
Nafik keluar kamar dengan penampilan beda dari biasanya. dan 3 pemuda tampan yang sedang ngopi pagi itu terpana melihat lia yang mengenakan atasan kaos longar dan bawahan denim dan jilbab syari dan modis. menutup sampai panggul nya.
amar terpaku menatap nafik .sedangkan alwi setelah melihat sekilas langsung berpaling dan menunduk. apalagi sekarang ada amar yang lebih berhak atas diri nafik sepenuhnya sebagai calon imam nafik kelak.
"mau ke mana....?" alim penasaran melihat penampilan nafik yang berbeda.
"hai King. ...." nafik memainkan hanpone mangirim pesan cet pada seseorang.
"kemana....?" alim penasaran dan berdiri mendekati sang adik.
"ke....cengklik(nama bukit di desaku)" nafik menjawab dengan malas.
"sama sipa.....?" alim penasaran
"ahwat ahwat. ......" nafik masih sibuk dengan hape nya.
"boleh....kita ikut." bujuk alim
"kita.....?" nafik mengalihkan padanganya menatap sang kakak dengan penasaran.
"iya.... aku alwi dan amar" jawab alim
"kalo.....kalian ikut akan merepotkan" jawab nafik ogah ogahan.
pergi dengan mereka sama Saja bencana. nafik ingin menikmati waktu bersama temannya saja. jalan ala wanita.
__ADS_1
"memang kenapa kalo kita ikut....?" amar yang dari tadi penasaran ikut bicara juga
"aku mau pulang ke kudus. ...." alwi akhirnya bicara. dan menolak secara halus karena dia belom pamit langsung dengan umi.
tiba tiba datang 4 akwat menawan sudah siap dengan gaya yang hampir sama dengan nafik
"assalamualaikum. ...." sapa mereka
"waalaikum salam. ....."jawab nafik alim alwi dan amar
"lho kalian disini....?"alwi kaget melihat siapa yang datang. wajah wajah yang dia kenal.
''sudah dari tadi malam.... neng lia minta kita nginap di pesantren karna di sini banyak ikhwan" jawab tiar dengan menunduk.
"oh....." alwi mengerti.
"ida...marah....tiar...saudah....mereka temen ku" jawab nafik. melihat gelagat amar dia jadi makin ilfil dengan pemuda itu.
"jaga matamu amar...." triak nafik
"he....maaf....kamulah segalanya sweety ku" amar memasang wajah lucunya.
teman teman nafik tertawa malu malu. sedangkan nafik mulai dongkol dengan sikap amar yang kelewat over.
"he al.... ini adik mu kan?" alim menatap ida. tapi perhatianya terpaku pada hal lain.
__ADS_1
"iya... umi ijinin kamu pergi..dek.?" alwi menjawab alim kemudian menatap sang adik.dia penasaran sejak kapan sang adik dekat dengan pujaan hatinya.
"iya lah..." jawab ida manja pada sang kakak.
"kita jadi pergi tidak ni....?" ajak mar ah.
"kita nungu anis sama lehah....." jawab nafik.
ahirnya anis dan lehah datang. mereka teman bermain nafik sejak kecil. baru akan naik ke mobil sepupu pria nafik muncul lengkap tak adayang apsen. mereka pon merengek agar sang putri mau mengajak haiking juga.
akhinya nafik pon menyerah dan mengijinkan mereka ikut. dalam perjalanan ini sebenarnya nafik hanya ingin menenangkan diri tapi harus tetima bujuk rayu mereka.
nafik menyetir lagi. Kali ini lebih tenang dan hati hati. ida dan tiar duduk di depan sedangkan yang lain di belakang dengan barang barang. karena mobil yang di gunakan sebuah picap jip yang cocok di gunakan di gunung.
"mbak lia..... ngedrif dong!" triak ibra dari bekakang.
"jangan....jangan....." triak cowok cowok lain termasuk alwi dan amar.
Mereka tau kemampuan sang putri dengan hobinya itu. tidak cuma mobil tapi juga motor. mendengar tantangan ibra nafik nenerima dengan senanga hati dan mulai menpercepat laju kendaraan dan dintambai efek goncangan . terdengar jeritan dan taw puas dari arah belakang .bagi para ahwat ini pengalaman baru untuk mereka. kemampuan nafik ini membuat mereka tercengang. tidak menyangka.
.
.
.
__ADS_1
.
.