
Setelah nawa pindah di ruang rawat ibra pamit kembali ke kantor. tuan zanuar meminta ibra memakai mobilnya. setelah menyelesaikan pekerjaan ibra segera kembali ke hotel untuk membereskan barang barang dan pindah ke flat alwi.
dia sudah setuju untuk waktu tersisa akan tinggal denggan kesayangannya. Dia tidak akan mengecewakan mbaknya yang sudah membujuk.
setelah urusan cek in usai ibra pergi dengan taxi menuju kediaman alwi. sebenarnya bisa saja dia tinggal di rumah ammun Ibrahim tapi ibra tidak mau nerepotkan mereka.
sedang di kediaman alwi, nafik sibuk masak ini dan itu. ida yang baru pulang kuliah melihat kehebohan sang bumil jadi binggung. sungguh apa gerangan yang membuat sang kakak ipar heboh seperti ini.
"aak... mbak nafik kenapa?" tanya ida penasaran lihat nafik sangat sibuk.
"adik kesayangannya akan datang" jujur alwi. sambil bersihkan kamar tamu yang akan di tempati ibra.
"adik.... siapa? setahu ida mbak nafik kan bungsu" ida penasaran.
"sepupunya lah.... siap lagi" jawab al asal.
"sepupu....?" ida berfikir
"habib tolong dong ini bawa keluar!" Panggil nafik dari dapur.
"iya... zaujah.... ibra yang datang untuk tinggal" jawab alwi sedikit berteriak. lalu menjawab ida.
"habib datang....." alwi menghentikan pekerjaannya.
"ibra...... ibra yang itu maksutnya" tanya ida sambil mengekori alwi.
"iya...." jawab alwi ringkas
"kok.... tinggal di sini...?" dari tadi ida tanya terus seperti anak kecil.
"mbakmu yang minta" jujur alwi samapi di dapur.
"eh... udah pulang dek?" tanya nafik saat melihat ida di belakang alwi.
__ADS_1
"iya... mbak... mbak benar mas ibra mau dateng buat tinggal?" ida bertanya lagi.
"boleh kan.... kesihan kalo di sini ada kerabat dia tinggal di hotel. " kata nafik manis.
"em... ya boleh lah " ida setuju.
padahal ida terpaksa bilang boleh. dia tau seperti apa pemuda itu. bisa di bilang gila. bisa bisa tinggal dengan ibra buat sakit kepala setiap hari.
ida ikut turun tangan membantu dia kasihan melihat nafik begitu sibuk. sangat semangat sekali.
alwi hanya menikmati saja pemandangan tentang sang istri yang kembali ceria setelah badai. belom selesai badai itu masih berhembus pelan dan lama. tapi shukur alhamdulillah nafik mampu melewati semua dengan lapang dada.
ting.... tong..... assalamualaikum
suara bel di tekan. nyaring menyeru ke seluruh rumah. nafik mulai teralih dari pekerjaan.
"bib.... suara bel... mungkin ibra" ucap nafik tiba tiba.
"ya sudah. .. biar habib buka.... zaujah lanjutin... ida bantu mbak mu" idwe alwi. lala memerintah adiknya.
alwi bergegas ke depan membuka pintu. membuka dengan pelan dan sebelunya mebgintip dari lubang pintu benar ibra sudah datang. di depan pintu sudah berdiri ibra di sampingnya sudah ada travel bag besar dan beberapa kantong keresek.
cekleeeek.....
alwi mebuka pintu. seuntai senyum terukir dari cowok kece itu. alwi pun membalas dengan senyum tak kalah menawan.
"assalamualaikum..." salam ibra
"waalaikum salam ayo bra masuk" jawab alwi dan mempersilahkan ibra masuk.
"trimakasih.... kok sepi di mana semua" ibra celingak celinguk tidak ada yang nyambut kecuali alwi saja.
"mbak mu di belakang di bantu ida" tunjuk al kearah dapur.
__ADS_1
"wah..... seharusnya kan aku di sambut mbakku.... malah gus has" ibra pura pura kecewa
"kenapa tak mau?... aku tak ijinin kamu ketemu istriku" celetuk alwi ikuti permainan ibra.
"oh.... teganya.... aku kan sudah kangen sama swetyku." ibra sok pasang muka melas.
"tak ada kangen kangenan....." dengus alwi pura pura kesal
"huh.... menyebalkan ha... ha... h.." gerutu ibra lalu tertawa terbahak bahak.
"dasar kamu.... gimana kabarnya? ayo... masuk... masuk.... !" alwi menyalami memeluk ibra sambik menepuk bahu
"baik... baik....." jawab ibra membalas pelukan alwi.
"hei... apa.... ini?" tanya alwi melihat 3 kantong besar di samping ibra.
"blanjaan sama oleh oleh. ...bantuin napa aak!.. " celoteh ibra protes.
"iya.... ngapain repot ayo ... duduk dulu" alwi membantu membawa belanjaan ibra masuk.
alwi mempersilahkan ibra duduk. baru datang sudah buat kehebohan.
"zaujah.... ida... ibra nih" pangil alwi pada istri dan adiknya.
"iya. ...." saut nafik
"kami di sini" ida jalan di belakang nafik.
ida dan nafik keluar. senyum indah merekah. di bibir nafik melihat sepupunya. ibra juga tak kalah senang melihat perut besar mbaknya dia sangat heboh.
ibra datang menghangatkan suasana. apartemen baru itu terasa ramai dan ceria. ya alwi dan nafik baru pindah dari flat yang kecil ke apartemen besar. ada 4 kamar di sini makanya alwi mau menerima ibra tinggal.
.
__ADS_1
.
.