
Usai menelepon ibra kembali duduk di mejanya. menyelesaikan masalah pekerjaan yang dia pegang. tender besar berhubungan dengan usahsanya di indonesia.
ibra dapat tawaran tender. tapi ibra butuh mempelajari seluk beluk semua rincian maka dari itu beberapa bulan ini ibra akan tinggal di mesir. satu minggu ini dia tinggal di hotel. tapi rasa rindu pada swety tersayang membuat dia ingin jumpa. dia dan nafik sudah bak pinang di belah dua dari dulu.
kini dia dapat lampu hijau untuk menemui mbk nya. alwi juga tak keberatan melihat kedekatan mereka. Karena alwi tau nafik dan sepupu sepupunya memang sangat akrab.
ibra menyibukkan diri lagi. Dengan demikian berharap semua urusan bisa segera selesai .
tok.... tok.. tok....
"assalamualaikum pak" salam seorang. Wanita di depan pintu kantor ibra.
"waalaikum salam masuk!" printah ibra.
ceklek.....
"ada apa bu madira? ibra melihat siapa yang datang ternyata sekretarisnya.
"pak ibra... pak dirut ingin bertemu dengan anda di kantornya." ucap wanita paruh baya itu. dia termasuk sekretaris senior di perusahan itu.
"baiklah... anda boleh kembali !" ucap ibra sopan.
"baik pak permisi assalamualaikum" madira pamit.
"waalaikum salam" jawab salam ibra.
madira sang sekretaris segera pergi. Setelah mematikan komputer ibra menyaut jasnya menakai sambil mengambil langkah langkah lebar dan tegap.
__ADS_1
ibra menusuri tempat kariawan dan senyumnya selalu menarik perhatian. dia seperti niat sekali untuk tebar pesona. semua menyapa nya dia membalas dengan lambaian dan senyuman.
ibra segera naik ke lantai atas setelah keluar dari lif ibra segera sampai di depan pintu besar milik pimpinan tertinggi perusahaan.
di dalam ruangan itu nampak ada keributan. ibra mengurungkan untuk mengetuk pintu. ibra memutuskan menunggu beberapa saat.
sedang di dalam ruang bos besar.
seorang gadis duduk terpaku di sebuah sofa. airmatanya memenuhi pelupuk mata. entah karena apa hari ini pria yang jadi tumpuan nya sangat marah besar. tidak biasanya pria paruh baya itu bicara keras apa lagi kasar. namun hati ingin seakan akan hilang rasa kasih berganti dengan kemarahan yang tak tet6duga.
"bagai mana ini ayah.... dia terang terang menolak ku" cuhat zanawa.
"sudah ayah peringatkan nawa... ini bukan masalah yang sepele" jawab sang ayah keras.
"tapi ayah sudah janji " tuntut zanawa.
"tapi nawa jatuh cinta" alasan sang putri.
"persetan.... dengan rasa cinta mu itu. apa gunanya kau tak lihat perut istrinya semakin membesar" tuan zanuar nampak emosi.
"lalu nawa harus bagaimana ayah?" nawa memasang muka melas dengan air mata membasahi pipi. dia sakit melihat sikap ayahnya yang beda dari biasanya.
"lupakan dia cari pria lain. ...." pinta sang ayah bijak.
"ayah.... tega...." nawa kesala
zanawa tidak terima dengan ide sang ayah. Dia lari keluar dengan bercucuran air mata. usaha untuk mendekati alwi gagal total. alwi tak merespon atau iba sedikitpun pada nya. dia tetap kekeh pada bidadari nya. tidak bisa di goyahkan sedikitpun karena semua jiwa raga hanya milik nafik.
__ADS_1
kini zanawa menderita sendiri. ide untuk mengancam alwi ditolak sang ayah. tuan zanuar tidak pernah mau sukses dengan cara yang kotor. kalo itu gagal dan tidak mungkin lebih baik di tinggal itu prinsip bos besar itu.
saat zanawa membuka pintu dengan segera dan kasar dia bertabrakan dengan ibra. ibra yang berdiri tidak jauh dari pintu sampai terhuyung saat sebuat tubuh menabrak dengan kasar.
bruuuuk......
tapi tiba tiba tubuh nawa melemas. ibra dapat merasakan betapa panas tubuh wanita itu. kini antara prinsip dan darurat berperang di pikiran. kalo pribsip dia tidak boleh pegangan dengan wanita selain muhrim. tapi ini darurat saat kejadian nya terjadi begitu tiba tiba.
ibra meraih tubuh lemah itu agar tidak terjatuh ke lantai.
"nawa....." triak tuan zanuar dari dalam.
"pak.... dia.... ini" ibra gugup takut ada yang salah paham.
"tolong pak ibra.... bawa putri saya keramah sakit" tuan zanuar tidak merespon ke gugup an ibran dia sudah kalut dan khawatir sekali.
"baik pak" ibra setuju.
walaupun ibra tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi dia menurut saja. membopong zanawa ala braidel stail ke dalam mobil nya tuan zanuar. pria paruh baya itu minta ibra untuk ikut. ibra cuma. bisa nurut dan duduk di belakang kemudi.
.
.
.
.
__ADS_1