
"assalamualaikum" alwi dan nafik salam di depan pintu dalem
"waalaikum salam " seseorang keluar dari dalam .tiba tiba dia tersenyum bahagia ada binar kepuasan di wajahnya melihat siapa yang datang.
" abi. ... lihat siapa yang datang" umi memangil abi yang ada di ruang tengah.
umi langsung meng hambur memeluk menantunya. gadis yang dia idamkan untuk jadi pendamping sang putra. menciumi setiap inci wajah nafik sampai nafik harus menunduk karena posturnya. dia merasa senang di hujani kasih sayang.
"abi.... sini" pangil umi lagi dengan langkah santai abi datang melihat sang putra datang dengan bidadarinya beliau nampak senang.
" ahirnya kalian sampi...." nafik dengan tahdhim menyalami ke2 mertuanya. orang yang sudah berjasa membentuk karakter suaminya hingga seperti ini.
" gimana nduk kabarmu?" umi membelai kepala nafik
" alhamdulillah sehat selalu dalam lindungan ALLOH umi". senyum tak hilang hilang dari wajah umi.
" abi... ada salam dari ayah bunda beliau meng haturkan assalamualaikum" nafik menyampaikan ucap an salam
"waalaikum salam. .. . mereka sehat kan" abi ganti antusias
"aduh...akhirnya.... mantu...." umi sampai binggung mau bicara apa beliau terlalu bahagia saat ini. nafik sampai bingung dengan sikap umi padahal nafik sudah merasa bersalah bahkan bingung.
__ADS_1
" kalian hanya perlu menantu kah.... sampai melupakan anak sendiri" protes alwi karena dari tadi dia merasa tak di anggap sama sekali .
" he..... ini kan pengalaman baru buat manaf. datang di keluarga baru.... pasti cangung " abi merangkul putranya.
" ayo nak kita tingalkan alwi yang sedang cemburu" mendengar ocehan umi alwi memasang wajah lucu. sedang abi tertawa dan nafik senyum kecil mengekor mengikuti umi yang nenariknya menuju kamar alwi
sedang alwi sibuk membawa belanjaan sang istri menyusul menuju kamar.umi masih sibuk menerangkan printilan yang ada di kamar alwi.
" umi.... nanti biar naf yang bersiin ya...." nafik mencegah umi yang mau nenata barang dan pakaianya.
"ya sudah... kalian istirahat ya...." umi keluar nampak alwi sudah berbaring di tempat tidur belum melepas jaket nya
" habibbi...." tak ada respon dari alwi sama sekali.
nafik mendekat dan duduk di samping di lihatnya sang suami sudah pulas. pelan pelan nafik membantu melepas jaket alwi tanpa mengusik di punya tubuh. Namun saat membalik tubuh alwi nafik kaget dengan bunyi pintu yang di buka kasar sehingga dia terjungkal kebelakang untung alwi sigap menarik lengan istrinya sehingga tidak jatuh ke lantai.
" hasan......" triak alwi sambil mendongakkan kepala. melihat apa yang terjadi di dalam kamar hasan jadi malu dan salah tingkah. dia segera lari tunggang langgang.
" maaf....aak...." hasan lari terbirit birit takut kakaknya marah.
sekarang nafik yang malu apa yang akan di pikirkan adik iparnya tentang nya. wanita yang agresif atau tak sabaran.
__ADS_1
melihat wajah sang bidadari mampak merah alwi tertawa menikmatinya. mendengar tawa itu nafik jadi sebal dan pergi ke jendela yang henghadap ke komplek putri. selama ini nafik hanya melihat siluet dari balik luar jendela. kini dia berda di dalam kamar alwi. sang gus yang banyak di idolakan orang.
alwi medekat melingkarkan tangannya dia pinggang ramping sang istri. menyandarkan dagu nya di pundak nafik tiba tiba hilanglah kekesalanya.
"jadi setiap hari seperti inilah pemandangan dari balik jendela ini" tanya nafik sambil mengelus tangan alwi
"heeemmm" alwi bergumam
"habib selalu lihat para ahwat dari sini...?" selidik nafikb
"hanya melihatmu. siapa tau melihatmu berlalau berangkat sekolah pulang sekolah saat pergi sorogan..." nafik berputar berbalik
" oh... habibiku genit" ucap nafik halus
"hanya padamu zaaujah ku... bidadari ku " alwi mencium pipi yang sudah menerah itu lembut
.
.
.
__ADS_1