Calon Makmum Putra Kyai

Calon Makmum Putra Kyai
Urusa Pekerjaan Akhirnya Selesai


__ADS_3

nafik sedang mengurus semua berkas kelengkapan. semua orang sudah tenang karena sudah selesai semua. proyek lancar dan sukses. semua pegawai perusahaan sangat senang. Hasil jerih payah mereka melebihi target penjualan dan masing masing mereka akan dapat bonus besar termasuk nafik.


"nafik terima kasih ini semua berkat jerih payah mu dan si kembar membawa keberuntungan" ucap tuan zanuar bangga pada nafik.


"ini semua berkat ALLAH pak.... bukan karena kehamilan saya" kata nafik mengingatkan.


"ha... ha...ha... tapi dalam keadaan begini kamu masih bisa memberikan yang terbaik. ini semua rizki mereka" lanjut tuan zanuar


"alhamdulillah" ucap syukur nafik sambil membelai perut nya yang lebih besar dari biasanya.


"kapan kamu pulang?" tanya tuan zanuar


"lusa.... sepertinya lebih cepat. ..." nafik optimis.


"semua karena usaha keras mu.... detlain 7 bulan selesai sebulan lebih awal. ... " tuan zanuar bangga.


"mungkin perasaan ibu yang buat saya ingin menyelesaikan nya lebih cepat" nafik juga senang.


"kamu benar. ... intuisimu memang sangat kuat" kata tuan zanuar


"ah... rasanya sudah tidak sabar untuk segera bertemu fazha" nafik menahan rindu.


"naluri.... semua orang tua begitu" tuan zanuar juga merasa masigul.


"bapak jadi akan mengunjungi nawa....?" nafik ingin tau.


"seperti nya jadi. .. tapi tidak bisa pergi bersama dengan mu ada beberapa urusan yang mesti saya selesai kan" jawab tuan zanuar.


"pasti dia sengat senang" beo nafik

__ADS_1


"sudah lama tidak bertemu dan kini sudah ada cucu" rasa rindu yang memuncak


"cucu perempuan yang cantik. .." puji nafik.


"iya... cucu perempuan yang cantik dan manis" tuan zanuar membenarkan.


"tak kusangka Ibra bisa serius juga" celoteh nafik.


" maksudmu...?" tuan zanuar penasaran.


"saat tiba tiba nawa datang ke apartemen dan ibra bilang mereka taruf saya kaget dan marah saya merasa ibra sedang memainkan trik nya...." cerita nafik tuan zanuar menyimak dengan sesama.


"ternyata dia serius dan semua demi saya bukan masalah kondisi mawa yang saya khawatir. kan tapi justru keseriusan ibra itu sendiri dia yang selalu main main dengan dengan wanita" lanjut nafik


"oh.... Begitu ya...." tuan zanuar cuma meng oh saja.


"akhirnya saya bisa tau sisi lain menantu saya kukira dia pria yang serius dan gila kerja" tuan zanuar tidak marah.


"ibra tidak serius sama sekali..... hanya dalam pekerjaan saja hidup nya selalu penuh warna....." lanjut ibra.


"kamu benar" mungkin. ibra merasa ada yang membicarakan kejelekan nya dia bersin bersin beberapa kali.


setelah menyelesaikan formulir dan formalitas nafik pamit. tuan zanuar sangat menyayangkan bakat istimewa nafik. Dia bisa sukses di masa depan jika bisa menggunakan otak pintar nya. tapi bagi nafik kodrat wanita ada di sisi pasangan mau pintar seperti apapun dia hanyalah perempuan yang selalu butuh berlindung di balik pria.


"akhirnya selesai" nafik lega.


"saya akan sangat merasa kehilangan orang yang berbakat seperti kamu nafik" tuan zanuar sedih nafik yang berbakat akan menghilang lagi untuk sembunyi.


"kalau tidak bidang saya saya juga tidak akan mampu pak " nafik merendahkan diri.

__ADS_1


"tapi otak kamu itu memang brilian. .." puji tuan zanuar dengan memberikan kode memegang kepala nya.


"semua anugerah ALLAH. saya hanya memanfaatkan kemampuan saya secara baik... kalau begitu saya permisi pak" pamit nafik.


"baik lah... jaga kondisi mu... kabari saya kalau si kembar lahir" pinta tuan zanuar


"inndhaallah..... "


"hati hati. ..."


"shukron. .. assalamualaikum"


"waalaikum salam"


tuan zanuar sendiri yang melepas kepergian nafik tidak biasanya . tapi kemampuan nafik memang tiada duanya. .cara pikir 1 0 orang semua jadi satu dalam otak nafik. tidak ada yang mengira semua jerih payah dan kesuksesan perusahaan tuan zanuar hasil dari pemikiran seorang wanita.


setelah pulang nafik melanjutkan peking dan beres beres. besok dia akan mengurus atmin di kampus sebelum lusa kembali ke Indonesia. segera berkumpul dengan habibi nya.


.


.


.


.


.


...

__ADS_1


__ADS_2