Calon Makmum Putra Kyai

Calon Makmum Putra Kyai
Muhammad Ibrahim Al Kaff


__ADS_3


Angkel ibra. ....


Cowok jahil yang suka blak blakan. tapi memendam cinta pada kakak sepupunya. berani mengungkapkan saat nafik berusaha menghindari nya. seakan dia tau kalo ibra menaruh hati padanya.


tapi ibra iklas saat sang kakak menemukan cinta sejatinya. dia dan alim sudah janji akan menjaga hubungan alwi dan nafik selamanya.


setelah kembali ke Indonesia nawa langsung hamil dan kini sudah melahirkan anak perempuan yang cantik. karena wasiat sang kakek ibra memboyong istrinya yang saat itu hamil besar ke Demak untuk mengasuh pondok pesantren tinggal an sang kakek. karena semua anak dan mantu sudah punya pondok sendiri maka pilihan jatuh pada sang cucu ibra.


ibra pun demi mewujudkan wasiat rela meninggalkan perusahaan yang dia rintis ditangani sahabat nya sekaligus kolega nya untuk mengurus semua nya nawa juga iklas saat sang suami memilih hidup sederhana seadanya tanpa kemewahan. karena sumber kebahagiaan nawa adalah ibra.


sang kyai muda baru usai mengajar pagi . pandangan nya teralih saat melihat mobil sedan masuk ke dalam gerbang dan menuju halaman rumah nya. beliau pun penasaran siapa gerangan yang datang bertemu ke kediaman nya. ibra melihat dengan sesama tidak ingin luput dari pandangannya. dia terpaku di depan pintu menunggu siapa yang datang.


"assalamualaikum kyai. ..." sapa alwi. ternyata dia yang datang.


"waalaikumsalam mas. ... kyai kyai. ... antum yang kyai" ibra sewot dengan canda an alwi.


"antum yang sudah punya pondok" alwi mengingatkan.


"ah... mas bisa... saja.... ayo ayo masuk ajak santri antum...." ajak ibra mempersilakan tamunya masuk rumah


"ayok... kang" ajak alwi pada dua santri nya.

__ADS_1


"iya... ustazd" jawab keduanya.


mereka dipersilakan duduk di sofa. tapi kedua santri yang bersamaan alwi menolak duduk di atas. Mereka memilih duduk di bawah di atas karpet.


"ayok kang duduk si atas?" pinta ibra pada dua pemuda yang bernama Ahmed dan sori.


"syukron kyai... kami si sini saja...." tolak sori.


" sudah ayo duduk di atas....!" pinta ibra lagi.


"tidak kyai.... kami si bawah saja" ganti ahmed menolak.


"sudah lah dek... biar kan mereka disana... kamu mesti terbiasa" bujuk alwi.


"mereka dari jakarta menjemput ana atas perintah amar" alwi menjelaskan.


"oh.... la ini mbak nafik di jakarta?" tanya ibra menebak.


"nggak... mbakmu masih di mesir" jawab alwi.


"lho... mbak nafik dan faz masih di mesir?" ibra makin kepo.


"mbakmu di mesir kalo faz di Jepara sama mas alim biar mbak mar sembuh" cerita alwi menjelaskan.

__ADS_1


"jadi janji mbak nafik bisa di tepati dong" ibra ingat janji nafik untuk mengijinkan mar ah merawat faz.


"dengan berat hati. .. ini semua gara gara antum. ..." protes alwi pura pura marah.


"kok... ana. ..?" ibra kaget


"kalo antum bantu mertua duluan. .. mbak mu kan bisa. ikut pulang" alwi mengingatkan.


"ya. .. maaf mas" ibra merasa bersalah.


melihat alwi dan nafik yang mesti pisah lagi dia jadi bersedih. karena lagi lagi ujian alwi dan nafik mesti terpisah jarak dari dulu.awal mereka ketemu dan kenal.


obrolan mereka semakin hangat. sampai. lupa tujuan awal alwi datang. padahal dia datang ingin melihat bayi perempuan ibra yang cantik manis dan menawan. bayi yang baru lahir beberapa minggu lalu.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2