
"aku serius.... kalo dalam 12 jam tak ada respon dari kalian aku akan melupakan perasaan dan perjodohan" nafik perģi ketenda dan disusul tiar dan ida. yang lain pon sudah pergi ke tenda masing masing
sedangkan alwi berfikir dalam. tentang apa yang di utarakan nafik beberapa hari ini. tentang perjodohan pernikahan dan kawin lari. seakan akan sang bidadari sedang menunjukkan siapa sebenarnya dirinya. walaupun penuh dengan kemarahan dan emosi tentu pemikiran dan pekataannya sudah di pikir matang matang.
" kenapa al...." amar datang
" he am....." mereka sudah akrab
tak ada rasa benci dan saingan amar pun sadar dengan keberadaan alwi sebagai rival untuk merebutkan sang putri.
"menurutmu apa yang akan di minta lia....? "amar penasaran.
" aku juga tak tau. ...mungkin dia akan meminta sesuatu yang di luar kewajaran... dia selalu bisa merubah mood tiba tiba akan marah kesal sedah senang dalam kondisi seketika saat menempatkan diri" nilai alwi
" kau sudah lama kenal dia?"amar menatap serius alwi yang masih duduk di depan api unggun
"satu tahun ini..." ya setelah jadi guru di sekolahnya baru tau akan nafik. tapi jati dirinya selaludi tutup rapi sampai akhir nya alim menceritakan semua.
" curang kau sudah mencuri stard duluan" protes amar
mereka mengobrol tentang apa yang di minta nafik untuk mahar. alwi pon mulai yahkin kalo sebenarnya sang bidadari mekakukan itu untuk memperjuangkan tentang keinginan nya tanpa harus menyakiti siapapun nanti. amar pon merasa kalo nafik ingin memperjuangkan hak nya untuk bahagia. gadis yang dari kecil selalu bebas dan mandiri tak akan mau di kekang lagi. apalagi ikatan perjodohan.
di sepertiga mala 3 orang ini terjaga. ingin jumpa dengan kekasih mereka. mengutarakan isi hati yang membuat gundah gulana.
amar sadar kalo dia sudah datang di antara alwi dan nafik. tapi dia tak bersunguh sunguh untuk menyakiti hati yang saling terikat. dia hanya menjakankan amanat kalo itu gagal apa boleh buat.
__ADS_1
sikap slengean dan sesukanya menutupi sikap arif nya. pergaulan kota membuatnya sedikit lupa akan jati dirinya.
sedangkan nafik apapun hasil dari hasil ujian yang dia buat akan dia trima dengan seadil adilnya. setelah bercengkrama dengan KEKASIHNYA nafik menyempatkan tadarus suara indahnya mengema di gekapnya malam indah penuh kesahduan.
☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆
pagi pon datang wajah mereka nampak serius walau melakukan berbagai aktivitas. lalu berkumpul untuk sarapan
alwi dan amar menunggu dengan cemas. antara gurauaan dan kenyataan atas permintaan nafik untuk menikah saat ini juga tidak lebih dari 12 jam sungguh membuat pemuda itu klimpungan.
"aulia mereka sudah menunggu kau tak lihat wajah pucat mereka!" pinta alim pada sang adik.
"apa yang kau minta untuk jadi mahar?" tanya alwi penasaran.
" iya aku akan berusaha untuk mewujutkannya." amar optimis
sesuatu yang indah tapi tidak mahal
sesuatu yang dapat menceritakan tantang kebahagiaan untuk tidak berpaling dari kenikmatan.." pinta nafik panjang lebar.
"kapaan kami harus memberikanya....?" alwi penasaran.
"secepatnya tanpa ditunda lagi " alim menegaskan.
amar sibuk memikirkan apa permintaan nafik . kenapa gadis itu main teka teki lagi. Dia bahkan bingunng atas perilaku nafik beberapa hari ini.
__ADS_1
sedang alwi mengambil wudhu karena kebetulan dia sudah batal. karna alwi selalu suci dari khadas. kemudian mengambil sajadah dan menbentangkan kearah kiblat mendirikan sholat dhuha dan sholat hajat 2 rekaat. dengan
sigap mengambil sebuah al qur'an paket dari sakunya yang selaludi bawa.
dengan suara indah alwi membacakan surat ar rohman. surah menceritakan tentang mendustakan kenik matan yang di anugerahkan ALLAH.
bulir bening itu keluar lagi. dengan lancang membasahi sanubari yang paling dalam. melihat reaksi dari nafik amar tau kalo dia sudah kalah telak dari pesaingnya. diapun sadar kalo pemuda itulah yang pantas menjadi pendamping dunia dan akhirat untuk nafik.
mungkin jodoh tidak memihaknya. yang maha kuasa lebih menujukkan kebenaranNYA di atas segalanya
.♥
.♡
.★
.☆
.♥
.♡
.★
.☆
__ADS_1
.♥♥♥♥♥