
Alwi sangat sibuk selain mengajar mengurus pondok. mengurus santri yang makin banyak bahkan ada yang minat dalam al qur an. tapi Alwi belom bisa mendapat orang yang cocok satu satunya kandidat adalah nafik jadi para santri mesti bersabar sampai istri ustadz mereka kembali dari Mesir.
amar hanya bisa membantu alokasi dan dana kalo utusan para santri dia angkat tangan.
alwi ingin mengajak sepupu naf tapi mereka sudah sibuk dengan urusan .paling bisa membawa senior dan alumni pondok abinya seperti manan dan ridho. mereka di rekrut alwi untuk ikut membantu mengajar.
alasan amar menamai yayasan dengan al azhar karena alwi dan nafik. tiara tidak keberatan dengan itu karena pondok ini ada saat dia dan amar belom menikah.
amar mengajak anak dan istrinya berkunjung di kediaman alwi di pondok. amar datang untuk mengecek pembangunan karena dia arsiteknya.
"kapan mbak naf balik ustad al?" tanya amar duduk di samping alwi.
"5 bulan lagi" jawab alwi.
" apa pekerjaan itu begitu penting dari impian mu ini?" amar gemas.
"dia terima pekerjaan itu sebelum antum telpon ana untuk balik. .. " alwi menceritakan.
"mas sudah jenguk faz?" tanya tiara.
"ana sudah lama tak ketemu faz" jujur alwi sangat kangen sama putrnya.
"kenapa tidak mas ajak tinggal di sini kan bisa main dengan kaila" amar penasaran karena alwi malah menitipkan faz di jepara
"kasihan kalo di sini mbak... aku tidak bisa rawat dia dengan baik. .. lebih baik dia bersama ammun nya lagi pula keadaan mbak mar tidak baik setelah ada faz dia sudah pulih. " alwi mengemukakan alasan.
" syukur kalo mbak mar sudah sembuh.... kasihan dia" tiara tenang.
"di mana putri kalian?" alwi penasaran
__ADS_1
"sama pengasuh di taman... ustadz mau lihat calon mantu?" canda amar diia tau alwi sensitif dengan hal perjodohan.
"mas amar... Mereka masih kecil" alwi kesal.
"antum selalu sewot kalau bahas ini.... tapi sukur mbak naf setuju" amar menimpali.
"dia selalu begitu. .. tidak mau menyakiti orang lain" alwi membenarkan.
" mas tidak khawatir dengan keadaan mbak nafik" tiara penasaran.
"dia selama ini cukup mandiri dengan semua keadaan. sudah biasa"jujur alwi. tapi tetap sebagai suami dia kahwatir
"kamu benar benar tega...." celetuk amar sesukanaya
seorang gadis kecil datang berlari dari arah taman. Dia langsung melompat di pangkuan amar seorang wanita pengasuh berlari mengikuti nya.
"maaf tuan.... non kaila nya lari sendiri" sang pengasuh merasa bersalah.
" baik. .. tuan nyonya saya akan kedepan" pamit sang pengasuh
baby sister kaila pergi keluar. anak kecil itu berceloteh bercerita dengan sang ayah sebisanya.
"ayah... tadi kaila lihat banyak orang di sana" celoteh kaila.
"mereka sedang apa?" tanya bundanya
"belajar" jawab cepat.
"kaila mau belajar di sini nak ?" tanya sang ayah.
__ADS_1
"mau kaila mau bisa ngaji kayak bunda" kaila.jawab.
"anak pintar. . nanti ngaji sama umi naf ya.....!" alwi meng iyakan.
kaila kecil hanya mengangguk senang. walau tidak mengerti. amar mita sang putri salaman pada alwi ..gadis manis itu menurut saja dan mendekat pada alwi mengulurkan tangan kecilnya. alwi takjub dengan putri amar yang manis dengan mengenakan hijap kecil berwarna merah.
"anak pintar. .." puji alwi.
"calon mantumu cantik tidak pak kyai" goda amar.
"untung tidak kayak antum mas amar...." alwi gemas melihat mantan rifalnya itu.
"maksud kyai...?" amar sebal dengan sindir an alwi.
"aneh...."
" anak manis siapa namamu?" tanya alwi
"kaila... kyai..."
"anak pintar .. kamu mau tinggal dan ngaji si sini?"
"he...eh..."
sore itu alwi dapat hiburan dengan datangnya kaila. suasana hatinya merasa sedikit hangat.
.
.
__ADS_1
.