
Hari ini kelulusan.....
Nafik sudah memakai toga. dia dapat penghargaan sebagai lulusan ter cepat dan tertinggi nilainya dalam sejarah sma prima.semua angota sekolah lengkap termasuk alwi. mengucapkan selamat pada semua siswi tentang 100% kelulusan.
wali murit pon penuh memenuhi aula sekolah. wisuda sekaligus perpisaha kali ini sangat berbeda karena alwi yang merancang. bukan musik pop moderen yang siap di pangung tapi lantunan sholawat dan ayat ayat suci al qur'an dari adik kelas mereka.
acara pon usai nampak nafik di kerumuni teman teman nya. nampak tika memeluk dengan erat tak rela pisah dari sahabat terbaiknya.
"aulia ada yang ingin ketemu kamu. .." pinta bunda mendekati sang putri yang masih asik bersama sahabaynya.
"siapa bunda....?lia penasaran" tanya Nafik bingung.
"itu....amar. disana.....dia khusus datang dari jakarta lho" kata sang ayah yang tiba tiba muncul.
tiba tiba pemuda itu datang mendekat kearah nafik dan bunda berjalan dengan gagah mengenakan jaket kulit. dia membawa serangkai mawar indah.
"hallo..... gue amar....." pemuda itu menyodorkan seikat bunga itu.
"assalamualaikum. .....biasakan menyapa dengan salam....!" nafik mengingatkan pemuda itu malah cengengesan
nafik mampak enek melihat gaya slengean cowok itu. cirikas anak kota yang sok gaya. nafik merasa tak nyaman ada di dekat nya.
"eh sorry...waalaikum salam. ..." amar cengar cengir tebar pesona. sok akrab pada gadis yang baru saja dia temui.
"apa kamu amar fauzhan syahreza?" tanya Nafik melihat sekilas lalu berpaling.
agar merasa tak cangung amar selalu mengajak ngbrol. tapi lama lama nafik mulai tak nyaman.
__ADS_1
"iya... apa kabar lia..." amar sok akrab
"seperti yang kau lihat...aku slalu dalam lidunga ALLOH." nafik mulai memalingkan tubuhnya ke arah lain tapi saat menangkap bayangan alwi nafik mulai bingung dan resah. teryata dari tadi alwi memperhatikan nya saat bersama amar.
"syukurlah kalo lo baik baik saja...." amar senang Nafik mau. ngobrol walau dari sikap nya terlihat acuh dan dingin.
"apa tujuanmu datang kemari mar....?" tanya Nafik.
''am...pangil saja am.... orang terdekatku menyebutku begitu... ya tentu saja bertemu dengan tunangan ku" pinta amar dan sangat pede.
yang menyebalkan kenapa ayah dan bunda membiarkan amar dan nafik ber dua di taman sekolah. walo kondisi masih rame itu membuat mafik tak nyaman.
tapi melihat reaksi nafik dia mulai tertarik. nampak cuek dan jual mahal karena dari tadi hanya menjawab pertanyaan amar tak mau ganti mengajukan pertanyaan .
"jangan sok akrab.... di antera kita belom ada hubungan apa apa... apa lagi tunangan. " nada bicara nafik agak sedikit keras dan ketus..
''dalam mimpimu!'' triak batin nafik yang menolah. tapi mulut dan hatinya bertentangan.
"pernikahan kita 2bulan lagi'' amar semangat cerita.
"dua bulan....." desah nafik kesal.
dengan menberikan bunga pada sang bunda dan berlalu pergi mendekati seseorang menyandarkan kepalanya di dada pemuda itu. nafik sudah tidak mampu menahan air matanya lagi. ini pilihannya. tapi kenapa rasanya sangat sakit..nampak kemarahan di wajah tampan itu apalagi saat dia melihat alwi sudah melihat semuaya dan tidak bisa berbuat apa pun.
"bawa aku pergi aku mohon...." alim merasakan sangat besar beban yang di pikul sang adik.
sebenarnya dai ingin berontak. memperjuangkan kebahagiaan sang adik. tapi nafik menolak dan mengingkari isi hatinya perihal alwi.
__ADS_1
" ayo....."ajak alim
"alim...mau kamu bawa kemana adikmu....?" sang aayah penasaran
"jalan.... ayo al....!" alim juga memangil alwi yang dari tadi diam di branda kelas tak mampu berbuat apa apa
''amar ikut mereka....!"pinta ayah.
"iya om..." amar mengikuti alim dan alwi.
-----------
iya tak buat agak ekstrim critanya. tapi jangan harap ada adegan berantem karena ini fullll drama ya....
aku tunggu komen yang lain juga. biar aku semangat ya.....!
!
!
!
!
!
!
__ADS_1
!