
nafik sudah bersih dan segarn setelah mandi wiladah. kabar sang gus kecil sudah menyebar hingga sanak saudara sahabat dan kolega berkumpul di dalam kamar rawat yang besar itu. Mereka datang silih berganti penasaran ingin melihat bayi . alwi dan nafik.
tumpukan kado tinggi menjulang hadiah dari handai tolan tertata rapi di ujung kamar. bunga mawar indah terpasang di nakas samping bangkrak nafik.
baby faz sedang di telak sang jaddun farhan sebelum menyusu pada miminya untuk pertama kalinya dengan kurma yang di ***** kan dengan mulut lalu di taruh di langit langit mulut si baby . baby faz mengecap lucu karena rasa manis di mulutnya.
"alwi. ... berikan bayimu ke miminya" perintah abi. alwi mendekat dan menerima faz dari tangan ayah.
"njeeh.... yah" jawab alwi. lalu membawa faz mendekati nafik untuk menyusu.
"mimi.... ini putramu sudah siap nyusu" nafik menerima babynya dari tangan sang bibi.
"sini... bibi.... oh.... anak manis sudah lapar ya?" nafik siap menyusui sang putra dan di dekap penuh kasih.
"oh.... lucu sekali" puji alwi sambil duduk di samping sang istri dan menghadiahkan sebuah kecupan sayang di pipi sang bidadari.
"syukron. .. bidadari. kau sudah melengkapi kebahagiaan ku" ucap alwi tulus penuh cinta.
"sama sama habibi...." jawab nafik penuh haru.
alim mendekati ayah. beliau belom istirahat sejak menemani nafik larian beberapa jam lalu. tapi rasa senang melebihi rasa lelahnya. melihat senyum manis sang cucu seketika lelahnya hilang.
"ayah... kita pulang biar bisa istirahat. lagi pula ayah baru melalui perjalanan panjang" pinta alim membuju sang ayah untuk pulang.
"iya... ayah lelah" jawab ayah setuju.
__ADS_1
"ayah pulang biar alwi yang jaga nafik dan fazha .. sebentar lagi kholil dan ida juga datang" alwi menyuruh sang ayah mertua pulang untuk bisa istirahat.
"ya sudah.... ayah akan kembali ke apartemen kalian" ayah setuju.
"al kami pulang duluan ya...." pamit alim dan segera pergi setelah salam.
ayah dan alim pulang kembali. kholil ida datang bersama amar dan istrinya tiara. Seorang gadis yang amar kenal karena putri kolega sang ayah. ternyata dia teman mondok nafik dulu di semarang.
"hai boy..... tampan" amar menyapa faz yang terlelap di book bayi didampingi bangkrak sang mimi.
"hus berisik.... biar...." tegur kholil gemas melihat pemuda satu ini. saat kholil kenal ibra sudah gemas rasanya dan kini datang satu lagi yang sikap nya 11 12 sama.
" yang kita kapan ya punya dedek sendiri?" amar menatap tiara sang istri menunduk malu mendengar pertanyaan sang suami.
" secepatnya mas. ..." jawab tiara gemas mendengar celoteh sang suami.
"kamu kurang serius kali makanya belum jadi" tambah kholil ikut ngompori.
"kurang serius gimana... sudah setiap malam tau.... alwi tu
myang tak serius hampir 3tahun baru punya anak.... untung anaknya ganteng" celoteh amar sesukanaya kalo bicara tidak di pikir dulu.
"huuuis... ngawur....." nafik menginggatkan dengan gemas
"mas... amar. ..." tiara juga malu dengan sikap amar tapi pria itu sudah biasa muka tembok.
__ADS_1
"maaf sayang. .." amar khilaf dan gemas melihat sang istri marah.
"kamu kok betah sama elien. ini sih mbak tiara,?" tanya ida.
"terserah apa katamu mar...." alwi cuek mendengar ungkapan amar tentang nya.
"itu namanya rencana manusia tidak bisa di terka... yang terbaik terap rencana ALLAH" ucao nafik bijak.
"iya bu ustadzah" puji amar
tingkah pria ini memang sering buat orang gemas. kalo tidak sabar benar benar menyebalkan dan membuat marah.
"al.... kalo anakku nanti cewek. ... faz tak jadiin mantu ya..."celoteh amar serius mantap alwi dan nafik
"apa...?" triak al kaget.
"aku mau berbesan dengan mu... sebagai. ganti tidak berjodoh dengan nafik" lanjut amar
ucapan amar membuat semua kaget dan saling pandang tidak mengerti apa yang ada di dalam otak amat saat ini.
.
.....
.?
__ADS_1
?
?