Calon Makmum Putra Kyai

Calon Makmum Putra Kyai
FAZHA BERTEMU..... KANZHA.


__ADS_3


Karena kabar sang istri kyai muda mereka sudah datang semua satri sangat antusias menyambut dengan senang. apa lagi faz yang menarik perhatian dengan tingkah polahnya dan kepolosannya. alwi sudah mendapat semua penjelasan dari sang zaujah perihal alasan menyimpan semua. nafik tidak ingin alwi terbagi pikirannya karena sang bidadari tau betul sifat khawatir sang suami itu . Apa lagi kalau tau dia hamil kembar alwi akan benar benar kembali menyusul ke Mesir. kenapa nafik menjemput fazha dulu karena anak itu lebih membutuhkan sang mimi ketimbang alwi. maka nafik memutuskan skenario semua itu. nafik memang jago dalam bersembunyi dan menyianpan rahasia selama ini.


alim sudah pamit pulang ke Jepara karena sang istri sudah menelepon. si kembar hasan dan husain sudah kembali juga karena perkuliahan sudah mulai. s1 mereka sudah mau selesai tinggal meneruskan s2 di negeri pilihan mereka masing masing.


Setelah acara perkenalan dan sambutan untuk nafik yang di adakan sang suami. nafik mulai mengajar bagi khafit yang ingin setor dan menjadi penghafal Alqur'an. karena itu sudah . santri selama ini. kembalinya nafik membawa warna baru di pesantren rintisan alwi dan amar ini.


anak dalem yang tadinya semua pria mulai ada tambahan wanita. Untuk bantu bantu nafik dalam melalui pekerjaan.


sore ini mimi nafik baru selesai mengajar para calon penghafal Al qur'an di aula masjid pesantren. belom banyak yang tertarik jadi hafid memang butuh tekat besar dan keinginan dalam baru bisa berhasil menjadi penghafal Al Qur'an. para masyarakat juga senang dengan sikap open dan hambel nafik yang kini berubah mudah berbaur. karena ini saatnya menunjukan jati dirinya.


di sore itu. .....


ada mobil masuk kawasan komplek al azhar. sebagian santri tau mobil siapa itu. tiba tiba sebuah mobil mewah itu parkir di depan kediaman alwi dengan rapi.


pria keren tampan berlente ber jas turun dari pintu belakang .di ikuti seorang wanita dan 2 anak kecil kurang lebih seusia faz dan lebih muda sedikit. anak kota yang sangat mengemaskan


Mereka adalah amar dan tiara. membawa pitri kesayangan dan keponkan amar untuk berkunjung setelah tau nafik sudah datang kembali untuk bermukim di jakarta. sungguh kabar yang menyenangkan.


mendengar mobil parkir nafik keluar untuk mengecek siapa yang datang bertemu sore sore begini. saat tau siap tamu nya nafik menyambut dengan senang hati dan senyum manis. di depen pintu nafik juga baru kembali dari mengajar di masjit.


"assalamualaikum bu ustadzah" salam amar sambil melepas alas kaki nya di ikuti yang lain.


"waalasikum salam. .. bos.. mari masuk di gubuk kami" jawab nafik membalas candaan amar itu. ya walau amar tidak niat bercanda.


"ha...ha...ha... ustsdz di mana?" amar tertawa megelegar balasan nafik tadi.


"di dalam.... sedang mengajari faz nggaji ayo... ayo. .. mari masuk!" ajak nafik mempersilakan tamunya duduk.


"apa kabar mbak naf. ... sudah besar perut nya ya" sapa tiara saat bersalaman dengan nafik dan menyadari perut nafik yang besar.

__ADS_1


"Alhamdulillah. .. baik mbak. .. mari duduk dulu mbak mas. ... eh ini...." nafik baru sadar dengan kehadiran 2 anak kecil yang manis.


"ini mario putra mas imam kakak mas amar.... dan ini kaila..." tiara menjelaskan semua dan ikut duduk di samping sang suami.


"calon mantu mbak. ...." celetuk amar sesukanaya.


"cantiknya. ..." puji nafik menyentuh dagu mungil kaila yang cantik dengan hijap kecil warna Pink.


"hus... masih kecil....." alwi yang tiba tiba muncul tidak senang dengan ucapan amar perihal perjodohan anak mereka.


''assalamualaikum kyai....." salam amar gaya pria saling pelukan dan tepukan.


"waalaikum salam.... bos...." jawab alwi lalu duduk di samping sang istri.


"ha...ha...ha...." keduanya tertawa renyah menghangatkan sore itu.


"dasar para pria......" gerutu para para wanita


"ah... mas.. kamu selalu begitu. .. ini mana faz.... calon mantuku?" protes amar dia tau alwi tidak suka mengungkit masalah perjodohan.


"naam mi....." faz yang penurut mendekati sang mimi. padahal dia baru akan menambah hapalannya.


"maaf ya faz belom begitu lancar bahasa indonesia nya" nafik menerangkan karena faz masih sering pakai bahasa arab dan Inggris seperti saat di mesir.


"apa umi sudah ngebet ya punya mantu?" alwi menatap gemas pada sang istri.


"ih... bibi sukanya zewot" balas nafik melihat mikik muka alwi yang sedikit berengut.


"fazha... ini mario dan ini kaila.... Makaila kanzha... Bagaimana kalo kamu pangilnya kanzha..... boleh kan? mereka main di tempat main.!" nafik menjelaskan pada sang putra dan minta persetujuan amar dan tiara untuk memangil sang putri dengan sebutan baru.


"boleh tidak ma....?"tanya amar

__ADS_1


"boleh...." jawab tiara


"naam bunda.... ayo... dek kanzha." faz senyum lalu mengajak kanzha dia senang karena punya nama dengan akhiran sama.


"nggak mau.... kenapa kamu Panggil dek kanzha..... namanya kaila." protes mario yang namapak jeles karena sang adik dapat teman baru.


"bagus juga kanzha... iya kan mi ... dia sangat kecil makannya aku Panggil adik lihat faz besarkan... sebentar lagi aku punya adik bayi" faz membanagkan diri sendiri yang memang terlihat lebih tinggi dari yang lain.


"ayo kamu mau ikut tidak?" faz menatap kanzha menuntut jawaban.


"kak... faz tunggu kanzha ikut" kanzha senang mengikuti fazha untuk bermain setiap hari hanya sang sepupu yang dia lihat tidak ada anak lain.


"ayo pegang tanganku" faz mengulurkan tangan.


"iya....." kanzha menerima dan mengikutinya


"hei aku ikut juga" mario yang di tinggal ikut mengikuti faz menuju ruangan bermain.


"aduh. .... mi siapa yang ngajari anak itu?" melihat sang putra bibi alwi jadi menepuk dahinya bagaimana faz bisa ber interaksi begitu.


"mana mimi tau. ..." nafik masa bodoh dengan tingkah alwi.


"mas. mas kayaknya kita mesti cepet berbesan nih." canda amar menggoda alwi dia senang melihat sahabatnya itu sewot karena sebal


"ngaco sampean" gerutu alwi tidak senang.


tapi dia lega akhirnya faz dapat teman yang seusia juga. Tidak main sendirian atau hanya dengan di temani para santri saja setiap hari.


gelak tawa suara anak suasana sore itu hangat suara jerit tawa faz mendapat teman main sangat riuh memenuhi rumah alwi dan nafik. kini nafik dan tiara meninggalkan para pria ngbrol dengan mengawasi anak anak yang bermain. kedua wanita itu kini sedang sibuk di dapur menyiapkan makan malam.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2