
"jihan......." triak seorang pemuda.
"behenti sebentar......" triak yang lain
"tolooooooong" triak jihan.
"jihan jangan lari......." panggil yang lain juga.
seorang gadis lari terburu buru. karena di kejar sekelompok pemuda. nafik mulai terengah engah kehabisan napas. sekarang dia meski menghindar sembunyi tapi di mana.
tak berasa nafik sampai di sebuah warung. karena lari cepat mereka yang mengejar kehilangan jejak. nafik sembunyi di samping beberapa motor yang terparkir di depan warung.
"he kamu siapa.... sedang apa dinsini?" tanya seorang pemuda tampan
"tolong kak ...tolong saya!" nafik memohon sambil menunjuk segrombolan cowok cowok smp dan sma. mereka nampak membawa bunga kado bingkisan paperbak.
"kamu di kejar mereka....?" tanya pemuda itu.
"tolong biarkan mereka pergi dulu.... saya mau sembunyi" jawab nafik tampa melihat sedang bersama siapa ia kini.
" ya sudah.... " pemuda itu duduk miring dan nafik masih sembunyi di bawah. dengan menutupi kepalanya dengan sweter merah.
setelah yahkin segrombolan anak alai itu pergi nafik berdiri. dan malu saat melihat pemuda tampan sedang tersenyum manis padanya
"sudah aman.....?" kata pemuda itu
__ADS_1
"oh.... trimakasih ya kak." nafik menunduk malu. dia kok jadi salah tingkah. demi apa coba....
baru kali ini jantung nafik berdegup kencang saat bersama lawan jenis.
"mereka siapa?" tanya pemuda tampan itu penuh rasa penasaran.
"anak anak......alai.... sudah jelas di tolak malah tak trima. pake ngejar ngejar lagi" nafik agak gugup. tapi mencoba menutupinya dengan expresi dingin.
"baru kali ini aku merasa canggung di depan cowok. wajahnya mempesona lagi" guman nafik dalam hati. banyak cowok mengejar batu kali ini dia tak bisa menolak pandangan.
" oh.... critanya gadis idola ni....?" goda pemuda itu sambil senyum menawan.
"ah... dia cantik untuk anak smp wajahnya berkarisma" batin pemuda itu menatap nafik yang memalingkan wajahnya melihat kesekitar.
" ah.... idola. apanya yang idola. merepotkan..... andai kakak ngijinin pake cadar kan ngak begini critanya" nafik mengrutu kesal.
"untuk apa tanya nama...?" nafik sewot kenapa coba tanya nama.
"masak sudah di bantuin tanya nama saja takboleh?" sang pemuda merasa gemas dengan gadis ini. nada bicaranya ketus ngak ada manis manisnya.
"jihan....lalu kakak siapa?" nafik agak sengak
" alwi.... pangil saja kak alwi" karena alwi merasa gadis ini seumuran adik kembarnya hasan dan husen .
" makasih ya kak atas bantuanya.... lain kali aku balas budi kakak....." nafik mulai melunak
__ADS_1
" nggak usah aku ngak lakkuin apa apa kok" alwi merendah
" tak apa apa itu hanya janji kecil.... assalamualaikum jihan pergi dulu...." nafik pergi melambaikan tangan.
"waalaikum salam" alwi membalas lambaian itu .
alwi masih menatap nafik pergi. alwi merasa pernah melihatnya tapi di mana. dia merasa dejavu sekarang.
" cantik. kok judesnya minta ampon..... tapi banyak yang suka.... tadi hampir ada 10 orang yang ngejar dia." alwi bicara sendiri sampai teman temannya keluar.
tadi alwi sedang makan siang bareng reza alim dan ilham. warung itu langganan mereka. Karena selesai dulu alwi putuskan keluar karena meski balik kekampus ada sesuatu yang tertinggal tapi dia malah mendapati gadis kecil sedang sembunyi di samping motornya.
" lho al katanya mau balik kampos kok masih di sini?" tanya reza
"oh tadi ada masalah sedikit" alwi menyalaka mesin motornya dan segera melaju pergi detelah pamit pada yang lain.
alim melihat sosok sang adik yang berdiri dihalte bus. karena pondokya agak jauh. meski naik angkot. tapi aneh nya kenapa dia sampai di sini. ini sudah jauh dari sekolahnya.
setelah reza dan ilham pergi alim datang meng hampiri sang adik. nafik senang melihat sang kakak. lalu dia bercerita tentang kejadian barusan. juga tentang pertolongan alwi. akhirnya nafik pon tau kalo pemuda tadi teman dari sang kakak.
nafik selalu jujur dan terbuka pada kakak nya perihal apapun. karena mendapat penjagaan sang dari saudara membuat. nafik merasa aman.
.
.
__ADS_1
..
..