
Setelah pembicara perasaan itu ke 3 nya pulang dengan taxi yang sama kholil duduk di depan nafik dan ida di belakang. kholil tadi menolak setelah kecewa dan gagal memiliki pujaan hatinya berniat pulang sendiri. tapi bujukan ida dan nafik berhasil.
di dalam taxi nafik masih sibuk mainkan hanponenya .tapi habibinya belom ada kabar sama sekali.
"jihan suamimu pria seperti apa? " tanya kholil dengan penuh penasaran
"dia cacat fisik nya... lemah akalnya.... buta matanya. ... tuli...telinganya....bisu mulutnya... buntung tanganya.... burik kulitnya... tapi kalo aku ikhlas dan mencintai nya karena ALLAH semua itu akan menjadi lebih indah..... dan sangat sempurna." urai nafik membingungkan.
"kenapa kau menikahi pria seperti itu?" kbolil tak paham dan mengejek.
"seperti apa kholil.... kakakku pria sempurna" ida tidak tetima dengan nada bicara kholil.
"semua yang di sebut jihan apa ada bagusnya dari segi fisik kakakmu" kata kholil mulai sinis.
"kholil...." bentak ida.
"tenang...ida...." nafik menenangkan. ke duanya sedang dalam emosi.
"kholil.... itu hanya filosofis dari gambaran tentang betapa sempurna beliau.... dia mata orang dan di mataku tetap ada kekurangan.. tidak ada menusia yang sempurna mau sehebat apapun tetap punya kelemahan. se kaya apapun tetap merasa kekurangan sebagus apapun pasti ada yang tidak suka..... ibarat hidup ini penuh dengan pro dan kontra.... jadi setiap orang selalu punya penilaian yang berbeda" urai nafik panjangnya.
"bicaramu....membuat ku binggung..." kholil bengong
__ADS_1
" kau belom mengerti karena belom mengenalku dengan baik..... hidup telah membentuk diriku yang dewasa.... dan habibilah yang menyempurnakan semua" nafik mendesah menarik napas. begitu tinggi dia menilai suaminya yang sempurna. sempurna dalam iman takwa ketulusan keiklasan keyakinan siapa yang tak bangga memiliki suami seperti alwi.
"habibi....." bisik kholil.
"aku merindukan....mu" desah nafik menyebut pangilan suami tercintanya.
"dia akan segera datang mbak...." ida senyum senang.
" semoga...." harap nafik.l
rasa cemburu berkecamuk. nafik sengaja menerangkan pada kholil dengan berputar putar supaya pemuda itu lelah sendiri memikirkan. tapi kini pikiran kholil di pemuhi amarah. penyesalan kebodohan dan entah apalagi. rasa suka yang di pendam kini sudah hancur berkeping keping tiada harapan lagi.
"kenapa kau tak tusuk aku saja dengan belati jihan....."
" sungguh kau tega menyakitiku setelah apa yang aku lakukan"
"tapi.... ini dosa. ... sungguh dosa besar.... maafkan aku....."
"aku akan mengiklaskanmu....."
"dia pasti sangat sempurna. ...dan istimewa.... kau sangat istimewa tentu harus dapat yang terbaik."
__ADS_1
"kau benar aku...tidak mengenalmu... aku hanya tau kau jihan cinta pertamaku selebih itu aku tidak tau"
"jati dirimu.... masa lalumu.... keluargamu... alasanmu.... semua aku tak tau"
setelah percakapan itu kholil hanya bicara sendiri. mulai menata perasaannya yang kalut. mungkin memang seharusnya ini akan tetap menjadi cinta dalam diam tapi ego sudah menguasainya.
taksi itu sampai di depan flat nafik. nafik turun dari pintu kiri belakang. dan kholil dari kiri depan. baru ida keluar belakang an.
seuntai senyum merekah di wajah seseorang yang berdiri di depan pintu. pria tampan berdandan bak pria timur tengah dengan jubah panjang menyangklong tas dan sebuah koper besar di sampingnya. pria itu tampak merentangkan tangan nya.
"habibi....."
"bidadari. ..."
,
?
,
?
__ADS_1