Calon Makmum Putra Kyai

Calon Makmum Putra Kyai
Air Mata Sang Bidadari Penolong.


__ADS_3

kali ini apa yang akan terjadi pada alwi. dia sudah tidak berdaya. penuh dengan luka dan darah bercecer kemana mana.


sekarang kondisinya yang sudah mengenaskan dengan darah bercucuran. tergeletak di tengah jalan. dengan helm yang masih terpasang di kepalanya membut sangat iba. tidak ada yang datang untuk menolong. karena tempat yang sangat sepi jarang ada orang yang lewat di kawasan itu.


dari jauh nampak seseorang. berlari dengan kencang datang menghampiri. melihat korban kecelakaan itu hatinya merasa sangat iba.


dengan telti melihat keadaan alwi dengan seksama bagaimana kondisinya. di cek nadi masih ada denyutan . luka sangat parah membuat sangat miris.


pelan pelan di bukanya helm karena


masih tertutup rapat. betapa kaget nya saat tau kalo yang sedang celaka adalah orang yang dia kenal orang yang sudah mau menolong nya. orang lklas walau tak mengenalnya. dan dia sudah berjanji.


"kak alwi......" pekikan itu keras andai ada orang di sana akan menutup kuping. karena saking keras nya.


"apa yang terjadi padamu kak" gadis itu duduk di samping alwi mengoyang goyangkan tubuh alawi penuh kecemasan

__ADS_1


tiba tiba kakinya teras lemas hilang sedah tenaganya. melihat darah luka menganga dia terenyuh, dan memalingkan muka . dengan sekuat tenaga gadis itu berusaaha mengangkat motor yang menindih kaki alwi. dengan tenaga yang bersisa gadis itu memindah motor yang nampak rusak di sana sini. dengan cepat di lepas hingga motor itu jatuh kesisi lain karena sudah tidak bisa di geser kemana pon


" kenapa bisa begini..... apa yang terjadi padamu" dengan cepat gadis itu mengambil hanpone menghubungi seorang untuk minta bantuan. walaupun dengan kepanikan kegugupan dia berusaha mencari pertolongan.


"assalamualaikum paman. tolong lia minta tolong....." suaranya gugup panik sedih bercampur aduk.


"waalaikum salam nak.... ada apa.... kamu kok panik.....?" tanya dari sebrang


"tolong.... teman lia kecelakaan...."


sang gadis masih panik dan bingung. dalam keadaan begini dia ingat sang paman yang bekerja sebagai dokter.


gadis itu nafik.... ya itu dia.


dia baru dari rumah kholil menjenguk sang teman yang rumahnya kebetulan di sekitar sini. dia di kagetkan adanya orang yang sedang saling kejar kejaran dengan motor.

__ADS_1


nafik melakukan apa yang di intruksikan sang paman melalui sambungan vace coll. nafik mencari apa saja yang bisa di gunakan. melepas sweternya untuk menutup luka di dada. mengambil sebuar skarf di tas dan nengikat lengannya


sekuat kuatnya nafik dia hanya gadis 14thn .melihat alwi yang kepayahan dia tidak bisa menahan airmata nya.


kini sang bidadari menangis terlungkup di tubuh alwi. tak tau kenapa dia bisa tahan dan sekuat itu melihat darah yang becer.


entah apa yang dia rasakan.... takut mungkin. sedih melihat seseorang terluka parah seperti itu. keadaan alwi sangat mengenaskan. diangkatnya kepala alwi di atas pangkuannya. kini nafik sudah terkena darah alwi semua.


"kak aku akan menolongmu.... aku suka sama kakak. " ucap nafik sambil menangis.


"kau harus.... tetap hidup. demi aku... kak..... tolong bernafas lah" air mata nafik makin kencang keluar.


entah apa yang dia katakan. seperti ada rasa sakit yang sangat dia rasakan. kesedihan kepiluan.


"kalo kau mati bagai mana bisa aku harus bertangung jawab pada keluarga mu ... aku harus bilang apa pada mereka?" nafik menangis tersegal segal. sampai akhirnya ambulan datang setelah beberapa menit.

__ADS_1


Para perawt memasang alat peyangga di kaki leher dan pungung alwi. di khawaatirkan ada cidera yang lain. dan ambulan segera melaju menuju ke rumah sakit dan siap menjalani oprasi besar pada kaki alwi.


.


__ADS_2