
ibra menyempatkan menengok nawa. gadis itu mulai pulih dari sakitnya. al bersikeras tidak mau menengok nawa karena itu bisa memberi harapan palsu pada gadis itu. sedang naf tidak bisa memaksa al.
itu juga sebuah kebahagiaan saat al tetap kekeh dengan kemauannya. tidak mudah tertarik dengan wanita. sebuah prinsip yang menenangkan untuk naf.
ibra membawa parsel buah dan bunga.dengan jalan tegap dan gagah dengan setelan jas. dan menyelempang tas laptop di bahu. pemuda berkarisma itu menarik perhatian apa lagi keramahan sifat nya membuat orang terpesona. dengan berjalan mantap ibra sampai melewati lorong dan ahirnya sampai di depan pintu kamar rawat zanawa.
dari dalam lamar terdengar suara isak tangisan nawa.gadis itu lemah sakit hati putus asa hilang harapan atas sikap alwi yang tidak perduli lagi pada nya. mana mungkin dia tidak sedih kalo cinta pertama harus pupus begitu saja.
salah memang salah perasaannya selama ini. tapi mau bagai mana cinta datang dengan sendirinya tidak bisa di buang begitu saja.
ikhlas sangat sulit. apalagi sosok alwi yang memang menarik perhatian swngan sejuta pesonanya. begitu juga zanawa jatuh juga dalam pesona nya.
"kenapa hik...aku tidak.... bisa hik...dapatkan hik.... dia?"
"kenapa hik.....kini hik....dia tidak perduli lagi hik.... dengan ku?"
"apa hik... kekura ...hik....nganku... di banding dengan. .. hik... istrinya"
"kamu tidak sebanding dengan nya"
"tidak bisa di sama kan dengan wanita itu."
"kamu hanya gadis lemah.... yang penuh rasa iri terhadap kebahagiaan orang lain."
"kamu...?. siapa berani beraninya bicara begitu kepadaku,
"aku... ibra... orang yang membawamu ke rumah sakit kemarin lusa"
__ADS_1
nawa menatap ibra lekat dengan pandangan penuh amarah karena ucapan ibra mengenai dirinya.
tapi gaya nya ibra yang menarik. senyum indah merekah selalu menarik perhatian. pesona selalu dia pancarkan. hingga nawa tidak bisa berpaling dari wajah tampan ibra . pemuda itu selalu bisa menarik perhatian.
"saya ahmad ibrahim al kaf..... kolega ayah mu di perusahaan dan saya yang membantu tuan zanuar membawa mu ke sini"
"aku zanawa miftah al hadac "
"bagaimana keadaan mu?"
"menyedihkan"
"kau kelihatan baik baik saja"
"menurut anda begitu"
"merepotkan anda.... syukron"
"sebenarnya anda sakit apa lady hadac?"
"patah hati.... sakit cinta"
"kalo begitu bukan di..sini obatnya"
"mamang tapi obat saya tidak mau datang... sudah mengabaikan sudah tidak perduli dengan keadaanku"
"kalo saya .... apa..bisa menjadi obat untuk lady?"
__ADS_1
"maksut mu?"
"anda sedang patah hati sakit cinta.... sedangkan saya sedang mencari cinta.... bukan kah saya bisa menjadi obat untuk luka anda?"
"lucu.... sekali. ... anda mengutarakan cinta pada saya... bahkan kita baru ketemu dan kenalan"
"tidak apa...... apa kan. yang nama nya cinta pada pandangan pertama itu ada"
"apa....?"
"ayo kita taaruf....."
"taaruf. ...."
nawa cercengang mendengar. ajakkan ibra. pemuda yang baru dia temui tapi terus terang menutarakan isi hati. tapi kini nawa merasa aneh dalam hatinya.
sedang ibra sangat optimis dengan Apa yang sedang dia ucapkan tentang ajakkan taatuf. dia tidak bercanda dengan utara hatinyan.
walo dari awal ibra melakukan semua ini karena melindungi naf kakak tercinta dari semua keburukan.
di luar tuan zanuar mendengar semua. hati nya sangat terharu mendengar ungkapan hati ibra.
.
.
.
__ADS_1