
Malam ini nafik sibuk berberes barang suami dan putranya. semua dipak dalam 3 koper. yang lain pelan pelan akan nafik kirim dengan pos kargo. barang barang yang berharga sudah nafik pos beberapa hari lalu. mainan pakaian yang sekira tidak di gunakan akan di sumbang kan ke fakir miskin dan panti asuhan.
siang tadi alwi sudah mendapat pesta perpisahan dari mahasiswa dan dewan dosen di kampus. walo ada rasa kecewa akan meninggalkan negeri ini tapi alwi senang akhirnya bisa kembali ke tanah air. semua sangat bersedih dosen favorit mereka yang masih muda dan mempesona akan risain.
faz juga sangat antusias mendengar dia memiliki banyak saudara dan kerabat di negerinya. walo menurut faz dia akan pergi jalan jalan tidak mengerti arti pulang yang sebenarnya. tapi pelan pelan bibi dan mimi selalu memberikan penjelasan. walaupun faz belom begitu fasih bahasa indonesia apa lagi jawa.
"bibi.... mana faz?" tanya nafik melihat sang suami masuk kamar tanpa sang putra tercinta.
" heermmmm... sudah bobok" jawab alwi sambil mendekat pada nafik yang baru selesai mengepak semua nya.
"bobok di mana?" nafik menatap alwi penuh rasa penasaran.
"kamar nya" jawab alwi santai dia sengaja menidurkan sang putra di kamar nya.
"kok tidak di bawa kemari?" nafik penasaran.
"heeeemm.... habib ingin menikmati malam ini dengan bidadari. .. Sebelum habib pergi" jujur alwi. dia akan memendam kerinduan yang mendalam selama nafik masih di mesir.
"bib.... tapi zaujah juga mau bersama faz sebelum kalian pergi" nafik. tak peka dengan perasaan alwi. atau dia juga punya ego tidak mau menyianyiakan waktu bersama sang putra.
nafik berdiri berlalu ingin pergi ke kamar putra nya dan membawa ke kamar utama agar bisa tidur bersama. tapi lengan kekar alwi menahan tubuh nya alwi mendudukkan sang istri di pangkuan. sejak punya anak dan kerja nafik takpernah lagi berlaku manja dia sudah sangat sibuk dengan urusan ini dan itu. Tapi alwi sangat rindu momen untuk bisa bersama sang istri. apa lagi mereka akan terpisah lagi walo tidak akan lama.
"bibi....." desah nafik
"heemmm..... zaujah" alwi juga sudah tidak bisa menahan diri. ..
__ADS_1
"iya..." jawab nafik
"akan akan sangat merindukan mu" jujur alwi berpisah lagi dengan sang kekasih sangat menyakitkan.
"aku juga habibiku.... " nafik akhirnya mengerti keinginan sang suami.
"kamu harus segera selesai kan semua urusan mu...." printah alwi seperti ultimatum.
"zaujah tak janji.... tapi akan berusaha selesai sesuai target" jawab nafik tidak mau berbelit belit.
"habib dan faz. .. akan sangat merindukan mu bidadari ku" alwi makin mendekap rapat sang istri yang duduk manis di pangkuan nya.
" zaujah juga akan merindukan kalian" nafik menyembunyikan wajah nya di pundak alwi.
nafik membuatkan diri nya nyaman di pangkuan sang suami. alwi tidak akan begitu saja melepaskan nya. dia juga rindu momen bermanja seperti ini. berdua bercumbu rayu menghilangkan kegelisahan saling bertukar cerita mengungkap kan kekesalan. inilah yang disebut cinta.
"sudah bersih kan? habib akan puasa lama nanti habib akan kangen" jujur alwi sudah sangat merindukan sang istri setelah seminggu puasa.
"boleh... habib. .hemmmm ... zaujah juga akan sangat kangen. Pada mu" jujur alwi sangat memanjakan sang istri tidak pernah bicara kasar apalagi main tangan. alwi selalu marah dengan cara yang arif.
mendapat lampu hijau dari sang istri alwi melancarkan rayuan dan cumbuan nya. menghujani nafik dengan ciuman mesra di seluruh wajah nya. memeluk mendekap hangat seolah tidak boleh pergi.
"kita solat dulu bib" ajak nafik
"ayo wuzhu. ..!" alwi setuju. langsung mengangkat tubuh nafik dalam gendongan dan di bawa kekamar mandi.
__ADS_1
"bib.... turunkan" triak nafik.
"jangan teriak nanti faz bangun" nafik menutup mulutnya.
setelah wudzu alwi mengelar 2 sajadah nafik keluar sudah siap dengan mukena yang dia kenakan. solat sunah berjamaah didirikan besama dengan niat khajat. setelah usai dan salam alwi mulai serangannya dengan merayu. setelah berdoa dan salat 2 rekaat
"hai makmumku terima kasih sudahp menjadi pendamping ku. dalam.suka duka.. mungkin banyak duka yang kuberikan semoga kau tetap bersabar dan ikhlas menjalani biduk rumah tangga ini ungkapan isi hati alwi.
"hai imam ku.... kau pria yang paling sempurna sholeh dan begitu mencintai ku. terima kasih sudah menerima kekurangan dan kelebihan ku yang tidak seberapa . kehadiranmu bisa memberikan kesempurnaan dalam hidup ini... habibiku" jawab nafik penuh haru
"terima kasih bidadari ku. .. hadirmu dan faz sudah menunjukkan keberhasilan ku sebagai abi dan zaujie dan perpisahan ini tidak seberapa lama semoga kita bisa langgeng besama sampai di jannah nya. amin " alwi merangkul hangat sang istri seakan tidak rela meninggalkan nya sendirian.
''Anna ukhibuka fillah...." ungkap ke 2 nya bersama an.
malam ini milik mereka berdua. memadu cinta kasih bersama dalam landasan agama yang arif. ter pisah untuk bersama selamanya cinta suci akan abadi ....
.
.
.
.
.
__ADS_1
.