Calon Makmum Putra Kyai

Calon Makmum Putra Kyai
Sambutan Keluarga Besar


__ADS_3

Yang lain sudah sampai dari tadi sedang alim menyetir dengan santai. acara penyambutan di pesantren sangat ramaisekali. para santri berbaris di kanan dan kiri jalaan dari gebang sampai dalem kyai farhan alatas dan nyai nasyikhah.


beliau termasuk ulama yang ter mashur. dan bersahabat dengan kyai abdus salam abi alwi. ayah nafik memiliki usaha perkebunan buah dan kolam ikan dan udang dalam sekala besar di daerah Jepara dan muria.


beliau pun tak neyangka kalo sang menantu adakah putra sahabatnya. ayah sebenarnya sudah tidak begitu berharap berbesan dengan kyai. menurutnya kalo pemuda itu soleh dan pantas akan jadi menantunya. tapi teryata sang putri punya pilihan hati sendiri. mau bilang apa jodoh dan kehendak Allah lah yang mengatur.


Sebagai ganti ayah bunda. Para paman dan bibi yang berjumlah 8 dan 5 keluarga besar kumpul di sana. bayangkan betapa banyaknya kerabat nafik. sepupu nya pun ada yang di luar kota.


" ayo gus mereka ingin melihatmu...." ajak alim menunggu alwi turun dari mobil.


"tapik lia... tidur kak...." alwi menatap nafik lembut.


" ya sudah tingal dulu....! sapa dulu mereka atau mereka akan mulai ceramah....." alwi setuju ide alim dan segera turun.


"ayo... mas keluar... jangan malu malu. .." lehan membukaan pintu di sisi alwi.


alwi keluar masih mengenakan baju untuk akat tadi cuma di lepas jasnya. jasnya yang tadi digunakan untuk menyelimuti sang bidadari di mobil. tinggal sarung dan kemeja putih yang dia pakai


alwi melihat para santri bejibun. mereka yang penasaran pun terkagum kagum betapa tampan menantu kyai mereka terutama para ahwat. mereka mulai histeris. alunan rebana penyambutan nasih semangat di tabuh dari tadi. dan para santri berebut untuk salim sama alwi dan alim.


alwi beralih ke paman istrinya melihat sebanyak itu mulai menghafal wajah dan nama mereka membuat pusing juga.

__ADS_1


"pakde paklik... bude dan bulik. ini adalah mas alwi....sering dipangil gus has. suaminya aulia....." alim memperkenalkan iparnya dengan merangkul bahu alwi.


" ooh... alah... yo bagus tenan kok." bea salah seorang bibik.


" iyo...lho kang.... wah lia pinter golek gacoan....." puji sang pak lik.


tawa mengelilingi alwi sampai dia hampir lupa kalo sang istri masih di dalam mobil.


"lh... manten wadone mana...?" tanya salah satu di antara mereka.


"astagfirullahalazim..... eh.... iya. hampir lupa. " alwi bergegas lari menuju mobil yang masih terparkir. ida pun sudah keluar dan di kenalkan tadi.


alwi mengangkat nafik yang masih terlelap. dengan cepat kerumunan orang terbuka sehingga alwi bisa membawa sang istri masuk ke rumah. melihat melihat pemandangan itu semua jadi merasa iri.


"iya...."jawab alwi mengerti.


sudah beberapa kali alwi datang dan menginap tak pernah tau kalo adik alim adalah nafik. dia pun tak pernah mengijakkan kaki di lantai 2. dan ini pertama kali dia langsung menuju kamar istrinya.


mengingat kata istri alwi sendiri masih merasa tak percaya kalo kini bidadari yang selama ini di dambakan sudah menjadi miliknya sudah dalam rengkuhanya.


sebenarnya saat melewati krumunan nafik sudah terbangun. sadar kini dia di gendongn siapa menjadi malu.

__ADS_1


"tolong turunkan....aku bisa jalan sendiri..." pinta nafik saat masih di tangga sambil bergerak gerak berontak minta di turun kan..


"diam lah dan pegangan di leherku zaujah.... kalo kamu tidak mau jatuh." goda alwi dengan cepat nafik mengalungkan tangan di leher sang suami dengan kuat. alwi senyum jahil penuh kemenangan


ahirnya sampai di kamar sang putri. alwi menurunkan istrinya di tempat tidur lalu dia membanting diri di sebelah nafik. kontan saja dia kaget. dia mengira kalo alwi akan keluar setelah menurunkannya. dan pemuda itu gantian tertidur lelap sampai azan magrib berkumandang. sebenar nya nafik mau melarang tidur jam seigitu. tapi nampaknya sang suami sudah sangat kelelahan.



♥♥





.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2