
Ibra sangat sedih mendengar kemarahan sang sepupu. tapi niat tulusnya tidak bisa di bendung lagi. rasa yang kini dia rasakan memang sudah ada diri lubuk sanubari nya. rasa tertarik pada nawa beda dari perasaannya pada wanita lain walo itu dengan nafik. mungkin inikah cinta sejati.
cinta selalu datang tidak bisa ditebak dan di paksakan dengan cara bagaimana pun. Begitu juga keseriusaan ibra perihal perasaan nya pada nawa
kini ibta sedang di temani ammun ibrahin alwi dan kholil datang untuk melamar nawa secara resmi. orang tua ibra di Indonesia sudah tau dan memasarkan semua pilihan pada sang putra karana lekhan jugaa sudah menikah kini tinggal di Jombang daerah asal sang istri dan kami tinggal si bungsu ibra saja yang belum menikah.
"tuan zanuar yang terhormat afwan kami datang tidak memberi tau tidak membawa apa pun tapi niat kami tulus membawa niat baik" ungkapan ammum ibrahim sebagai wali ibra di mesir.
"niat baik apa tuan Ibrahim?" tanya tuan zanuar penuh rasa penasaran.
"saya datang dengan rombongan membawa niat putra kami muhammad ibrahim al kaff untuk meminang putri tuan yang bernama zanawa miftah al hadak" ungkapan ammum mengutarakan niat baik keponakan.
beliau adalah adik bungsu bunda nafik dan aak alim. sejak kuliah tinggal di mesir karena menikah dengan gadis mesir beliau memiliki 3 putri yang cantik sekali.
"yang namanya Muhammad Ibrahim al kaff yang mana orang nya.... tuan?" tanya tuan zanuar basa basi untuk mencairkan suasana.
"ini yang duduk di tengah. ... pria yang berkaca mata jelek kecil dan terlalu pede" ammun menunjuk ibra yang duduk di apit alwi dan kholil.
"ha...ha....ha...." tawa mengema di ruangan itu seketika.
"tuan ibrahim bisa saja.... begini.... Sebagai orang tua saya hanya bisa menyerahkan keputusan pada anak nya sendiri" jawab tuan zanuar.
__ADS_1
tuan zanuar meminta pelayan untuk memanggil nawa di kamar untuk datang ikut bergabung. nawa duduk di samping sang ayah dengan menundukkan wajahnya yang gugup. tidak berani mantap apa lagi ada alwi di sana. mau bagaimana pun rasa itu belum juga hilang.
"nawa...." Panggil sang ayah
"iya ayah.... " jawab nawa halus.
"tamu tamu ini datang membawa niat baik nak" tuan zanuar mengutarakan niat ibra pada sang putri.
"niat baik apa ayah?" tanya nawa
"niat meminangmu" jujur sang ayah sangat bahagia.
"siapa?" tanya zanawa mengangkat wajahnya.
"iya. saya terima" jawab nawa mantap.
"alhamdulillah. .....". ucap syukur mereka haturkan.
itulah basa basi obrolan dalam acara pinangan ibra dan nawa.
ahirnya sudah maju satu langkah untuk menuju kebahagiaan. walaupun saat ini di hati keduanya belum ada cinta. mereka berharap semoga Allah melimpahkan kebahagiaan untuk kebahagiaan kedua nya.
__ADS_1
sejatinya nafik tidak benar benar marah dengan ibra. apapun semua keputusan itu tergantung pilihan ibra sendiri.
hanya saja rasa hawatir lebih mendominasi apa lagi melihat nawa yang selalu sakit sakitan. nafik takut ibra menderita batin memiliki pasangan yang selalu sakit. tapi semua kembali kepada Allah.
rasa ingin bersama semakin besar setiap hari nya. nafik hanya bisa iklas dan merelakan sepupu kesayangannya mencari kebahagiaan sendiri.
nafik hanya bisa berdoa.... semoga mereka bahagia sampai maut memisah kan.
Setelah lamaran itu pernikahan akan di laksanakan sederhana. karena keadaan nawa. semua setuju saja dengan keinginan ibra.
ibra berharap ini kali terakhir nya berpeluang mencari cinta. semoga nawa akan menjadi cinta sejatinya.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.