Calon Makmum Putra Kyai

Calon Makmum Putra Kyai
Pertemuan Takdir ALLAH *****


__ADS_3

Di sebuah kampus universitas ternama di kota itu nampak pemuda tampan mahasiswa semester tengah sudah sangat sibuk mengurus tugas kuliah. dia duduk menyendiri di sebuah bangku taman. dia fokus pada leptop nya sedari tadi. tak menghiraukan sekitar.


"hai.... al balik yuk....." ajak reza.


" oh.... duluan deh...." ternyata pemuda tampan itu alwi.


" ya sudah... kami dulu ya...." pamit reza dan kawan kawan lain.


" ok....." alwi melambai.


setelah usai alwi pon berniat pulang kembali kepesantren tempat dia nyantri.


(bukan punya alwi ya.... ini di masa alwi dapat hukuman untuk nyantri di luar kota karena jatuh cinta pada karim).


sebelom itu dia berhenti di masjid untuk solat asar. setelah selesai saat akan memakai sepatu dia tertarik suara indah dari seseorang sedang tilawah. terdengar dari suaranya itu suara wanita. sepertinya gadis itu sudah sangat ahli dalam kori terdengar dari lagu dan cengkok yang dia pilih.


alwi memutuskan untuk menikmati suara indah itu untuk beberpa saat. sampai lantunan itu terhenti. alwi pon masih terkesima sampai bayangan seorang gadis cantik berseragam smp lewat di hadapanya mengambil sepatu .


" oh... maaf mas permisi... mau ambil sepatu?" izin sang gadis manis.


"oh.... silahkan...." alwi mempersilakan dengan senyum manis.

__ADS_1


"gadis yang cantik dan suwaranya indah... sayang masih bocah" batin alwi melihat senyum indah itu.


alwi jadi tersenyum sendiri lalu bergegas pergi mengunakan motor ninjanya. memikirkan kekaguman yang tidak di sengaja. terhadap gadis yang masih belia.


itulah pertemuan pertama mereka. tanpa mereka sadari Alloh telah menentukan dan mempertemukan mereka sebagai pasang pasangan. tanpa di ketahui tanpa di rencana. semua sudah menjadi takdir.


♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡


"hai. ... sudah selesai. ...?" tanya seorang pemuda yang penuh karismanya mendatangi sang putri.


"yuk kakak antar ke pesantren" tawar sang pemuda.


" ayo.... aku siap...." nafik siap naik di boncengan motor matik sang kakak.


"pegangan ya...!." minta alim


padahal tadi alim jadi makmum masbuk alwi saat sholat asar tapi setelah itu mereka akan jadi teman yang akrab. karna mereka punya latar belakang yang sama. visi misi yang sama dalam memandang dunia dan agama. mereka bak pinang di belah dua dalam hal kebaikan dan kerjasama.


"kak... bagai mana kalo aku pakai cadar.?" ide nafik.


"kenapa memang....?" alim binggung.

__ADS_1


" menjaga pandangan laki laki selain muhrim dari melihat wajahku" alasan nafik serius dengan niatnya.


"ha....ha...ha... itu berarti tandanya adik kakak sangat cantik.... dan di idolakan banyak pria" jawaban alim tak buat nafik senang.


sebenarnya alim sengaja mengoda. dia memang sudah dengar kabar tentang sang adik banyak di sukai para pemuda. tapi dia tak habis pikir kenapa nafik sampai ingin memakai cadar. dia juga sudah menutupi jati diri nya. ingin di kenal orang karena kemampuan bukan ada embel embel nama sang ayah.


hari ini habis kuliah alim ingin menemani sang adik untuk sekedar jalan. walo mereka tak satu pondok. itu memang jadi niatnya untuk menjaga sang adik yang jauh dari rumah dan orngtua. memang nafik agak keras kepala yang punya prinsip sendiri mengenai jalan hidup yang dia pilih.


mamang tidak mudah untuk anak umur 7tahun jauh dari orang tua. memilih mandiri tidak di manja karwna status. baginya itu adalah pilihan


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2