hape cet siapa sih" nafik mulai marah melihat alwi yang masih sibuk dengan hapenya sedari tadi.


"afwan... zaujah" alwi salah tingkah.


"paling paling kak alwi punya pacar baru" goda ibra main mata.


"hei... jangan bicara sembarangan ibra" marah kholil.


"nggak tau mbak naf lagi hamil apa ya?" ida ikut marah dengan candaan ibra.


"buat apa pacaran diam diam ibra. ... cari istri lagi saja boleh kok" jujur kholil buka rahasia.


"kalian makan tidak?" nafik makin marah.


seketika semua diam. melihat wajah garang nafik jadi merinding. setelah selesai alwi membantu cuci piring kholil beres meja. nafik dan ida duduk di sofa sedang ibra bingung melihat pemandangan itu.


memang kesepakatan mereka saat sang istri kesal mereka harus dapat hukuman . membantu meringankan beban sang istri apa lagi nafik yang sedang hamil kini makin gampang berubah mode.


alwi datang membawa obat dan vitamin untuk sang istri. duduk di sisi sofa. menaikkan kaki nafik lalu memijat dengan pelan. nampak kaki ibu hamil itu sudah bengkak. ibra bahagia melihat itu.

__ADS_1


"habib.... kan lelah.... sudah jangan pijit lagi" mohon nafik sudah mulai luluh.


"nggak apa bidadari.... ini pasti sakit kan" alwi menatap iba.


"tapi tak enak" elak nafik.


"sudah.... kapan lagi dapat layanan spesial dari pria tampan" bujuk alwi narsis.


"narsis" ibra meledek sang kakak.


"ah... jadi pengin juga dapat layanan ibu hamil" iri ida melihat alwi dan nafik.


"dapat layanan atau hamilnya dek?" canda kolil.


"ih.... mas" ida malu mendengar pertanyaan sang suami.


"katanya pingin... sini mas pijitin" kholil memijit pundak ida.


"nggak..... jadi" elak ida kabur karena malu.


"ha... ha... ha...."


"hei.... kalian bisa tidak jangan bermesraan di depan jomblo....." protes ibra.


"biar kamu kepingin" pamer alwi sengaja.


"dasar....." ibra kesal.


ibra memasang muka masam mendengar ledekan dari alwi. sedang nafik sibuk membongkar henpone sang suami ada beberapa cet dan panggilan dari tuan zanuar.


"bib... pak zanuar telepon lagi ya?" tanya nafik.


"iya. ...." alwi jadi berubah mode.


"nawa di rawat lagi" nafik menebak.


"he... em" alwi cuma mendehem


"habib nggak mau jengguk?" tanya nafik santai.


"habib bilang biar nawa tidak tergantung dengan habib dia sudah sembuh. .. cuma mental nya yang labil" alwi malas membalas hal ini lagi.


"kalian bicarakan siapa?" ibra penasaran.


"seorang gadis yang naksir dan terang terang ingin jadi madu mbak naf" cerita ida ikut sebal.


"apa.....?" ibra kaget.


"benar benar aneh" kholil mengrundel.


"kalo aak benar terpikat sama gadis penyakitan itu aku tak terima" ida marah geram tak terima.


"sabar dek.... mbak naf saja santai kok adek yang emosi" bujuk kholil.

__ADS_1


"habis... alasan sakit pangil aak al jenguk nanti ngrayu rayu" ida benar benar geram.


"hus.... lalu bagaimana bib" nafik mencegah ida melanjutkan cerita.


"habib tidak mau memberi harapan dengan datang dia bisa besar kepala" alwi menolak.


"habib sadis.... " nafik gemas.


"tidak sadis... tegas" alwi tegas.


"siap yang kalian bicarakan?" ibra makin penasaran.


"nama nya zanawa.... teman sekelas kholil" cerita alwi.


"putri bos besar" lanjut nafik.


"mananya zanawa putri tuan zanuwar?" tebak ibra merasa dejavu.


"iya. .. kau kenal dia dek?" tanya nafik.


"dia bos ibra kak..... tadi siang nawa bertengkar dengan ayahnya lalu tiba tiba jatuh pingsan di depan ku" cerita ibra.


"jadi benar dia sakit" ida menyesal.


"jadi yang di bicarakan pak zanuar benar kalo nawa ingin jadi istri kak al?" selidik ibra penasaran.


"iya.... tidak cuma dia dek banyak yang terang mau jadi istri ke 2" keluh nafik jujur.


"ternyata kak al top juga ya. ... padahal setau ibra mbak naf juga lho" ibra kagum.


" lalu habib" nafik ingin tau.


"tidak mau urus dia lagi.... tuaan zanuar sangat kaya bisa kan urus anak sendiri" tolak alwi mentah mentah.


"pria itu sangat malang melakukan semua ini dengan menanggung rasa malu kak" kholil terharu


"dia kira aku tidak sakit...." alwi marah.


"habib.... maaf ya" nafik menyesal.


"kau tidak salah zaujah" alwi merangkul nafik kuat.


"ibra akan bantu kak... mbak... tak akan ku biarkan. ada yang menyakiti kalian" monolog ibra pada diri nya sendiri.


meyakinkan diri untuk tidak membiarkan orang yang sangat dia sayang tersakiti. dia sangat tau betapa naf sangat menderita Selama ini.


.


.


.


..

__ADS_1


__ADS_2