Calon Makmum Putra Kyai

Calon Makmum Putra Kyai
Pernikahan Ida & Kholil: Tidur Seranjang


__ADS_3

Kalian mau yang bagaimana malam pertamanya ida dan kholil.....


mereka diskusi sampai pagi. ...


ha...ha...ha..ha...


setelah makan. usai alim masih setia menemani istrinya. istri. ...?


Ya beberapa bulan lalu dia menikahi sahabat nafik di pondok .teman karib selama 2 tahun bersama. sekali melihat gadis itu alim tertarik. cinta tidak ada yang tau kapan datang nya kan.


sedang alwi nampak manja pada istrinya. kadang nafik binggung dengan sikap suaminya. bukan kah harusnya dia yang manja saat usia kehamilan ini. ingin ini ingin itu harus di turutin . ini malah terbalik.


mereka calon abi dan calon ammun saling adu argumen tentang Masa depan calon bayi nafik yang di prediksi akan lahir cowok.


"dia. harus jadi pembalap. ... mewujudkan cita cita uminya yang tidak kesampaian" alim semangat merencanakan masa depan calon ponakan.


"memang mimi pernah ingin jadi pembalap,?" alwi melihat nafik yang sibuk ngemil bawaan bummil.


"iya...." jawab nafik singkat. di sela makan camilan untuk menganjal perut.


"kamu lupa. .. kemampuan ngedrif naf...al?" alim mengingat kan.


"iya.. ingat sampai hampir jantungan. rasanya" alwi mengidik ngeri ingat kebiasaan istrinya dulu.


"kalo bisa jangan lah bahaya!" alwi memela tidak ingin sang putra jadi pria arogan, dan kasar.


"kenapa al dia kan bakal lahir cowok... harus macho dan keren..."alim antusias tidak sabar menanti keponakan lahir.


" tapi jangan pembalap dong ammun... biar jadi alim ulamak ya..." doa kholil lebih pas.


"amin...." ucap semua yang ada di ruang itu.


"penghafal... tentunya" lanjut doa mar ah penuh harap.


"amiiiiiiiin....." mereka semangat


"kamu nyidam apa dek?" tanya mar ah penasaran tentang kehamilan nafik.


"nggak... mbak... gus yang nyidam.... pernah suatu malam. . ribut cari durian.... sampai pagi tidak dapat dan 3 hari menyun." cerita nafik menaruh toples.


"masak...." mar ah tak percaya.


"kamu yang nyidam al....?" alim kepo.


"iya... aak kenapa?" alwi penasaran

__ADS_1


"siap...siap.. mitosnya kalo yang nyidam suaminya nanti kalo lairan suami juga yang rasaiin sakit" urai alim panjang lebar.


"masak..." alwi tak percaya dengan mitos itu.


"siap... siap.. ya taz" kholil menggoda.


"habib jangan dipikirkan!" pinta nafik menenangkan dengan memegang lengan alwi.


"nggak ap apa kalo itu demi kamu bidadari aku yaang sakit aku rela...." ucap alwi manis sambil membelai kepala istrinya.


"yah.. pepet terus....!" goda alim yang suka tidak respons dengan kemanjaan istrinya .


"romantisnya!" iri kholil


"habib... malu" beo nafik.


"kenapa... sama istri sendiri" alwi tak terima malah makin mendekap sang bidadari.


setelah obrolan sengit itu nafik dan mar ah masuk kamar ida. membantu ganti baju dan membereskan diri dari semua atribut pernikahan.


sedang malam itu alim dan alwi tidak mengizinkan kholil menemui istrinya. dan demi apa?...


ida sedang dapat tamu bulanan nya. alhasil ida di temani nafik dan mar ah sedang kholil di temani alwi dan alim di dalam kamar nafik.


mereka bertiga gobrol masalah ilmu. masalah pengalaman masalah cinta sampai tertidur pulas. karena kelelahan dengan persiapan pernikahan ida dan kholil.


demi cinta.


sedang mar ah dan nafik setelah memberitahu wejangan membantu ganti baju dan bercanda sebentar. pamit keluar dari kamar ida. saat buka pintu 2 wanita itu di kagetkan dengan sang pengantin laki-laki yang sedang mondar mandir di depan pintu.


saat sadar kholil jadi malu karena di tegur nafik dan mar ah.


"akhi..sedang apa?" pertanyaan mar ah mengagetkan kholil.


"eh... mbak.." kholil tersentak kaget dan mengaruk tengkuknya yang tak gatal.


"masuk gih... istirahat.... akhi pasti lelah!" printah nafik mempersilakan.


"kok bisa kabur... 2 kakak mu?" tanya mar ah penasaran.


"kedua gus tertidur" jawab kholil tertawa kecil.


"shukurlah...." ucap nafik sedikit lega.


"sana temui ida" printah mar ah.

__ADS_1


"iya mbak. ..." kholil senang dan segera mendekati pintu.


"tapi. .. sabar dulu ya. .. istrimu lagi pernbordend jangan keblabasan" goda mar ah tersenyum.


"iya.... mbak..." Kholil menundukkan kepala.


setelah kholil masuk kamar ida. mar ah dan nafik mendatangi alwi dan alim di kamar aldan nafik. dua pria dewasa itu sudah terlelap nyaman alwi di sisi samping sandaran ranjang. sedang alim di ujung ranjang. menyisakan bagian cukup lebar di tengah.


"lihat mereka" printah mar ah gemas melihat 2 pria kesayangan mereka tidur seperti bayi.


"seperti anak kecil" saaut nafik sambil melepas cadar nya menaruh di makas.


"tak ku sangka.... adik ipar kalo tidur imut juga" mar ah senyum melihat alwi.


"mbak tak lihat kak alim...


lucu gitu sambil peluk guling" nafik menatap kakaknya tersayang yang tidur meringkuk.


"nggak nyangka kalian sudah mau jadi calon abi dan umi" mar ah membelai perut nafik yang mulai membuncit.


"berdoa mbak ..semoga kalian juga akan segera dapat momongan" nafik senyum lembut menghibur iparnya.


"amin..."


"yasudah tidur.....yok" ajak nafik mulai berbaring.


ternyata obrolan itu di dengar alim. dia melihat semburat kesedihan di wajah istri tercinta nya. kesedihan karena belum ada tanda tanda kehamilan pada dirinya.


kini nafio dan mar ah ikut tidur menghadap suami mereka masing masing. saat alwi sadar nafik berbaring di sampingnya segera di renggkuh dan di peluknya mesra. begitu juga alim dan membuat mereka nyaman di alam tidur mereka.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2