
Khalah mar ah....
Gadis Ngawi yang berteman dengan nafik karena novel karangan. gadis yang sok kuat rapi nyatanya sangat rapuh dan labil. menikah dengan alim setelah patah hati. pria idaman nya tak kunjung memberi jawaban maka saat alim datang mengajak taaruf mar ah setuju. dengan harapan bisa selalu dekat dengan nafik sahabatnya.
Setelah sampai di Indonesia alwi langsung menitipkan faz pada ipar nya. Karena dia dapat kabar kalo alim baru kehilangan anak nya yang baru 2 setengah tahun meninggal karena sakit. Setelah sebelumnya pernah 2 kali keguhuran.
kondisi mar ah yang rapuh menjadi sangat labil seperti tidak punya gairah hidup. Saat alim tau alwi kembali membawa faz tanpa nafik alim minta izin untuk merawat faz agar mar ah bisa kembali pulih dan sehat lagi. Setelah keluarga kudus setuju alwi segera mengantar faz ke Jepara.
bahkan malam ini alwi membiarkan faz tidur dengan alim dan mar ah agar anak itu terbiasa sebelum dia tinggal ke jakarta.
alwi sudah seminggu di Indonesia meninggal sang istri dengan segudang kesibukan malam ini dia tidur sendiri di kamar nafik karena faz tidur dengan alim dan mar ah. nampak sang putra sudah sangat akrab dengan ipar nya itu walau bicara masih banyak dengan bahasa arab dan Indonesia.
mar senang dengan kehadiran faz di sisinya faz seperti obat penghibur untuk luka hatinya setelah si tinggal sang buah hati. alim juga bahagia karena mentarinya sudah kembali ke keadaan semula. alim sangat berterima kasih sudah mengizinkan faz dalam asuhanya.
"lihat aak.... mbak mar dekat sekali dengan faz" alwi menujukan mar ah sedang main dengan faz di dekak mereka.
"iya akhirnya senyuman nya sudah kembali lagi...terima kasih al" alim senyum bahagia bisa lihat mentari nya kembali.
__ADS_1
"aak alim jangan sunggkan. ... " hibur alwi.
"kapan kau ke jakarta?" tanya alim ingin tau.
"lihat kondisi faz dulu kalau bisa di tinggal aku akan berangkat" jawab faz. tapi nampak nya anak itu tidak apa apa jauh dari miminya.
"aku dengar amar sudah mulai kerepotan mengasuh pesantren kalian setelah kau tinggalkan" cerita alim sambil melihat sang istri dan keponakan nya yang sedang asik sendiri.
"biar dia berfikir. ... semua tidak demi uang" canda alwi.
"ha...ha..ha... al...al kau benar" alim tertawa membenarkan ucapan alwi.
"skipsi 5 bulan dan detlain proyek 7bulan dari sekarang" jawab alwi.
"dia sangat sibuk dong... seharusnya ibra membantu mertua nya dulu di sana. dia malah buru buru membawa pulang istrinya" ujar alim menyayangkan.
"maka dari itu aku bawa faz pulang... agar miminya bisa konsen bekerja" jujur alwi.
"sekarang ibra di mana,?" selidik alwi penasaran.
__ADS_1
"demak.... kakek nya meninggal dia di minta membatu mengajar di sana" jawab alim serius.
"wah... bukan excekutive lagi dong?" canda alwi.
"dia jadi kayak kita.... ha... ha... ha..." alim menyauti canda alwi.
"nawa mau...?" alwi penasaran.
"asal dengan ibra.... putri pertama mereka, sudah lahir" jawab mar
"kapan kapan aku jenguk merek" ide alwi untuk menjenguk.
faz sedang bermanja dengan mar ah makan sambil disuapi. anak itu nampak makan dengan lahap sekali. mar ah senang seakan dapat mainan baru. faz juga senang bermanja manja dengan khalahnya.
.
.
.
__ADS_1