
Setelah akat kholil diajak pulang dan di pertemukan dengan istrinya. untuk petama kali setelah menikah.
"akau kok inget pas akat ya... kamu gimana al?" celoteh alim tiba tiba.
"aku igetnya pas nyatain cinta ... sama sang bidadari ku kak" alwi ikut ngayal.
"wah.. kapan itu....kamu pernah to nyatain cinta sama adik ku?" alim kepo akut.
" ya pernah beberapa hari setelah pulang dari lomba itu?" jujur alwi.
" ku kira cuma umi yang tiba tiba melamar nafik" alim tak percaya.
"bukan kapan kapan deh al crita....lalu kapan mas jatuh hati sama mbak mar?" tanya alwi gantian mulai kepo.
"saat haiking...dan kalian menikah... aku sudah jatuh hati padanya" jujur alim
"oh...jadi sudah muf on dari ning jazira...ya waktu itu" goda alwi parah.
jazira adalah teman kuliah mereka di Maroko gadis Kediri putri kyai yang pernah singah di hati alim.
"ngapain mikirin wanita yang sudah jadi milik orang....lalu kenapa kamu kekeh nikah sama nafik?" alim senyum terpaksa.
"kak alim kan tau aku sudah ikhlas dia dijodohkan dengan amar.... dan kakak lupa siapa yang mengejar siapa?" jujur alwi.
"oh... iya ya... aku lupa kan dia yang ngotot nikah sama kamu ha...ha..ha..." alim tertawa terbahak.
dari tadi kholil hanya menyimak obrolan seniornya itu.
"kok kakak berdua kok malah pada ngobrol sih...." protes kholil merasa di abaikan. mereka tidak sadar kalo nafik dan mar ah berdiri di samping pintu kamar ida sambil memasang wajah marah di balik cadar nya.
"oh... gitu... cerita jelek jelak tentang adik dan istri sendiri?" protes nafik.
__ADS_1
"eh...afwan bidadari" alwi jadi kicep.
"afwan tuan putrinya kakak" alim merayu.
"tak ada maaf untuk kalian berdua" nafik pergi dari tempat itu.
"eh...kok gitu" protes alim.
"eh... zaujah jangan gitu dong...." alwi mengejar istrinya. kini dia mudah sensi.
"mas sih... lupa sama tabiat adik sendiri"mar menginggatkan.
"kamu jangan ikut ikut marah dong sayang" rayu alim pada istrinya.
"mulai deh ganjen nya" protes mar ah.
"cuma sana kamu kok sayang" alim merayu.
"kok gitu" alim jadi salting.
"ayo akhi masuk. .. temui dek ida dulu lalu sungkem" kata mar ah mempersilakan.
"iya mbak..!" kholik setuju.
kholil masuk kamar di mana istrinya berada. nampak ida berdiri menyambut suaminya.
"assalamualaikum makmum ku"
"waalalkum salam imamku"
ida meraih tangan suaminya. nenciun penuh takzdim. mengecupnya lama. terasa ada geteran seperti disengat listik yang mengetarkan.
__ADS_1
kholil mengecup kening wanita yang kini sedah sah jadi istrinya. aa kedamaian yang menyelimuti bayin mereka dengan kedamaian.
acara di lanjutkan sungkem dan resepsi sederhana. makan walimah bersama sebagai ungkapan rasa syukur.
"hai zaujah.... aku harus menyebut mu apa?" tanya kholil dengan menatap wajah istrinya yang tertunduk.
"terserah....... zaujie" jawab ida malu.
"bagaimana kalo adek...." tawar kholil.mengangkat dagu ida agar menatap dirinya.
"saya suka.... kalo begitu saya juga pangigilnya mas kholil" jawab ida sambil senyum di balik cadar.
"setuju..." kholil membalas senyum itu sambil membelai ubun ubun ida lembut.
"aduh... mas dan adik....." goda alim.
"jangan mulai Aak...." protes mar.
"nggak boleh ganggu dia ya?" alim masang wajah polos.
"aak....."
"iya sayangku. ...."
tamu yang hadir kenalan abi ayah dan ammum. juga para mahasiswa yang di kenal kholil dan ida.
acara sederhana dan penuh kekeluargaan. kebahagiaan meliputi semua orang di acara itu.
.
.
__ADS_1
.♥♡★☆♥♡★☆♥♡★☆♥♡★☆♥♡