
Ida masih tiduran dengan tidak nyaman di kasurnya. balikkan badan nya ke kanan ke kiri tidak jelas. seperti menghawatirkan sesuatu akan terjadi. tapi tidak tau apa itu.
Karena khawtir nafik yang belom pulang beberapa kali di hubungi no nafik. tapi tidak di angkat. pikiran buruk mulai menghantui takut terjadi sesuau yang buruk akan menimpa kakaknya. berlang kali ida keluar masuk kamar mengecek apakah kakak nya susah kembali. tapi nihil. bayangan nafik belom nampak sama sekali.
"mbak kamu diman?" ida mondar mandir.
" sudah jam segini kok belom sampai" mengmbil hp.
" apa aku kabari kak al ya..." ida memencet sembarangan.
" ah jangan nanti dia kawatir sekarang pasti sibuk di jakarta." tapi di urungksn.
" mbak.... cepat pulang...." ida memijit kepalanya yang sedikit pusing.
"YA ALLAH... LINDUNGILAH MBAK NAF. SEMOGA TIDAK TEJADI APA APA..."
ida pun duduk untuk menenangkan diri. sangat tidak menyenangkan bila menghawatirkan sesuatu. tapi perasaan wanita tidak bisa di bohongi.
tiba tiba pintu terbuka dari luar nampak naf datang dia juga kaget saat lihat ida madih terbangun dan duduk kawatir sedirian.ida segera menghambur ke pelukan nafik. ida langsung menangis saat naf sudah kembali.
" he... ada apa?" nafik kaget saat ida menghambur kepelukanya.
"mbak kemana saja?" ida menatap nafik tajam.
"kamu hawatir ya....?" nafik tanya balik.
__ADS_1
"iya...aku hampir telpon kak al" desa ida.
"jangan..... " pekik nafik keras.
" dak jadi. ... aku takut dia kawatir mbak sebenarnya ke mana?" desah ida.
" kita istiahat besok aku ceritakan...." perintah nafik mengajak ida tidur
"baiklah....'' ida seyuju.
nafik mengantar ida kekamarnya. lalu pergi kekamarnya sendiri intuk istirahat.
sementara itu....
alwi juga merasakan perasaan kawatir. di sela kesibukannya di menghubungi sang bidadari. tapi dari tadi belom di angkat sekalipun. mau menghubungi ida dia ragu ragu. akhirnya melakukan rutinitas nya kembali untuk menghilangkan kecemasannya.
" sepertinya dia sedang sibuk" alwi menaruh hp nya. daribtadi menghubungi nafik tapi tak di balas.
"antum dak mau nyusul tu bidadari.... ngak takut di goda kumbang ******" tanya pemuda tampan itu menggoda sang sahabat.
"he.... dia tidak seperti itu" bela alwi perihal nafik. dia percaya sang bidadari bisa menjaga diri dengan baik.
" antum ngak kesepian sendirian?" goda pemuda itu lagi menyelidiki.
"ada ALLAH yang jaga kita....kesepian itu tinggal menunggu waktu bro ha ha ha " jawab alwi tenang atau sebenarnya menenangkan diri sendiri.
__ADS_1
" kalo aku sudah tak kintilin dia kemana pun " pemuda itu ogah ogah an. sok jadi pria budak cinta.
" siapa yang mau di kintilin?" tiba tiba seorang pria paruh baya ikut nimbrung dan duduk di samping putranya.
"eh.... ini lho pa.... alwi. istrinya di biarin tinggal di kairo sedirian" canda amar saat alwi berkunjung di pagi itu.
"oh.... kalo kamu bener di kintilin. ... tapi aulia tidak mau tu...." goda sang papa membalas sang putra dengan gemas.
"ah... ayah lagi lagi meledek... memang anakmu ini tak se soleh gus alwi... tapi masalah ketampanan aku tidak kalah...." bela amar pada dirinya sendiri menolak candaan sang ayah.
"amar....amar...." desak ayah
mengobrol dengan amar membuat alwi terhibur. saingan nya kini jadi sahabat teman baik dan patner kerja.
di sisi bumi yang lain....
kholil merasa senang kini rasa penasaran nya sudah terobati. jihan teman sekolahnya dulu. gadis yang selalu rela meminjaminya alat tulis saat dia kembalikan lagi sudah habis terpakai. gadis periang dan pemberani selalu membelanya saat dibuli. tak pernah membedaka status kasta dan tahta.
Dia kecewa saat gadis idola itu tiba tiba pergi tanpa jejak beberapa bulan setelah menjenguknya di rumah.
" jihan.... aku akan menhagamu...membalas budi baikmu padaku... aku janji tak akan ku biarkan kau terluka" kholil menatap wajah manis di dalam foto. itub di ambil saat staditur.
kepuasan meliputi hatinya. ahirnya bisa melihay pujaan hatiya lgi....
.
__ADS_1
.
.