
sebelum sekolah nafik sudah siap di dhalem. nafik sudah siap duduk di samping salamah di rung tamu dhalem untuk sorogan pagi. banyak padangan mata tertuju padanya. ada menatap kagum sambil berbisik ada yang cuek dan sibuk merapikan hapalanya. dan nafik pon konsen untuk darus agar manti tidak ada yang salah dalam setor.
umi pon datang untuk mengajar. di lihat semua santri dengan sek sama. seakan mencari objek yang membuat beliau tertarik. pandangan jatuh pada nafik dan beliau mulai duduk di balik meja kecil yang tertutup dengn sajadah merah.
nafik pon mengambil kesempatan pertama maju untuk setor. bukan niat untuk pamer atau sekedar menunjukkan kemampuannya pada para hafidz lain yang ada tapi karena dia harus segera pergi kesekolah.
selain ada santri wati juga 5 santri putra yang jadi hafidz karena ibunyai lah yang hafidzoh jadi ikwan ini setor ke umi. di jejeran 5 ikhwan itu ada salah satu kembar. husen si pendiam ternyata ikuti jejek sang umi jadi penghafal al qur'an. juga ida dia sudah hafal 20 juz dan bercita cita kuliah di mesir.
nafik pon mulai melantunkan alunan ayat2 suci al Qur'an. suaranya yang merdu seakan membius seisi ruangan. yang tiba tiba jadi hening. selain terdengar suara indah nafik tak ada santri yang darus. bacaan yang tartil suara yang lembut mendayu seakan meng hipnotis semua orang seperti bius.
syahdu......
tak dapat di pungkiri inilah yang namanya menikmati bacaan al Qur'an.
di ruangan lain......
suara itu juga membius seseorang. walau tak terdengar jelas pemuda itu yang tadinya sibuk di depan leptop berhasil teralihkan dengan cepat dari pekerjaanya. dia diam nenikmatati suara idah itu hingga rasa penasaran muncul.
__ADS_1
angan alwi kembali. ke beberapa hari lalu. saat mendengar sebuah suara indah seorang gadis penuh pilu di sebuah masjid angan itu. bunyar saat alwi ingat tugasnya lagi. tapi dia tidak bisa konsentrasi lama.
karena penasaran, alwi pon membuka pintu pelan2 dan menginti dari dalam kamarnya. diapon mencari sumber suara itu. pandaangnya tertuju pada sosok ahwat yang duduk di depan uminya. seketika darahnya berdesir menuju otak hingga dia hampir ngebleng. dengan cepat alwi menutup pintu dengan buru-buru hingga dia kaget dan membanting tubuhnya di kasur.
"syubhanaalloh... maha esa dan atas ciptaaaanmu yang begitu indah" gumam alwi sambil tersenyum sendiri.
deg....
deg....
debaran itu muncul lagi. alwi mencoba menenangkannya perasan dan gejolak dirinya. dengan mengingat suara yang waktu itu. suara indah yang di penuhi kegelisahan dan kesedihan.
"iya... itu dia... YA ALLAH kenapa dia menangis seperti itu" desah alwi sambil melihat langit-langit.
"dan perasaan aneh apa ini.... dadaku tersa sangat sesak dan sakit." alwi meremas dadanya.
alwi sibuk dengan pikiranya sendiri. penasaran apa yang si rasakan gadis itu.
__ADS_1
semua kembali tenang setelah alwi menenagkan diri dengan berselawat. suaranya yang indah dan sahdu menentramkan sanubari.
syahdu. ...
sungguh sangat syahdu. alwi pun mulai jadi stalker mencari sesuatu. Hingga hasilnya membuat dia kagum dengan sosok gadis yang mulai menarik perhatian nya kini.
"kenapa aku tertarik dengan gadis kecil.... iya secara fisik dia besar dengan wajah manis dan terkesan dewasa.... tapi usianya masih sangat muda. seusia si kembar apa ini mungkin dan akan mudah.... walaupun abi dan umi sudah memberi lampi hijau tapi orang tuanya apa mengijinkan....? " alwi bermonolog dengan diri nya sendiri di dalam. kamarnya sambil masih menikmati suara indah dari luar sana.
.
.
.
.
.
__ADS_1