Calon Makmum Putra Kyai

Calon Makmum Putra Kyai
Ayah Bunda Kembali dari Umroh


__ADS_3

Siang ini nafik alwi dan alim sudah ada di bandara ahmad yani semarang. mereka menjempot ayah dan bunda yang kepulangannya di percepat. mana bisa sebagai orang tua tidak segera pulang setelah sang putri membuat ulah dengan menikahi anak sahabatnya dengan buru buru. karena alasan takut sang ayah berubah pikiran dan tidak merestui. mereka tau tabiat sang putri yang ngotot dengan kemauannya.


" masih lama ya kak....?" tanya nafik saat alim kembali dari ruang informasi.


" bentar lagi... pesawatnya sudaah mendarat kok" alim dari tadi lari lari mengecek kedatengan di pintu keluar


sedang alwi menemani sang bidadari duduk manis di bangku tunggu. sambil makan camilan yang tadi di belikan alwi.


" minta dek....." alim menyerobot minuman nafik .tapi di tahan nya kuat kuat.


" he... jangan kak. ini sudah di minum lia sama aak alwi tadi jadi ini buat kakak" nafik menyodorkan gelas minuman yang masih utuh.


" oh... gitu ya. mentang mentang sudah ada pasangan ngak mau berbagi lagi sama kakak.... sedih nih." alim pura pura manyun.


"makanya cari cewek sana ... jangan jomblo muluk. artis kok jomblo" alim kaget dengan jawaban adiknya dan nampak tak suka dengan hal yang di katakan adiknya itu. alim mengeplak pundak nafik pelan.


alwi tertawa kecil melihat tingkah sahabat dan istrinya. kedekaran mereka tiada duanya. bahkan alwi pon iri melihat kehangatan itu

__ADS_1


dari arah pintu kadatangan muncul kerumunan beberapa penumpang. alim dan alwi pon mendekat. meningalkan nafik yang duduk sendiri.


dalam batin alwi dia takut tidak diterima oleh mertuanya. bagi orang tua mengetahui sang anak melakukan pernikahan dengan buru- buru pasti ada rasa kecewa. semua perasaan yang bercampur kini memenuhi diri alwi ia mulai gelisah sambil memandang kearah pintu dengan seksama.


alwi merasa hangat tanganya saat nafik menautkan jemarinya dan mengengam tangan suaminya. nafik seakan tau kalo suaminya sedang gelisah karena nampak dari tadi alwi hanya diam .


senyum alim berkembang setelah melihat sepasang pria wanita saling berangkulan dan melambai pada mereka. Seorang porter mendorong troli yang penuh koper di belakang keduanya.


alim dan nafik segera meng hambur memeluk ayah dan bunda meningkatkan alwi diam mematung sendiri.


" oh... putri bunda yang cantik....." bunda menciumi nafik dengan penuh kasih. lalu berganti pada alim


" putriku.... benarkah kamu sekarang sudah menikah?" nafik menarik tubuknya mendengar pertanyaan sang ayah. nafik memasang muka cemberut.


" ha...ha...ha..." ayah bunda dan alim tertawa melihat mimik wajah nafik


" mana suamimu alwi nak?" tanya bunda mebatap seorang pemuda yang sudah dia kenal

__ADS_1


" itu....." nafik melambai meng isarat kan alwi agar nendekat.


semuanya menatap alwi yang diam mematung. di segera mendekat dan salim lalu mencium tangan ayah mertuanya. di luar dugaan ayah menarik tubuh alwi dan dipeluknya erat. ada kelegaan di wajah alwi melihat perlakuan ayah mertuanya. alwi sudah sering salim dan ngobrol dengan ayah. karena dia sering datang bahkan menginap saat masih kuliah di semarang. tapi ini pertama kali perlakuan istimewa yang dia dapatkan.


" terima kasih nak alwi.... kamu mau menjaga lia yang kekanak kanakan ini." ucap ayah.


alwi beralih salim pada bunda. bunda merasa senang melihat pancaran kebahagian di wajah nafik dan alwi . sang putri dingin sudah kembali ceria. senyum selalu mengembang di wajahnya.


mereka pon segera kembali ke jepara dengan di setir alim. ayah duduk di depan nafik duduk di belakang di antara bunda dan alwi.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2