
Setelah beberapa bulan kejadian alwi dan laila. alwi mulai dingin pada lain jenis akwi dah reza pon mulai rengang. kini alwi kebih sering bersama alim. itu bukan niat alwi tapi reza lah yang menjauhinya.
"al.... sekarang kok reza dan ilham jarang kumpul sama kita.?" tanya alim saat setelah selesai solat dhuhur di masjit dekat kampos.
" ngaktau deh lim.... kayaknya reza masih marah...." alwi menarik nafas panjang
"aneh..... kok jadi dia yang sewot" alim tertawa kecil
" oh ya al sore hari ini aku mau pulang untuk beberapa hari.... ngurus paspor." alim pamit pada sahabat yang sudah seperti saudara itu.
" jadi mau ke maroko. .. sepi dong?" alwi agak sedih akan kehilangan sahabat karibnya
" ya.. itu sudah rencana lama kok" jawab alim dengan tersenyum khasnya
" ya sudah hati hati ya....aku masih mau ketemu reza buat jelasin semua. " ucap alwi
alim pun pergi tinggal alwi sendiri. masih senang duduk di masjit.
alwi kaget saat ada yang menyapanya. seorang gadis manis dengan senyum indah menghanyutkan.
__ADS_1
" assalamualaikum kak alwi..." sapa nafik ramah
" he dek. .... jihan... waalaikum salam. .. lagi apa di sini?" alwi menatap nafik dengan seksama.
karena penampilan gadis ni beda dari biasanya . dia mengenakan pakaian gamis yang elegan dan polesan bedak tipis dan lipglos menambah kesan lebih dewasa.
"mandangnya biasa aja dong... ngak takut apa jatuh cinta?" jawaban nafik mengundang tawa alwi.
"di tanya kok jawabnya gitu..... emang situ masih jomblo sampe aku boleh jatuh cinta," goda alwi
"masih dong enak saja...." nafik tersemyum.ke duanya tertawa renyah.
"oh......" alwi melihat ahwat mereka seperti sebuah grup rebana.
"jihan. ...ayo...." pangil mbak epi
''ya sebentar....." nafik dibuk mengenakan sendal sepatunya.
" kak alwi aku pergi dulu ya sudah di tunggu. sampai jumpa.... assalamualaikum" pamit nafik lalu segera pergi meninggal kan alwi sediri.
__ADS_1
" waalaikum. salam...." alwi melihat kagum dengan gadis itu. kemarin dia nampah panik dan pucat saat jumpa dengannya beberapa bulan lalu.
ternyata di sisi lain masjit ada yang melihat pemandangan tadi dengan perasaan marah penuh dendam.
melihat keakrapan alwi dan nafik yang ngobrol santai. membuat hati orang itu dongkol emosi. bagai mana pun dia sudah dipermalukan di depan umum saat mengutarakan cinta. kini pemuda itu nampak asik bercanda akrab dengan gadis lain. dan bilang tidak ada hubungan apa apa.
yang namanya hati bila sudah terluka sudah tak ada logika yang benar. tidak ada kebaikan sama sekali.
" aku akan menuntut balas.... tunggu saja" dengan geram orang itu pergi. dengan penuh kemarahan dan kesan.
kini alwi tidak tau apa yang akan terjadi pada nya. nafik juga tak tau apa yang akan menimpanya.
alwi pun bergegas mencari reza untuk mengklirkan masalah. sebenarnya salah siapa? kenapa alwi yang meski menjelaskan . pemuda itu hanya tidak ingin ada salahpaham untuk seterusnya. alwi sayang pada teman nya seperti sayang pada saudaranya. karenaa sejatinya sesama muslim adalah saudara. marah lebih dari 3 hari adalaah dosa .apalagi kalo harus sampai saling mendendam. maka neraka kah balasan nya.
alwi mendapati reza bersama ilham di tempat beskem mereka. dia menjekaskan segalanya. reza mengerti dan mau mendengar. justru karena malu yang sudah marah tanpa alasan pada sahabat nya. makanya selama ini reza memilih menghidar. alwi sudah tenang memang butuh keberanian untuk mengungkapkan.
.
.
__ADS_1
.