
Pagi itu kholil yang baru datang di sambut ramah teman tenannya. mereka semua sedang sibuk meneliti tugas yang akan di kumpulkan di dosen pembimbing mereka. kelas itu rata rata isinya cowok dari dan cewek hanya ada beberapa.semua dari berbagai negara. kholil yang supel mudah bergaul mulai banyak memiliki teman dari berbagi megara.
dia duduk di temani 3 orang teman dari. indonesia. ada fajar , adam dan arif.
" lil.... bagaimana pengejaran mu?" tanya arif penasaran ingin tau kisah cinta sahabatnya.
"ah... sudah jangan bicarakan itu lagi" kholil malas membahas.
"kenapa?" tanya adam penasaran.
"dia sudah bersuami" jawab kholil sabtsi
"apa?" ketiganya bertriak bersamaan.
"ha... ha.. ha...." arif tertawa lalu di ikuti yang lain.
"ya tertawalah kalian... kan aku memang tak tau dia sudah menikah." kholil jadi sewot.
"lil..lil....lil.... nasibmu" ledek fajar.
"sekali jatuh cinta sama bini orang...." tambah arif ikut mengompori.
" ledek terus sampai kalian puas." kholil makin sebal dengan teman temannya.
"lalu dengan yang satu...?" tanya adam penasaran.
" iya... adiknya" arif meyahkinkan.
"oh... ida... itu adik suaminya. ... dia 2 lebih tua dariku" jelas kholil.
"kayaknya di tertarik pada mu" kata fajar
" masak. ...bercanda?" kholil tak percaya.
"jangan terlalu fokus sama cinta monyetmu itu" arif menepok bahu kholil.
" dia sepertinya tertarik padamu." adam meyahkinkan.
__ADS_1
"tapi aku tak pernah lihat wajah ida sebelumnya" kholil berfikir.
"tapi pasti cantik....." fajar ikut menyahkinkan.
" ingat lil kali ini jangan kau sia sia kan... lupakan jihan mu itu..... dia sudah milik orang" kata adam bijak.
"iya. ... atua kau akan menyesal" tambah arif.
kholil ber fikir memutar otaknya. ia juga merasa beberapa waktu ini sikap ida sangat ramah padanya. berbeda saat ia belom tau tentang status nafik yang sudah menikah. apa benar ida tertarik padanya. ?
sang dekan datang di ikuti seorang pria tampan masuk ruang itu di belakang pak ibrahim. pria muda itu mendekap beberapa buku dan kitap. gaya pakaian yang rapi dengan kemeja dan rompi celana hitam bahan potongan rambut yang rapi. semua menatap kagum dengan sosok baru itu. apa lagi senyum yang menawan terukir jelas di wajah tampan itu.
semua penasaran apa ada mahasiswa. baru di kelas mereka. tapi bisik bisik itu semua membicarakan atas kehadiran nya yang tiba tiba.
tapi beda dengan kholil. saat semua respon kagum dengan kehadiran orang baru dalam kekad mereka. justru ada semburak kekagetan di wajah tampan kholil.
"alwi...." kata kholil pelan saat sadar siapa di samping dekan nya.
"kamu kenal dia?" adam penasaran.
"suami jihan..." jawab kholil lirih.
"lil... kalo di banding dengan dia kau tak ada apa apa nya" ledek arif.
"huuuust diam dekan mau bicara" kata teman mereka yang lain dengan bahasa arab.
kelas tiba tiba tenang. seperti ingin menyimak apa yang akan di sampaikan sang dekan. semua menunggu dengan penasaran tentang keberadaan alwi.
"assalamualaikum mahasiswa ku semua" salam dekan ibrahim.
" waalaikumsalam" jawab semua siswa.
"perkanalkan beliau al ustaz alwi hasan ahmad salam. salah seorang ustazd muda dari Indonesia....." kata dekan serius.
" assalamualaikum" salam alwi.
''waalaikumsalam" jawab mereka lagi.
__ADS_1
" mulai smester ini beliau akan mengajar di kampos kita untuk beberapa tahun kedepan" terangkan dekan.
" harap bantuannya" pinta alwi.
di ujung tempat para ahwat sedang bisik bisik mengungkapkan kekaguman mereka.
" dosen baru kita....tampan" kata seorang ahwat.
"iya.... ah.... aku bakalan betah nih" kata yang lain.
" masih singgel nggak ya?" yang lain lagi juga penasaran.
sedang kholil merasa dejavu. saat dia tau tentang jati diri alwi. Seorang untaz muda yang sangat ternama di negrinya.
"pantas aku seperti pernah melihatnya" kata kholil pelan
"lil dia dosen kita" sambunf fajar.
" dan lagi beliau ustaz yang ternama di Indonesia" kata Adam sambil sibuk main hpnya
" lil...kau tak sebanding dengan nya" kata arif.
"lihat selain itu beliau putra kyai besar di kudus.... Beberapa tahun ini meniti karir di jakarta dan mendirikan yayasan di daerah tenggeran" adam menunjuk hasil pencarian nya.
"lupakan jihan mu.... dekati saja ida" pinta fajar.
"kalo ida adiknya apa mungkin aku bisa... memang siapa aku?" kholil menyerah.
"benat juga..."
" sabar lil... sabar... jodoh di tangan Tuhan." kata adam
(enak saja di tangan author ha... ha... ha )
.
.
__ADS_1
.