Calon Makmum Putra Kyai

Calon Makmum Putra Kyai
Kembali Pulang ke Kudus


__ADS_3

"kak.... aku akan kembali pe pondok" ijin nafik pada alim.


"kamu hati2 dan jaga diri...." alim memeluk erat sang adik.


"kamu harus bahagia ikuti hatimu... jagan menurut kalo itu taksesuai hatimu." bisik alim walau tak tau sebenarnya makna itu. dia mengangguk saja setuju.


"gus has aku... titip nafik ya...!" mohon alim.


"iya gus ipul...." balas alwi.


"ha....ha...sengaja ya?" canda alim sambil tertawa.


"kau yang memulai" alwi mengingat kan.


"ha...ha...ha...." ke 2 nya tertawa senang.


nafik mulai jengah melihat kedekatan itu. dia baru tau kalo kakak dan gusnya bersahabat. ah alangkah sempit dunia ini.


AHMAD MUALLIM SAIFUL ANNAM


satu satunya orang yang tak marah dengan kenakalannya. orang yang akan mendengar keluh kesahnya. makanya dia dapat menyimpulkan bahwa sang adik sedang jatuh cinta. tapi dia masih kekeh dengan prinsipnya


AMALIA KHOLISOH HUMAIRA


kakak sulung yang pendiam. walo dekat nafik selalu di banding bandingkan karena sifat susah di aturnya. nafik akan marah kalo itu di katakan okeh siapapon meski itu orang tuanya. dia tidak suka.

__ADS_1


sedangkan nafik dia suka kebebasan tanpa kekangan. melakukan kemauanya sendiri.....


----------------lll


nampak alwi menyetir dengan tenang. nafik duduk di sebelahnya dan rohid dan rifat duduk di belakang. tadinya rifat yang mau nyetir tapi nanti nafik tidak nyaman duduk di belakang dengan alwi


"mbak nafik.... selamat ya kamu jadi juara" ucap rifat.


"trimakasih ustadz" memang rifat dan rohid sudah jadi ustad di pondok


"selamat juga ya mbak.... ngomong 2 hadiahnya apa ya?" ganti rohif ikut nimbrung.


"hadiahnya kuliah. ..." jawab nafik santai.


"belum tau gus..." jawaab lia pendek.


"dimana pangilan pak nya....?" goda alwi .


respon nafik membuat alwi kaget. gadis itu tertawa ringan sambil menutup mulutnya membuat 3 ikhwan itu terpesona.


"kalo penampilan begini patesnya panggil gus.... kalo di sekolah baru pak" ya saat ini alwi berpeci dan memakai sarung.


ternyata benar kata alim setelah kenal nafik nampak agak bawel dan ramah. mungkin juga karena kedamaian setelah dia berdamai dengan ayahnya.


" kalo ustadz rohid dan ustad rifat ngintilin gusnya siapa yang ngajar di pondok. ...?" untuk memecah keheningan nafik mulai berani ikut ngobrol.

__ADS_1


" ngintilin.... apaan to....? " rifat mutup sebelah matnya mengikuti gaya pembawa acara kuis jaman bahelak. tapi respon mereka ramai alwi yang dari tadi jaim dan terpesona dengan tawa nafik ikut tertawa renyah.


"kalo gus ngak di kintilin... nanti pulang ngak bawa mantu" jawab ridho


"hus.... ngawur...." grutu alwi mencegah.


"mantu....?" nafik penasaran


"mbak nggak tau ya...? kalo umi mengharap mbk jadi mantu" sepertinya mulut rifat keceplosan minta di lakban demi apa coba?


melihat mata alwi penuh kemarahan dari arah kaca keduaya diam langsung suasana jadi canggung. bagai mana tidak marah perasaan yang dia jaga selama ini terbongkar karena mulut lemes 2 temanya. nafik yang dari tadi mau bi cara jadi mulai cangung dan malu. padahal dia mau mengikuti kata hatinya tapi kini buyar hilang sudah.


untuk menghilangkan rasa cangung alwi menyalakan musik. nampak rifat dan rohid menunduk merasa bersalah. tadi niatnya mau menggoda sekaligus membantu sang gus mengutarakan isi hatinya malah jadi petaka.


siap siap sampai pondok akan mendapat hukuman dan damprat dari sang gus. nafik pon sibuk cet dengan kakak nya menyakan perihal pemuda yang di jodohkan denganya.tapi sang kakak juga tidak tau siapa pemuda itu. tanpa ada yang di tutupi.


ahinya mobil itu sampai di area pondok nafik pon bergegas menuju ke kamar setekah sowan dan salim pada umi. Sebagai tanda dia kembali ke pondok.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2